
Sesampainya di rumah, ibuku memelukku dengan khawatir sambil menangis. Aku dan ayah berusaha menenangkannya. Ibu menangis selama tiga hari. Hal itu membuat kami khawatir. Untung saja, ibu berhasil tenang saat aku berusaha meyakinkan nya kalau hal ini tidak akan terjadi lagi.
Semenjak kejadian itu, ayah bodoh itu tidak pernah lagi memaksaku untuk berlatih. Aku berlatih sesuai dengan keinginanku sendiri. Dia memang tidak memaksaku untuk berlatih, tapi ayah bodoh itu semakin posesif. Dia sangat over protektif terhadapku. Aku menjadi lebih risih akan sifatnya yang ini, aku selalu dihalangi saat ingin melakukan sesuatu.
Aku menyukai kebebasan. Semakin ditentang semakin aku bersemangat melakukannya. Tapi aku tetap sayang nyawaku sendiri. Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang membahayakan nyawaku seperti di masa lalu.
Tahun demi tahun berlalu. Aku menghadapi hidupku yang monoton. Meditasi, berlatih, meditasi dan berlatih. Robert datang secara rutin seminggu tiga kali dan aku berlatih di bawah bimbingannya selama bertahun-tahun. Tanpa terasa, aku sudah berumur sepuluh tahun.
Saat anak bangsawan, berumur sepuluh tahun, mereka akan mengadakan pesta teh untuk memulai debut mereka di masyarakat. Ulang tahunku yang ke sepuluh diadakan besok. Dan aku mulai menyebarkan surat undangan pesta tehku ke semua kalangan bangsawan.
Tidak lupa aku mengundang Denis dan Adele. Tapi sayangnya, mereka berdua tidak bisa hadir. Denis dan Adele saat ini sedang mendapat tugas dari akademi. Mereka sedang berada di kota terpencil untuk melaksanakan misi mereka. Surat balasan yang kudapat pun pengirimannya sangat lama, hampir dua minggu. Ini sudah membuktikan bahwa jarak mereka sangat jauh dariku. Aku cukup kecewa saat tahu mereka tidak hadir.
Aku juga mengundang Robert sebagai masterku untuk hadir di pesta tehku. Saat ini Robert sedang mempersiapkan perpindahannya ke akademi. Aku tahu event Robert akan terjadi. Akan terjadi kekacauan di dalam menara sihir sehingga Robert menarik diri dari organisasi itu, agar tidak terlibat.
***
Hari ini adalah pesta tehku. Ayah dan Ibuku membeli sebuah mansion di ibu kota. Dan kami mengadakan pesta teh di mansion itu. Kenapa? Karena hampir semua bangsawan tinggal ibukota. Mansion utama kami ada di daerah terpencil. Para bangsawan itu pasti enggan menempuh perjalanan yang lumayan jauh ke sana. Ayah dan ibu takut pesta tehku kekurangan tamu gara-gara hal itu. Jadi mereka memutuskan untuk membeli mansion baru di ibukota dan merekrut beberapa pelayan baru.
__ADS_1
Aku menatap halaman mansion. Sudah penuh dengan para tamu. Anak-anak bangsawan itu sudah berdatangan. Cukup banyak yang datang. Itu pasti karena rumor bahwa aku tunangan putra mahkota. Walaupun aku dan Denis sudah bertunangan. Berita pertunangan kami belum tersebar ke masyarakat luar. Hanya diketahui oleh bangsawan-bangsawan besar yang terlibat dalam politik kerajaan. Pengumuman pertunangan kami akan diumumkan dua tahun lagi, saat aku mulai menginjakan kaki pertama kalinya di akademi. Benar, itu terjadi saat aku berumur dua belas tahun.
Aku menghadap para tamu dan memberikan mereka senyuman paling indah yang pernah kubuat. "Terima kasih sudah datang ke pesta tehku" Aku memberi hormat sambil mengangkat kedua sisi gaunku "Perkenalkan Namaku Eva Van Court, tuan rumah pesta teh ini. Semoga kalian menikmati pestanya" kataku sopan
Setiap orang tahu, tujuan utama pesta teh adalah menjalin hubungan atau koneksi. Jadi semakin tinggi pangkat bangsawan yang mengadakan pesta teh, maka tamu nya akan semakin banyak.
Aku mulai menghampiri para tamu satu persatu. Mulai berbincang dan bercengkrama dengan mereka. Jujur saja, beberapa orang pernah terlihat berada di pesta teh Denis. Tapi aku tidak tahu nama mereka dan mengenali mereka. Bahkan walaupun aku Bertemu mereka untuk kedua kalinya, aku akan sulit mengingat mereka. Aku hanya mengingat peristiwa-peristiwa penting yang berhubungan dengan nyawaku.
Setelah aku selesai menyapa semua tamu, aku pamit sebentar kepada mereka. Aku langsung berlari menjauh dari tempat itu. Haa...aku sangat membenci hal-hal seperti pesta tahu. Aku tahu mereka semua mengenang kan topeng, karena itulah aku agak muak saat berhadapan dengan mereka yang mengenakan topeng baik saat berbicara denganku, lalu mulai menjelek-jelekan ku saat aku tidak ada disitu. Dan ada banyak orang seperti itu. Aku lelah mebghadapi mereka. Apalagi sambil tersenyum. Itu menyesakkan.
Tampaknya itu sudah diatur dari sananya. Eva akan membawa kebencian dan rasa tidak suka terhadap orang yang baru pertama kali melihatnya. Sehingga dia punya banyak musuh di masa lalu. Ditambah kepribadiannya yang arogan dan sombong. orang-orang itu semakin membencinya. Walaupun kepribadianku sudah berubah, tetap saja ada beberapa orang yang tidak menyukaiku. Yah, sudah kubilang, itu sudah diatur dari sananya.
"Humph!!" aku menggerutu kesal sambil menghentakkan kakiku
"Ada apa denganmu Eva?" suara yang maskulin tiba-tiba terdengar. Aku menoleh dan melihat Robert sedang berdiri di balik tiang.
"Masterr" sahutku senang sambil menghampirinya. Aku langsung memeluknya. Aku sudah terbiasa bersikap manja seperti ini saat dengan Robert. Aku bersiap untuk berjaga-jaga kelak dikemudian hari. Saat nyawaku dalam bahaya, aku akan minta tolong padanya. Setidaknya untuk sekarang aku harus bisa mengambil hatinya.
__ADS_1
Robert mengelus-elus rambut Eva sambil tersenyum. "Kenapa cemberut begitu? Apa suasana hatimu sedang tidak baik? Kenapa? Bukankah ini pesta tehmu?"
"Uhmm...tidak apa-apa. Aku tidak suka keramaiann, masterr..." kataku manja.
Robert saat ini sudah berusia dua puluh tahun. Dia seorang pria dewasa sekarang. Jadi figurku yang seperti anak-anak ini, membuatnya tampak seperti paman besar yang sedang bermain dengan keponakannya.
Robert langsung mengangkat tubuhku dan membawanya dalam gendongannya. "Aku akan menghiburmu oke?" katanya sambil mencubit pipiku.
"Selama ulang tahun" katanya kemudian sambil mengeluarkan bros berbentuk bunga mawar. Bros itu tampak seperti bunga mawar asli. Itu tidak mengkilap dan tidak terbuat dari berlian mahal. itu benar-benar mirip bunga mawar yang hidup. Aku menyukainya.
"Sangat cantik" kataku dengan mata berbinar. "Aku menyukainya, terima kasih master"
"Aku tahu kau tidak suka perhiasan. Jadi aku mencari bungan mawar beku yang langka. Aku mengawetkan nya. Ini sangat berguna sebagai perlindungan. Aku sudah menyisipkan aray sihir didalamnya untuk melindungimu."
"Terima kasih master" kataku senang sambil mengaitkannya di gaunku. Itu benar-benar cocok dengn gaun yang kupakai. "Aku akan memakainya setiap hari. Terima kasih" aku mulai bergelantungan sambil memeluk leher Robert. "Muachh" kemudian aku mulai mencium pipinya.
Blush...
__ADS_1
pipi Robert langsung memerah.
Dia bukan seorang pedofil, menyukai anak dibawah umur. Hanya saja gadis kecil dalam pelukannya ini juga akan dewasa. Dan itu hanya beberapa tahun lagi. Dia hanya harus menunggu sampai dia dewasa. Seperti seseorang yang menunggu buah agar matang, kemudian langsung memakannya!