Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Tertangkap


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva masuk ke dalam buku cerita rakyat dan mengalami mimpi masa lampau yang aneh. Saat itu, dia menyaksikan perjalanan hidup, David, Penyihir Kegelapan Terkuat. Dan juga asal mula sihir kuno dan kebencian terhadap penyihir gelap. Dia menyaksikan bagaimana dunia di zaman dahulu saat kerajaan sebagai pusatnya. Dan bagaimana dunia bisa berubah menjadi seperti sekarang.


***


Dunia mimpi itu perlahan buram dan menghilang, diganti dengan background gelap. Lalu secara perlahan kesadaranku mulai terhisap dan aku mulai tak sadarkan diri lagi.


Saat aku membuka mataku, aku melihat wajah Sayn sangat dekat. Sayn memejamkan matanya dan hidung kami bersentuhan. Dan secara tidak sengaja bibir kami bersentuhan sedikit, mengalirkan rasa sejuk. Aku sontak bergidik. Sebelum bibir kami benar-benar bersentuhan, aku langsung mendorong wajahnya. "Apa yang kau lakukannn?!"


Sayn membuka matanya. "Oh? Kau sudah bangun" katanya dengan nada polos.


Aku langsung memberontak dan melepaskan diri dari pelukannya. "Apa yang kau lakukan padaku?" aku menatapnya dengan mata melotot.


Sayn hanya menatapku dengan mata polosnya. "Apa yang kulakukan? Aku hanya ingin melakukan hal yang normal. Kata bibi, saat seseorang tidak sadarkan diri kita harus memberinya napas melalui mulut, agar udaranya tersalurkan dengan baik..." Dia menjelaskannya dengan wajah polos.


Aku mengamatinya. Dia benar-benar polos? Atau hanya berpura-pura?


Tapi, yah...dia hanya seorang bocah....


Apalagi dia hidup di istana yang terisolasi.....


BUK! Aku langsung memukul kepalanya.


"Kata siapa?! Itu hanya boleh dilakukan saat darurat kau tahu? Dan itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa!"


Sayn mengernyitkan kening. Dia mengamati gadis kecil yang lebih pendek darinya, lebih muda darinya, menguliahinya tentang hal dewasa. Entah kenapa ada perasaan tidak menyenangkan.


"Kenapa kau sangat sok tahu? Itu hal yang normal. Aku pernah melakukannya beberapa kali saat seseorang tidak sadar." Sayn membela dirinya.


"...." aku tidak bisa berkata-kata.


Biasa? Dia biasa mencium orang lain? Eh, bukan, itu memberi napas buatan kan?


Dia benar-benar dibodohi oleh "bibi" itu.


"Apa kau sering melakukannya dengan "bibi" itu?"


Sayn mengangguk percaya diri.


BUK! Aku benar-benar ingin pingsan!


Bibi itu benar-benar memanfaatkannya. Aku jadi merinding. Dia dilecehkan oleh seorang tante-tante. Apakah bibi itu menipunya karena dia bocah tampan? Bibi itu benar-benar melecehkan anak di bawah umur!


"Dengarkan aku, lain kali kau tidak boleh melakukannya lagi. Napas buatan hanya efektif untuk menolong orang yang tenggelam" aku berusaha menjelaskannya dengan nada yang bijaksana.


Sayn mengernyit tidak senang. Dia tidak suka diceramahi gadis yang lebih kecil darinya. Apa-apaan ini? Dimana harga diriku?


"Hmph, aku lebih percaya bibi. Siapa yang percaya omong kosong gadis kecil sepertimu" Sayn menyunggingkan senyum meremehkan.


BUK! Aku memukulnya lagi.


"Aku bukan anak kecil! Aku berpuluh-puluh tahun lebih tua darimu. Bibi itu hanya memanfaatkanmu!"


Saat Eva menyelesaikan omelannya, Sayn menarik lengannya, dan mendorongnya di dinding.


Matanya menyipit. "Jangan meremehkan aku oke. Aku tidak suka melihat orang yang lebih kecil dariku sok tahu seperti itu" katanya dingin.


"Dan jangan menjelek-jelekkan bibi"


Uhhh, punggungku sakit...


Bocah ini benar-benar mengerikan...


Dia ingin membunuhku saat aku menjelek-jelekkan bibi itu! Tapi dia benar-benar ditipu!

__ADS_1


"Kalau kau tidak mau mendengarnya, ya sudah! Itu tergantung dirimu! Aku tidak akan mengurusimu lagi!"


Ya, ini memang bukan urusanku! Lagipula di dalam novel, Eva sama sekali tidak pernah bertemu Sayn. Jadi dimasa depan, tidak ada event tentang mereka. Pertemuan ini hanya kebetulan, karena aku akrab dengan Menara Sihir.


Sayn melonggarkan pegangannya.


"maaf" katanya dengan nada melemah.


"Bibi adalah orang yang penting bagiku. Jangan menjelek-jelekkannya. Dia orang baik. Aku setiap hari membantunya untuk memberi asupan mana. Bibi tidak bisa berdiri lagi karena melindungiku saat kecil..." katanya sedih.


AH?!


Bibi itu! Pelayan tua setia pangeran jahat!


Pelayan tua yang menemaninya saat dia masih kecil sampai dewasa. Pernah ada penjelasan di dalam novel bahwa pelayan itu selalu melindungi pangeran, dan meninggal dalam tidurnya saat pangeran berhasil merebut tahta.


Uuuhhh....aku benar-benar salah paham. Jadi napas buatan itu untuk menyalurkan mana. Aku benar-benar merasa bersalah...


"Maaf, aku yang salah" kataku tegas. "Aku tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi"


Aku menatapnya dengan tenang.


Sayn juga menatapku. dia langsung melepaskan lenganku dan membiarkanku bebas. "Sudahlah."


Tapi, tiba-tiba dia berbalik menatapku. "Tapi kata bibi, saat aku melihat gadis, aku harus melakukannya. Itu adalah tanda bahwa gadis itu milikku! Bibi menyuruhku memberi tanda pada banyak gadis, semakin banyak maka semakin baik" Syan berkata dengan polos.


Lalu dia menatap Eva "Aku ingin memberi tanda padamu" Dia menatapnya dengan mata berbinar.


BUK! Aku langsung menendang kakinya.


Sayn bodoh! Dia benar-benar diajari yang tidak benar oleh bibi itu!


"Aku tidak mau!" teriakku ganas. "Jangan menyerang diam-diam. Kau kira aku ini binatang yang harus ditandai? kalau kau melakukannya, aku benar-benar tidak akan mau bertemu denganmu lagi!"


Lain kali aku benar-benar harus menjauh dari bocah ini!


"Hmph!"


"Bagaimana? Kau menemukan kuncinya?" aku langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku tidak menemukan kunci mantra. Tapi aku menemukan kunci lain" Syan mulai mengangkat salah satu lemari dengan sihirnya. Ada pintu besar lain dari balik lemari.


Ini ruangan rahasia!


Sayn langsung membuka pintu itu. Kami disambut dengan lorong gelap tanpa penerangan.


Sayn menggunakan sihirnya dan bola-bola api muncul di depan kami.


"Ayo" Sayn memegang tanganku dan kami masuk.


Lorong itu tidak panjang, hanya beberapa menit kami sudah menemukan ujungnya. Ada sebuah pintu lagi diujung lorong.


Sayn mengedarkan mananya untuk memeriksa situasi dan dia tersentak kaget.


"Kenapa?"


"Ada banyak orang"


"Kalau begitu kita kembali saja. Kita tidak bisa tertangkap. Lagipula bagaimana caranya melawan begitu banyak orang" kataku sambil berjalan mundur.


Tapi Sayn langsung menarik tanganku. "Kita masuk. Ada banyak orang tapi situasinya aneh. Kita masuk saja"


"Tapi..." aku agak ragu.


"Percaya padaku oke?"

__ADS_1


Aku mengangguk.


Sayn membuka pintunya dengan mudah. Itu tidak dikunci.


KRIETT! Kami perlahan masuk.


Saat kami masuk, aku benar-benar tersentak kaget!


Aku melihat pemandangan di depanku dengan mata melonggo!


Apa-apaan ini?!


Di depanku ada lima kandang-kandang kecil. Dan di dalam masing-masing kandang ada seorang perempuan. Tiga orang gadis kecil, satu gadis remaja dan satu gadis dewasa. Apa ini markas para penculik perempuan? Apa mereka dijual sebagai budak?


Saat kami masuk, para gadis di dalam kandang langsung mengarahkan tatapan mereka pada kami. Tatapan mereka begitu kosong, seakan-akan jiwa mereka sudah mati. Tapi ada satu tatapan yang masih di penuhi kehidupan. Itu adalah tatapan si perempuan dewasa.


Perempuan itu berumur sekitar dua puluhan. Rambut hitamnya yang panjang bergerak indah mengikuti lekuk tubuhnya. Kulitnya sangat bersih dan mulus. Dan lebih penting lagi dadanya besar!


Gulp! Aku menelan liurku.


Aku bukan pria, tapi aku benar-benar terpana.


Seorang onee chann yang cantik dan seksi ah~


Mataku dan mata kakak cantik itu saling bertatapan. Hanya kakak cantik ini saja yang matanya masih berbinar dan penuh kehidupan.


Hmmm...


Tapi saat bertatapan dengan kakak itu, kenapa aku merasa tidak asing ya?


Tatapannya terasa sangat akrab. Seperti seseorang yang sudah kukenal lama. Kenapa ya?


Aku berpikir dan mengolah pikiranku. Aku tidak pernah bertemu dengan kakak cantik itu. Ini adalah pertemuan pertama kami. Tapi kenapa terasa akrab sekali?


"Siapa kau?" tiba-tiba suara yang menyeramkan terdengar.


Aku melihat sosok kekar dengan balutan jubah hitam muncul dari belakang kami.


Ah! Ada orang lain yang masukkk!


Kita tertangkap.


"Bagaimana ini Sayn....." aku menoleh ke samping.


Tapi tebak apa yang kutemukan.


Tidak ada siapa pun disampingku!


Tidak ada tanda-tanda sosok Sayn di ruangan ini!


"Tidak mungkin kan...."


Sayn benar-benar pergi meninggalkanku? Di saat seperti ini?


Dia benar-benar berteleportasi tanpa membawaku?!


Arrrgggghhh! Pangeran bodoh ituu! Dia benar-benar meninggalkanku!!


"Ah, kau salah satu subjek. Kau benar-benar lari penjara dan pergi ke tempat ini. Bodoh!" pria kekar itu perlahan maju.


Dia langsung menangkapku. "Eh?" dia menaikkan alisnya. "Kau tidak bisa menggunakan sihir. Hah, ini meringankan pekerjaanku" katanya santai.


Dalam hitungan detik aku sudah terlempar ke kandang kosong lainnya.


"Sebenarnya ini belum waktumu. Tapi karena kau yang keluar sendiri. Nikmati saja" katanya sambil tersenyum sambil menampakkan giginya yang menguning.

__ADS_1


"Sayn...brengsek..." aku mengumpat sambil menggertakan gigiku.


__ADS_2