Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Charlotte


__ADS_3

Charlotte dan Eva saling menatap.


Mereka menatap lawan di depan mereka sebagai mangsa sekaligus musuh, jadi tatapan itu sangatlah tajam.


"Aku membawamu kesini, karena aku ingin Robert juga terpancing kemari!" sahut Charlotte.


"Kenapa aku dihubungkan dengan Robert? Urusan kalian bukanlah urusanku!" kata Eva tajam.


Aku melanjutkan "Aku tahu Menara Sihir kuat. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau Menara Sihir benar-benar meremehkan bangsawan seperti ini. Bahkan berani menculik putri duke dengan tidak hormat!" kataku dingin.


Tatapan Charlotte semakin tajam.


Tapi kemudian, setelah menatapku selama beberapa detik, dia langsung mengerjapkan matanya.


"Haa...." dia menghela napas.


Charlotte menarik tatapan dinginnya dan menatap Eva dengan serius.


"Menara sihir tidak dalam kondisi yang damai sekarang. Kami membutuhkan Robert disini. Tapi dia menghindari kami" jelasnya.


"Kenapa itu menjadi urusanku?" aku memperjelas hal itu lagi. Aku adalah seorang bangsawan, aku benar-benar tidak peduli hal yang terjadi di Menara Sihir.


"Lalu kenapa Robert menghindari kalian? Apa yang kalian lakukan padanya?"


"Itu...itu hanya salah paham" kata Charlotte lirih.


Bah! Jangan menipuku! Dasar pembohong!


Aku tahu identitas Robert sudah terungkap. Identitasnya sebagai anak haram penatua. Jadi penatua itu ingin menggunakan reputasi Robert sebagai jenius sihir, agar bisa membuatnya naik tahta menuju kursi pemimpin.


Ada sepuluh orang penatua dalam menara sihir. Dan mereka saling bersaing untuk menjadi yang terkuat. Penatua kelima, Dean Caro adalah ayah kandung Robert. Dia ingin membuat Robert berada di bawah kekuasaannya agar posisinya terjamin. Sayangnya Robert tidak tertarik untuk membantunya berebut kekuasaan. Dia tidak menginginkan nya! Karena itulah dia meninggal kan menara sihir dan menjadi guru di akademi.


"Oh?" aku mengangkat alisku.


"Bagaimana Robert bisa salah paham dengan kalian? Apa yang kalian lakukan padanya? Kalian pasti berbuat salah, karena itulah dia berpaling!"

__ADS_1


"uhh..." Charlotte bergumam ragu.


"Aku dan Robert sudah bersahabat sejak kecil. Penatua Caro, sekaligus master Robert sudah kuanggap sebagai masterku sendiri. Tapi tiba-tiba badai datang. Ternyata Robert adalah putra kandung dari masternya sendiri, Dean Caro! Seluruh menara sihir kaget. Jadi mereka mulai meletakkan sasaran mereka pada Robert, karena rasa iri dan benci akan prestasinya. Serta latar belakangnya sebagai anak penatua. Semenjak itu, Robert jarang berkunjung ke Menara Sihir. Dean Caro sedih melihat anaknya melarikan diri, dia memintaku untuk membantu nya agar membujuk Robert . .." kata Charlotte menjelaskan


"Kami tidak berbuat salah. Itu adalah keegoisan Robert sendiri!"


Hmm, dia benar-benar mengarang cerita. Mencampur kan fakta dan imajinasi. Benar-benar kreatif! Kalau aku tidak membaca novel ini sebelumnya, pasti aku benar-benar mempercayainya.


"Kalian teman masa kecil bukan? Robert pasti mau datang kalau kau memohon padanya"


"Dia memang mau" jawab Charlotte lirih.


"Dia hanya datang sebentar, kemudian pergi. Dia benar-benar tidak mau bertemu dengan ayahnya"


"Cih! Itu urusah kalian!" teriakku. Aku mempertegas nya lagi "Apa pun yang terjadi di menara sihir tidak ada hubungannya denganku!"


Charlotte menatap Eva dengan benci. Seumur hidupnya, dia tidak pernah dibentak seperti ini! Bahkan raja negeri ini sangat hormat padanya. Tapi gadis kecil ini, hanya seorang bangsawan, berani menentang dan memperlakukan nya dengan tidak hormat.


"Aku pergi!" sahutkku sambil berdiri. "Jangan menahanku. Kalian menangkap orang yang salah!" Aku bersiap untuk pergi dari tempat itu.


Dia sudah putus asa karena sikap Robert yang acuh tak acuh. Dia perlu memancing Robert kemari, lalu menangkap nya dan mengurungnya. Dia perlu Robert agar Dean Caro naik tahta, dan dia bisa menuai manfaatnya. Dia tahu Robert jarang mengunjungi menara beberapa tahun belakangan ini. Dia mencari informasi, bahkan Robert sering berkunjung ke kediaman Duke. Bahkan mengangkat gadis bangsawan sebagai muridnya. Dia bisa memanfaatkan hal ini. Ini satu-satunya cara. Dia tidak bisa membiarkan gadis liar ini lepas!


"Kau berani mengancamku!!!" teriakku marah.


"Aku tidak peduli kau putri suci atau apa pun itu. Aku tidak peduli dengan menara sihirmu! Kau kira pasukan kerajaan kami takut dengan kalian! Jangan bermimpi! Huh!"


Aku merasa kemarahanku sangat memuncak. Dan tanpa sadar, aku merasakan pergerakan dalam diriku.


Eh? ini mana? Aku bisa menggunakan sihir sekarang?


Aku mencoba menarik mana dari lingkungan. Dan tidak bisa!


Ternyata mana masih disegel disini. Aku hanya bisa menggunakan mana simpanan di dalam tubuhku!


Karena aku bisa melawan, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!

__ADS_1


Aku mulai mengarahkan sihir api ke arah Charlotte. Charlotte tidak mengira bahwa dia akan diserang. Jadi dia hanya mematung dan membelalakkan matanya kaget.


Aku berharap serangan ku kena. Tapi itu gagal!


"Putrii!!" sosok berjubah itu dengan cepat membawa Charlotte dan membuatnya menghindari seranganku.


"Bagaimana gadis itu bisa menggunakan sihir?!"


Charlotte menggertakkan giginya. "Kurang ajar!! Gadis sialan!!" dia membentak.


Image gadis sucinya benar-benar tidak cocok dengan ekspresi wajahnya yang seperti penyihir jahat. Penulis novel ini benar-benar buta. Aku menggeleng kan kepalaku. Bagaimana bisa gadis seperti ini menjadi gadis suci? dia lebih cocok menggubakan gelar 'iblis' daripada gelar 'suci'.


"Tangkap diaa!!! Lalu kurung dan cambukk dia sampai setengah mati!" katanya geram.


Swosh! Sosok berjubah putih itu mulai mengejarku.


Aku menggunakan sihir angin, mempercepat pelarianku. Tapi sosok itu lebih cepat, dan tiba lebih dulu di depan pintu, untuk menghalangi ku.


Aku bersiap menggunakan sihir lainnya. tapi aku lupa, aku berada di menara sihir. Aku tidak boleh mengungkapkan kekuatan ku di depan publik. Karena aku belum bisa melindungi diriku sendiri. Atau aku akan menjadi anjing percobaan di menara sihir ini. Jadi aku hanya bisa menggunakan sihir api dan angin.


Aku mulai melontarkan sihir dan sosok itu juga melontarkan sihir. Ternyata sosok berjubah itu juga bisa menggunakan sihir dalam tubuhnya!


Akhirnya, kami saling menyerang. Tapi tidak ada yang terluka. Serangan kami sama-sama tidak mempan.


Tapi aku benar-benar lupa aku punya dua musuh!


Charlotte saat ini sedang menggunakan sihirnya. Lalu sosok berjubah itu juga menggunakan aihirnya. Aku dikepung dari depan dan belakang!


Syuu!! Sihir mereka terlontar. Aku berpikir cepat. dan hanya melindungi diriku dari sihir sosok berjubah, karena aku merasa sihirnya lebih merusak. Aku hanya bisa menahan satu sihir dan membiarkan sihir lainnya mengenaiku.


Tapi aku tidak merasakan apa pun di punggungku. Kenapa? Tidak mungkin putri suci itu tidak bisa menggunakan sihir serangan bukan?


Aku menoleh, dan melihat sosok berjubah tinggi di belakangku.


Siluet ini...

__ADS_1


Orang itu muncul! Robert sudah muncul!


__ADS_2