Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Nubuat Dewa


__ADS_3

Para dewa mulai melaksanakan rencana mereka. Mereka mengirim pemberitahuan itu lewat mimpi masing-masing penyihir cahaya dengan sosok yang tidak diketahui bentuknya.


"Dewa bencana akan mengirimkan bencana ke dunia kita. Para mahluk asing itu datang lagi dengan tujuan untuk membuat kehancuran. Para anak dewa, persiapkan diri kalian. Bersiaplah untuk melindungi dunia ini dan menghancurkan kejahatan"


Begitulah nubuat yang diberikan kepada semua penyihir cahaya di seluruh dunia.


***


Reina terbangun dengan mimpi nubuat itu. Dia mengerjap tak percaya saat terbangun dari mimpinya. Mahluk asing akan datang lagi dan membuat kekacauan di dunia mereka. Ini adalah informasi yang sangat darurat.


"Ayah!" Reina pun langsung menghampiri Marquis Zent untuk memberitahu mimpi yang dialaminya.


Saat Marquis Zent mengetahui nya, dia melotot kaget. Dia segera menyampaikan hal itu kepada Raja. Saat itu ada Denis dan Ratu di tempat itu.


"Kau bilang mahluk asing yang datang di masa laku akan datang lagi sekarang?" Raja bergumam tak percaya. Keberadaan mahluk asing sama seperti dewa yang turun ke dunia mereka. Mereka tidak bisa menghancurkan orang itu sendiri. Mereka perlu mengumpulkan semua penyihir cahaya untuk menghadapi nya.


"Iya Yang Mulia. Putri hamba mendapatkan kabar itu dari mimpi nya" kata Marquis Zent bangga dengan nada sedikit gugup.


"Ini sebenarnya bukan urusan kita sama sekali. Ini adalah pertarungan antara kedua penyihir elemen itu. Tapi kita juga harus bersiap kalau kerajaan kita ikut terlibat" Raja berkata. Dia menatap Marquis Zent dengan senyum tulus. "Terima kasih. Aku akan memberi Reina gelar sebagai putri kehormatan sebagai balas Budi" Raja berkata dengan sangat baik hati.


"Terima kasih Yang Mulia" kata Marquis Zent hormat. "Tapi bolehkah hamba memberikan satu saran lagi?"


"Apa itu?"


"Ada banyak sekali penyihir gelap yang bersembunyi di kerajaan ini"


Raja tersentak. "Apa maksudmu? Bagaimana kau mengetahui nya?"


"Penyusup yang sudah menghancurkan mansion hamba adalah penyihir gelap" Marquis Zent mulai mengarang cerita nya. Tapi walaupun pihak kerajaan mengecek semuanya, mereka juga akan menemukan sihir gelap yang ditinggal kan oleh elf misterius itu. Jadi Marquis Zent berniat mengkambinghitamkan penyusup yang menghancurkan mansionnya. Pasalnya penyelidikan yang dilakukan oleh raja tidak menghasilkan apapun karena Raja hanya mengirimkan sedikit orang. Jadi dia berniat Raja menambahkan pasukan untuk penyelidikan nya.


Dan benar sekali dugaan Marquis, Raja langsung memberi perintah untuk menambahkan pasukan demi kemajuan penyelidikan. Marquis Zent tersenyum senang.


"Lalu ada hal kecil lainnya yang ingin saya beritahukan Yang Mulia" Marquis Zent menambah kan. "Saya mendengar bahwa ada penyihir gelap yang bersembunyi di akademi" tambahnya.


Raja tersentak dan menggeleng kan kepalanya lemah. Para penyihir gelap itu bersembunyi seperti tikus di kerajaan mereka. Ini karena mereka belum melakukan pembersihan sama sekali.


Raja pun memerintahkan Denis untuk menyelidiki hal itu.


"Pihak akademi juga akan membantu untuk menyelidiki hal itu" sambung Denis. Mereka akan bekerja sama untuk menangkap tikus yang tersembunyi di kerajaan mereka.


Ini seharusnya menjadi hal yang baik karena mereka akan menangkap setiap orang jahat Yang bersembunyi di kerajaan mereka. Tapi kenapa Denis merasa tidak nyaman? Dia tidak tahu kenapa dia merasa seperti ini.

__ADS_1


***


Nubuat dewa itu juga sampai kepada seluruh kelompok sisa-sisa Kota Suci. Saat mereka terbangun dari tidur mereka, mereka segera menuju ke kolam penyembahan untuk memberi hormat kepada dewa. Tentu saja dipimpin oleh seorang pemuda manusia dengan sihir cahaya terkuat, yang diakui oleh semuanya. Pria itu bernama Casius. Dia memiliki umur yang sebaya dengan Robert. Seorang pria muda yang sangat berbakat sekaligus ambisius.


"Kami akan menjalankan perintahmu Dewa" mereka semua bersorak.


Casius menatap semua orang. Ada sekitar lima puluh orang penyihir cahaya di tempat ini. Ini adalah jumlah dari para penyihir muda. Ada beberapa penyihir tua, yang tidak termasuk di dalamnya karena mereka sudah pensiun.


"Kalian semua, kita akan mencari mahluk iblis ini" teriak Casius seakan-akan dia adalah seorang pahlawan yang heroik. Dia memanggil mahluk asing sebagai mahluk iblis karena dia tidak menyukainya. "Bersiaplah untuk melindungi dunia ini!" dia bersorak.


Para penyihir cahaya lainnya mengikuti sorakan nya. Tapi diantara keramaian ada seorang penyihir cahaya wanita yang menatap Casius dengan mata enggan. Dia juga ikut bersorak dengan nada lemah seakan-akan dia terpaksa.


Wanita ini adalah penyihir cahaya kecil di organisasi ini. Dia bernama Regina. Dia merupakan anggota yang sama sekali tidak penting. Tapi dia tidak menyukai Casius sama sekali walaupun pria itu adalah pemimpin mereka. Menurutnya Casius terlalu ambisius, sama sekali tidak cocok dengan image penyihir cahaya mereka yang baik hati. Regina takut suatu saat nanti Casius akan membuat jelek nama penyihir cahaya karena sikapnya itu.


"Aku berharap itu tidak akan pernah terjadi..." Regina bergumam.


***


Charlotte yang saat itu berada di Menara Sihir juga mendapat kan mimpi itu. Tapi bodohnya saat itu ada sang nenek di dekatnya. Ya, dia menginap dengan sang nenek misterius dari Menara Sihir. Nenek angkat yang sudah membesarkan nya dan juga penyihir gelap wanita yang bersembunyi di tempat itu.


"Apa yang terjadi?" sang nenek bertanya dengan nada khawatir.


"Aku mendapat kan nubuat dari dewa" Charlotte berkata.


"Dewa berkata mahluk asing itu datang lagi ke dunia kita. Dan dewa menyuruh kita semua untuk melenyapkan nya agar dunia ini tidak kacau." lanjut Charlotte. "Para penyihir gelap itu" Charlotte menggertakan giginya. "Mereka benar-benar tidak tahu diri. Aku benar-benar ingin menghancurkan mereka sebelum mereka menghancurkan dunia ini" dia berkata dengan tatapan penuh dengan kebencian.


"..."


sang nenek tidak merespon sesaat karena sedikit terkejut saat mendengar kata mahluk asing. Mahluk asing itu datang lagi. Apa itu artinya para penyihir gelap akan keluar dari tempat mereka karena Raja mereka sudah tiba sekarang? Dia merasa sangat tertarik akan hal ini.


"Aku sudah lama tidak kembali. Jadi kukira aku akan kembali sekarang..." sang nenek bergumam dalam hati.


"Jangan melakukan hal yang berbahaya" kemudian dia berkata dengan lembut sambil membelai rambut Charlotte. Walaupun gadis ini membencinya, dia tidak bisa mencelakainya. Apalagi membunuh nya. Charlotte sudah seperti anaknya sendiri. Dia tidak bisa membuatnya dalam bahaya.


***


Hal bodoh lainnya terjadi karena mimpi itu juga masuk dalam mimpi Eva. Gadis kecil itu terbangun dari mimpi anehnya hanya untuk melihat Vivian masih tertidur dengan lelap disampingnya sekarang.


"Apa-apaan...." Eva bergumam tak percaya dengan tubuh masih berbaring nyaman di atas tempat tidurnya.


Dia mengganti posisi tidurnya.

__ADS_1


"Ternyata mimpi random para dewa itu juga sampai padaku. Tapi aku tidak mengira bahwa mahluk asing itu benar-benar datang. Kalau bisa aku ingin menemuinya sekali saja dan bertanya dari dunia mana dia berasal. Lagipula mahluk asing itu tidak akan sejahat itu bukan?" aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.


Karena masih mengantuk, aku tetap melanjutkan tidurku. Ini masih jam 6 pagi. Kelas akan dimulai 3 jam lagi. Dia akan tidur selama 2 jam sebelum akhirnya bangun, untuk bersiap-siap. Tapi siapa yang menduga bahwa dewa kucing itu akan mengunjungi nya.


"Halo, lama tidak berjumpa miau~" katanya sambil melambaikan cakarnya.


Eva diam di tempat. Dia menatap kucing gendut itu dengan wajah tidak senang.


"..."


"Hei, ada apa dengan wajahmu miau? Apa kau tidak rindu padaku miau~" kata kucing itu percaya diri.


Urat-urat kekesalan muncul di kepala Eva. "sekarang ada apa?" tanya Eva sambil berusaha menahan rasa kesal nya.


"Kenapa kau berubah jadi sangat tidak ramah miau~"


"Sejak kapan aku bersikap ramah padamu!"


"Kau sangat galak miau~" kucing itu menutupi mata dengan cakarnya.


"... "


"Baiklah, baiklah miau~" kucing itu menyerah. "Aku tahu kau sudah menerima berita tentang mahluk asing dalam mimpimu bukan miau?"


Aku mengerutkan keningku. Kucing ini yang memindahkan jiwaku untuk pertama kalinya. Apa kucing bodoh itu juga memindahkan manusia itu ke dunia ini?


"Bukan aku miau~" kucing itu menolak, seakan-akan dia bisa membaca pikiran Eva. "Aku tidak pernah memindahkan mahluk hidup miau~ Aku tidak seberani itu untuk menjadi dewa nakal~" kucing itu membela dirinya.


"Lalu, kenapa kau muncul di hadapanku sekarang?"


"Hmm miau~ kau tambah jelek miau~" kucing buntal itu mengejek. "Para dewa mengirim kan nubuat kepada para manusia untuk memusnahkan mahluk asing itu miau. Tentu saja dengan perantara penyihir cahaya miau. Aku ingin kau melindungi mahluk asing itu miau. Jangan biarkan dia terbunuh dengan menyedihkan miau."


Aku tersentak setelah mendengarnya. Dia ingin aku melindungi penjahat? Apa kucing ini gila? Nasibku saja sudah dipenuhi dengan kematian. Kalau aku menolong penjahat itu, bukankah takdir kematianku akan semakin dekat?


"Kau salah miau~" kata kucing itu lagi, dia sudah membaca pikiran Eva. "Mahluk asing itu tidak akan membahayakan mu miau~. Dia adalah faktor tidak terduga miau~. Dia akan menolong mu di masa depan, jadi kau harus membantunya miau~" kata kucing itu sebelum akhirnya dia secara perlahan menghilang dari hadapannya.


Eva pun terbangun. Mimpinya sudah selesai. Dewa kucing sialan itu hanya menyuruhnya untuk melindungi mahluk asing yang sama sekali tidak dikenal nya. Saat dia terbangun, Vivian berada di samping nya dengan wajah panik.


"Eva, Eva!" katanya hampir menangis.


"Ada apa denganmu?" Eva mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Apakah kita sudah terlambat? Tapi kenapa kau harus menangis seperti itu?" Eva tidak mengerti. Terlambat bukan hal yang terlalu penting hingga membuat nya panik seperti itu.

__ADS_1


"Eva...Eva..." mata Vivian yang sedari tadi berkaca-kaca akhirnya meneteskan air mata. "Kau tidak bernapas beberapa saat yang lalu. Aku bahkan memanggil mu dengan keras dan menggoyangkan tubuhmu. Tapi kau tidak merespon sama sekali. Aku sangat ketakutan. Aku takut...kau .. kau hiks...." katanya dengan terbata-bata.


"...."


__ADS_2