
cerita sebelumnya:
Para siswa akan memulai misi mereka. Masing-masing dari mereka membentuk kelompok mereka sendiri. Eva mengira dia akan kesulitan mendapatkan kelompok. Tapi ternyata Berta ingin membentuk kelompok dengannya. Pangeran Erick juga ingin sekelompok dengannya.
Lalu Sayn tiba-tiba datang menghadiri kelas dengan penampilan penyamarannya, sehingga tidak ada orang yang mengenalinya. Sayn juga akan setim dengan mereka. lalu tim empat orang itu pun terbentuk.
***
Aku ingin istirahat. Sebenarnya tidak terlalu lelah. Tapi Berta selalu mengikuti ku dan mengajakku berkunjung ke rumahnya. Bukannya tidak mau, tapi aku belum berani melakukan nya sejak kita belum saling kenal cukup lama. Jadi lebih baik aku kembali ke asrama agar Berta menyerah.
Awalnya aku mengira bahwa aku bisa tidur dengan tenang, tapi ternyata sekali lagi Sayn sekali menyelinap diam-diam ke dalam kamarku.
"Kenapa?" aku bertanya dengan nada lelah, tidak melirik Sayn sama sekali dan tetap berbaring di atas tempat tidur.
"Kau lelah?" tanya Sayn sambil duduk di atas tempat tidur. Dia mengambil beberapa helai rambut Eva dan memainkannya. "Gunakan sihirmu untuk menghilangkan rasa lelahmu" katanya.
"Tapi aku tidak bisa memulihkan lelah mental kalau aku tidak tidur" jawabku malas sambil menutup kedua mataku dengan lengan.
Sayn tersenyum. Dia mencium rambut Eva tapi Eva tidak menyadarinya. "Istirahat lah" gumamnya pelan.
Aku mendengar nya, tapi tidak terlalu mengindahkan nya. "Apa yang kau lakukan pada Raja? Bagaimana kau bebas?" tanyaku kemudian.
"Aku sudah berkata padamu bahwa aku bisa bebas dengan mudah kalau aku mau bukan?" jawabnya.
"Aku tidak masalah kalau kau tidak mau memberitahu ku" responku malas. Walaupun aku penasaran tapi aku tidak sepenasaran itu untuk mendesaknya. Kalau dia tidak mau memberitahu ku, tidak masalah sama sekali.
"Aku mengancam nya dan dia membebaskan ku" kata Sayn kemudian dengan nada sangat datar.
Aku langsung bangun dan melihatnya "Kau mengancam nya?" aku melebarkan mataku tak percaya. "Dengan identitas aslimu sebagai pangeran?"
"Tidak. Aku memakai identitas ku sebagai zero" jawab Sayn.
"Ah! Jadi seperti itu" aku mengangguk mengerti dan tidak bertanya lebih jauh. Aku tahu dia menggunakan identitas organisasi membunuhnya untuk mengancam raja tanpa mengungkapkan identitas nya sebagai pangeran. Dan kukira semuanya berhasil.
"Lalu siapa itu?" Sayn mengalihkan topik pembicaraan.
__ADS_1
"Siapa?" aku mengerutkan kening tidak mengerti.
"Pangeran asing itu" dia menjawab.
"Kau tahu dia adalah seorang pangeran, kenapa bertanya lagi?"
Mata Sayn menyipit. Dia tidak menjawab. "Sejak kapan kalian menjadi sedekat itu?" dia bertanya.
"Kami tidak dekat sama sekali. Aku baru saja berkenalan dengan nya kemarin. Dia tertarik dengan ayahku" aku menjelaskan yang sebenarnya.
"Oh? Jangan terlalu dekat dengannya" Sayn memperingati. "Dia membawa aura yang sangat buruk" katanya dengan kata-kata menyindir.
Sepertinya Sayn tidak menyukai pangeran Erick. Aku tidak tahu alasannya sama sekali.
"Kenapa?"
Sayn hanya mengalihkan wajahnya, cemberut. Jadi aku tidak bertanya lagi.
Aku mulai mengalihkan topik untuk bertanya tentang misi akademi yang akan kami terima. Sayn menjelaskan semuanya dengan tenang.
"Mereka akan menyuruh kita untuk menangkap beberapa kriminal yang bersembunyi di ibukota. Ataupun membereskan beberapa masalah di ibukota. Sangat random. Tapi misi itu tidak berbahaya seperti di akademi Well" kata Sayn. "Karena semua murid akademi adalah anak bangsawan, tidak mungkin pihak akademi mengambil resiko untuk memberikan misi berbahaya kepada mereka" sambung nya lagi dengan wajah sedikit cemberut.
"Mungkin kita hanya mendapatkan misi untuk menangkap pencuri kecil. Karena pangeran asing itu satu kelompok dengan kita, mereka tidak akan berani memberikan kita misi yang berbahaya." lanjut Sayn
Keesokan harinya, perkataan Sayn terbukti benar. Misi kami adalah menangkap pencuri makanan yang berkeliaran di daerah ibukota. Ini bukan pencuri tunggal, melainkan sekelompok pencuri yang berkumpul dan meresahkan keamanan yang ada di ibukota.
"Ini terdengar seperti lelucon" kata Pangeran Erick dengan wajah sedih. "Tapi setidaknya aku bisa berkeliling di ibukota kerajaan dan menambah pengetahuan ku" katanya kemudian. Dia menatap Sayn yang sedari tadi menunduk. "Bukankah itu benar pangeran?"
"..." Sayn tidak merespon sama sekali.
Suasana menjadi canggung sesaat karena sikap dingin Sayn. Tapi pangeran Erick tersenyum dan dia mulai berbicara lagi dengan penuh semangat, mengabaikan respon dingin Sayn.
Kami berempat memutuskan untuk melaksanakan misi ini di malam hari, karena para pencuri itu selalu beraksi saat tengah malam atau lewat tengah malam. Dan memutuskan untuk membagi kelompok menjadi dua. Aku dan Berta akan menyamar sementara Erick dan Sayn akan mengejar dan menangkap pencuri itu.
Kami berdua menyamar sebagai nona bangsawan. Kami menggunakan gaun pesta yang mewah dan berlebihan, seakan-akan kami adalah bangsawan pinggiran yang baru saja menghadiri pesta di ibukota. Dibumbui dengan make up tebal yang membuat kami terlihat lebih tua.
__ADS_1
"Bagaimana mereka bisa meninggalkan kita begitu saja!" Berta mengomel. Dia menyibak rambut keritingnya sambil berjalan dengan angkuh.
"Kita bisa pergi ke penginapan mewah untuk tinggal. Siapa yang mengira bahwa pangeran di negeri ini benar-benar buruk. Dia sama sekali tidak memberikan kita tumpangan, humph!" aku mendengus kesal.
Jujur saja, aku ragu bahwa para pencuri itu akan tertipu. Tapi ternyata dugaan ku salah. Dalam sekejap seseorang tiba-tiba menabrak kami. Pakaian nya terlihat seperti pedagang dan dia adalah seorang anak laki-laki.
BAK! Bocah itu menabrak kami.
Wajah Berta menjadi jelek dan dia mulai mengomel. Aku mengikuti Berta untuk mengomel dengan wajah angkuh sambil menyibak gaunku seakan-akan aku menyentuh benda yang kotor. Aku tidak terbiasa bersikap seperti ini, tapi aktingku cukup bagus.
Bocah itu menundukkan kepalanya tanpa merespon. Dan berlari dengan cepat ke belakang.
Berta kemudian sadar bahwa tas mewah nya menghilang dari tangannya. Aku juga berpura-pura sadar bahwa tasku hilang. Padahal aku sudah tahu bahwa bocah itu mencurinya dariku.
"Pencuri!" Berta berteriak keras.
Jujur saja kau terperangah saat melihat tingkah Berta. Gadis ini benar-benar mendalami perannya dengan baik.
Bocah pencuri itu menghilang dalam sekajap. Kami kaget. Dia menggunakan sihir! Tentu saja kami tidak akan mengira bahwa pencuri kecil seperti itu akan bisa menggunakan sihir. Tapo, dia tidak akan pernah melarikan diri dari Sayn dan Erick. Bagaimana pun juga level sihirnya masih terlihat sangat umum dan dasar.
"Bagaimana mungkin misi kita menangkap seorang bocah" Berta bergumam cemberut.
Aku mengangguk. "Siapa yang mengira bahwa pencuri itu masih anak-anak"
Kami berdua langsung membuang gaun berat di tubuh kami dan pakaian akademi yang tersembunyi pun terlihat. Pakaian akademi kerajaan terlihat mewah tapi sebenarnya itu sangat nyaman dan ringan. Lalu kamu berdua menyusul Sayn dan Erick yang sudah mengejar penculik kecil itu. Sangat mudah mengikuti mereka karena Sayn meninggalkan jejak di jalanan.
Kami terus menuju ke arah gerbang di ibukota. Saat itu pemandangan di depan mata kami mulai berubah. Semakin dekat gerbang, maka semakin kumuh lingkungannya. Tidak terlihat lagi gedung-gedung tinggi, tapi dipenuhi bangunan dengan atap jerami. Dan kami bisa melihat beberapa manusia tertunduk di tepi jalan dengan tubuh kurus kering mereka. Pemandangan ini benar-benar menyedihkan. Bahkan tidak ada pemandangan menyedihkan seperti ini di kerajaan Well.
Aku melirik ke arah Berta untuk memperhatikan reaksinya. Dan jujur saja aku sedikit kaget saat melihat ekspresi Berta yang memutih ketakutan.
"Ada apa?" aku langsung bertanya.
Berta tersentak. Lalu dia menggeleng kan kepalanya. "Tidak apa-apa"
"Apa ini pertama kalinya kau berkunjung ke tempat ini?" aku bertanya lagi dan Berta langsung mengangguk setuju.
__ADS_1
Aku mengerjap kaget. Berta tinggal di kerajaan ini tapi dia sama sekali tidak pernah ke daerah ini. Padahal daerah ini masih termasuk ke dalam ibukota kerajaan.
Berta mulai menceritakan kehidupan masa kecilnya sebagai bangsawan. Dia tidak diizinkan berkelana terlalu jauh sampai ke ujung gerbang karena orang tuanya memperingati nya bahwa itu daerah yang berbahaya. Penuh dengan virus penyakit yang bahkan tidak bisa disembuhkan oleh sihir. Dia hanya boleh mengunjungi tempat ini saat dia sudah cukup dewasa. Dan dia tidak mengira bahwa daerah ini adalah daerah miskin dan kumuh. Ini adalah pemandangan yang tidak pernah dilihatnya selama dia hidup, jadi Berta cukup syok karena hal itu.