
Cerita sebelumnya:
Reina bertemu dengan binatanh sihir aneh berbentuk ular kecil hitam. Ular hitam itu adalah binatang sihir yang sebelumnya mereka temukan di danau.
Saat ini ular hitam itu kehilangan kekuatannya karena disegel selama ratusan tahun. Ular itu mulai membuat kesepakatan dengan Reina. Dia akan memberikan Reina buku sihir cahaya. Buku sihir itu akan memuat beberapa sihir serangan yang akan berguna untuknya. Sementara, sebagai timbal baliknya Reina harus membantunya memulihkan kekuatan nya. Reina menyetujui kesepakatan itu dan hubungan kerja sama pun dimulai.
***
Setelah mencapai inti kesempatan, ular kecil itu mulai masuk ke dalam ruang dimensi Reina. Ular itu yang mengajukan diri untuk mengikutinya. Walaupun ular itu berada di ruang dimensi, mereka tetap bisa berkomunikasi dengan telepati karena jarak mereka yang dekat.
Reina pun kembali ke tenda. Saat itu sudah lewat tengah malam, jadi Eva dan Dean Crsytal sudah tertidur. Walaupun Dean Crsytal tidak benar-benar tertidur karena bisa merasakan kehadiran asing yang tiba-tiba mendatangi mereka.
Dean Crsytal hanya membuka matanya sebentar. Saat dia tahu itu Reina, dia memejamkan matanya lagi.
Reina bahkan tidak melihat dua orang di sampingnya dan langsung berbaring di tempatnya.
"Tunggu! Aku merasakan hawa aneh di tempat ini" ular itu tiba-tiba menyerang pikiran nya dan Reina tidak jadi memejamkan matanya.
"Apa maksudmu?" tanya Reina lelah. Walaupun dia bisa menghilangkan kelelahan dengan sihir tetap saja mentalnya butuh istirahat.
"Hm, mungkin hanya perasaan ku" jawab si ular. Tapi dia berpikir sendiri dalam pikirannya sekarang. Dia merasakan mana gelap yang sangat kuat sebelumnya. Walaupun sekarang hawa itu menghilang sepenuhnya. Dia menjadi ragu, apa dia hanya salah melihat situasi. Padahal kalau ternyata ada sumber mana gelap yang kuat di dekatnya, dia sangat membutuhkannya. Dia butuh menyerap mana itu untuk mengembalikan kekuatan nya.
Ular itu juga tidak mau mengatakan pada Reina bahwa dia membutuhkan mana gelap. Lagipula gadis itu adalah penyihir cahaya. Dia tidak akan membantunya kalau dia tahu bahwa dirinya membutuhkan mana gelap untuk memulihkan kekuatan nya.
Melihat bahwa ular itu tidak menginvasi pikirannya lagi, Reina dengan tenang memejamkan matanya.
***
Tiga hari sudah berlalu. Hari ini adalah hari terakhir. Kami memutuskan untuk menjelajah berkelompok lagi. Walaupun ada beberapa orang yang ingin berpencar, agar area jangkauan nya lebih luas.
__ADS_1
Tapi, aku tidak setuju kalau harus berpencar. Lagipula tujuan utamaku mengawasi bukan mencari harta karun. Akhirnya kami tetap menjadi satu kelompok.
Saat aku bangun, Rexus masih tertidur lelap. Kali ini aku membawa nya menggunakan tas kecil dengan dasar empuk karena aku merasa kesulitan bergerak kalau menempatkan nya di dalam jubahku. Aku juga merasa bahwa Rexus bertambah besar. Dulu, dia hanya sebesar telapak tangan. Sekarang tubuhnya hampir sebesar lenganku. itu salah satu alasan kenapa agak sulit meletakkan nya di dalam jubahku.
Kami melanjutkan perjalanan dengan memilih jalur secara acak. Dan aku tidak pernah melepaskan pengawasan ku dari Reina. Mungkinkah binatang kuno itu akan muncul hari ini? Tapi kalau binatang kuno itu memilih Reina, bagaimana caraku menghentikan nya?
Ah, sudahlah.
Lebih baik kita pikirkan saat itu benar-benar terjadi.
Setelah satu jam, akhirnya kami menemukan rawa misterius. Rawa ini mengeluarkan aura yang sama seperti danau aneh itu. Apa ada harta karun lainnya di sini?
"Ada hal menarik di tempat ini" kata Dean Wason sambil mengelus janggutnya. "Kemungkinan ini adalah artefak kuno. Tapi kami bertiga tidak akan masuk ke dalam karena artefak ini tidak berguna bagi kami" Dia menatap kelima orang muda di depannya. "Ini akan sangat berguna untuk kalian. Karena ini merupakan artefak yang bisa meningkatkan efisiensi meditasi kalian sehingga bisa memperlebar kolam mana di dalam tubuh kalian. Sangat berguna untuk benih-benih muda"
Mata semua orang langsung berbinar.
"Kalian bisa masuk. Tapi siapa yang berhasil mendapatkan nya tergantung kinerja kalian. Semoga berhasil" lanjut Dean Wason.
Ketiga Dean melihat lima orang muda itu menghilang ke dalam rawa.
"Mereka semua mungkin bisa melampaui kita semua. Para orang tua ini" kata Dean Wason.
"Tentu saja. Aku merasa ada banyak bibit unggul di generasi muda kali ini" respon Dean Crsytal.
"Benar-benar melegakan. Setidaknya mereka bisa membela diri kalau terjadi sesuatu di masa depan" Dean Wason merenung sambil menatap langit. Dia memikirkan sesuatu dalam pikirannya. Dia merasa lega dan cemas secara bersamaan.
***
Aku langsung menuju ke arah rawa itu. Area dalam rawa itu berkabut sehingga aku tidak bisa melihat isi dalam rawa sama sekali.
__ADS_1
Tapi anehnya saat aku masuk ke dalam rawa, aku hanya menemukan ruang kosong dan aku sendirian di tempat ini.
"Eh?"
Aku berbalik melihat sekeliling ku, tapi aku tidak menemukan siapa pun. Padahal sebelumnya ada Sayn di samping ku. Tapi aku benar-benar terpisah dari yang lainnya sekarang.
Aku mengamati sekeliling ku. Tempat ini sama sekali bukan rawa, tapi hanya tempat kosong. Saat aku melihat ke bawah, aku bisa melihat bayanganku sendiri terpantul. Tempat ku berpijak ini seperti danau dangkal dengan air jernih yang membeku, Sehingga aku bisa berdiri di atasnya.
Tempat ini juga berkabut sehingga pemandangan di depanku kurang jelas. Aku hanya melihat pemandangan abu-abu karena kabut yang terlalu tebal.
Aku terus maju ke depan, tapi aku tidak melihat apapun. Lalu saat aku terus berjalan ke ujung, aku melihat sebuah gerbang besar.
Tapi sayangnya gerbang itu terkunci.
Aku berusaha mendorong nya, tapi tidak mau terbuka. Aku juga menyerang menggunakan sihir, tetapi tidak berefek apa pun. Seakan gerbang itu menyerap semua sihir yang aku keluarkan. Bahkan sihir gelap dan cahaya juga tidak berpengaruh.
Tapi sebuah benda aneh tiba-tiba muncul dengan melayang di udara. Benda itu berbentuk seperti termometer, dengan skala 1-10.
Skala di depanku bahkan tidak mencapai 1. Mungkin hanya 0.5.
Aku agak bingung, benda apa ini. Tapi aku tidak menyerah menyerang gerbang itu dengan sihirku.
Saat aku terus menyerang aku sadar ada perubahan. Skala di benda aneh itu naik menjadi 1!
Eh?
Apa aku hanya perlu mengeluarkan sihir untuk menyerang gerbang. Lalu gerbang akan terus menyerap sihir itu.
Mungkin gerbangnya akan terbuka kalau skalanya mencapai 10 bukan?
__ADS_1
Aku sangat bersemangat.
Baiklah, aku akan menggunakan sihir tingkat tinggi karena aku tidak mau membuang waktuku!