
Cerita Sebelumnya
Sayn membawa Eva masuk ke dalam istananya. Dan dia juga menceritakan kejadian di dalam istana itu. Bahwa bocah pendek dan kurus yang dilihat Eva di istana adalah boneka kayu yang dirombak menjadi manusia. Sayn menggunakan sihir kuno. Alasan dia melakukan ini karena dia tidak mai menghadiri pertemuan istana yang merepotkan.
Sayn juga membawa Eva ke suatu tempat di lantai teratas. Di tempat itu Eva melihat pemandangan padang rumput yang indah. Dan smada satu pohon yang mencolok di tengahnya. Pohon besar itu bercahaya dan dikelilingi oleh kunang-kunang. Eva terpesona dengan pohon itu.
Sayn menarik sesuatu dari si pohon dengan sihir. Sesuatu yang berbentuk seperti ranting pohon. Sayn membentuk nya menjadi sebuah mahkota dan memberikan item itu pada Eva. Sayn mengatakan benda itu dapat melindunginya dari sihir pikiran.
***
Hari sudah semakin malam. Kira-kira para bocah itu sudan pulang dari jalan-jalan belum ya? Apa Robert juga sudah selesai dengan urusannya?
"Sudah mau kembali?" tegur Sayn saat melihat gadis kecil di depannya sedang melamun.
"Hem" aku mengangguk.
"Aku akan mengantarmu"
"Eh? Tidak usah" tolakku langsung. "Kalau kau keluar, bagaimana kalau ada yang melihat?" kataku tidak senang. Aku tidak ingin ketahuan oleh orang lain bahwa aku menyelinap ke istana pangeran.
"Kau meragukan kemampuan ku?" kata Sayn kesal. "Aku bisa membawamu tanpa seorang pun yang tahu"
"Tidak perlu" aku menolak lagi. "Aku akan pulang sendiri. Bye" seketika aku langsung menggunakan sihir teleportasi untuk pindah ke depan halaman penginapan. Ini cukup mudah oke. Dia tidak perlu membuatnya menjadi rumit dengan mengantarku segala.
"...." Sayn masih terdiam di tempatnya saat Eva menghilang tiba-tiba. "Sulit..." gumam nya sambil mengernyitkan kening frustasi. "Apa aku harus lebih agresif?"
***
Aku sudah tiba di halaman depan penginapan. Aku mencoba menggunakan sihir angin dan sihir pendeteksi untuk mendeteksi sekelilingku.
"Aman... kelihatannya bocah-bocah itu belum pulang" Karena aku tidak merasakan keberadaan siapa pun.
Aku pun langsung berjalan santai menuju kamarku.
Kriett! Secara perlahan aku membuka pintu.
"Dari mana ?" suara yang kukenal bergema di telingaku. Dan aku melihat Robert berada di depanku! Pria itu duduk dengan santai di pinggir kasur sambil menyilang kan kakinya.
"Dari mana?" tanya Robert lagi dengan nada penuh selidik.
"Em...master...aku aku hanya berkeliling..." kataku lirih sambil berusaha membuang pandangan. Aku tidak ingin menatap wajahnya Entah kenapa sedikit takut kalau dimarahi.
"Oh?" Robert menaikan alisnya. "Berkeliling ya...kau tidak menyelinap ke tempat-tempat aneh bukan?"
Deg! Aku kaget. "Tidak.... tidak..."
"Lalu benda apa di kepalamu?"
Deg! Aku tersentak lagi. "Master, kau bisa melihatnya?!" kataku panik sambil meraba-raba kepalaku. Aku bahkan tidak merasakan ranting pohon itu di kepalaku. Tapi Robert dengan mudah melihatnya.
__ADS_1
"Jangan memakai benda aneh di tubuhmu" kata Robert tidak senang sambil berusaha menyingkirkan mahkota itu dari kepala Eva.
"Ah!" aku tersentak karena Robert tiba-tiba memegang kepalaku. "Jangan master. Ini bukan benda aneh. Ini item sihir yang bisa mencegah sihir pikiran. Sayn memberikan ini padaku"
"Sayn?" Robert mengernyitkan kening. "Kau menyelinap ke istana pangeran?".
"...." aku terdiam mematung. Tanpa sengaja aku benar-benar mengatakannya tanpa berpikir.
"Umm...maaf master..."
"Pangeran gila itu yang menyuruhmu?"
"...." Seketika aku mengerjapkan mataku bingung.
"Dia benar-benar memintamu untuk menemuinya?"
"...." aku masih bingung. Bagimana Robert bisa berpikir kalau Sayn yang menyuruh ku datang? Padahal kan aku mengambil inisiatif sendiri untuk menjelajah....
"Tidak master...."
"Lain kali jangan menyetujuinya. Bagaimana bisa bocah-bocah itu melekat padamu seperti lem. Ini benar-benar menguras tenagaku untuk menyingkirkan mereka."
"...." Tidak apa-apa bukan kalau aku mengkambing hitamkan Sayn supaya tidak kena marah.
"Jangan lakukan lagi. Itu berbahaya" kata Robert serius sambil menyipit kan matanya. "Kalau kau ketahuan menyelinap ke istana pangeran, kita semua bisa terkena rumor buruk kalau salah satu dari mereka terluka nantinya."
"Baiklah aku lelah" kata Robert malas sambil merebahkan dirinya di kasur.
"eh? Kau tidak kembali ke kamarmu master?"
" Ini kamarku"
"Tidak! Ini kamarku!" kataku tidak senang.
"Kau mengusir tuanmu sendiri?" kata Robert sambil mengangkat alisnya.
"Uh..."
Robert tidak peduli. Dia merenggangkan tubuhnya sambil menguap. "Aku akan mengawasimu supaya kau tidak kabur lagi malam ini."
Puk! Puk! Robert menepuk sisi kasur di sampingnya. "Ayo kemari"
Entah apa yang merasuki tubuhku, aku refleks menuruti perkataan Robert dan merangkak ke tempat tidur.
Melihat Gadis kecil itu menghampirinya, Robert langsung membawanya dalam pelukan. "Benar-benar patuh seperti anjing kecil" kata Robert sambil menepuk kepala Eva.
"Master, apa yang kau lakukan selama beberapa hari ini?" tanyaku penasaran.
"Hanya misi umum dari kepala sekolah. Dia menyuruhku ke negara Kano sebagai utusan untuk program pertukaran pelajar ini."
__ADS_1
"A...begitu..."
"Sudahlah...ayo tidur. Ini sudah larut."
"Ini belum larut master. Kau berbohong. Para bocah itu bahkan belum kembali dari jalan-jalan" kataku cemberut. Mereka semua masih bersenang-senang di ibukota dan belum kembali. Ada sedikit rasa iri yang terbesit. Tapi langsung hilang karena aku tahu bahwa besok aku bisa berkeliling juga.
Secara perlahan kedua orang itu mulai tertidur. Dan kali ini Robert masuk ke dalam mimpi aneh lainnya yang disebabkan sihir gelap gadis itu.
***
Robert tahu tempat ini. Sekarang dia berada di kerajaan Kano. Dia melihat kejadian di depannya. Ada seorang gadis kecil berambut coklat yang berdiri di tengah-tengah aula.
"Wajah nya sangat familiar...dimana aku pernah melihatnya..." pikir Robert. "Ah! Dia salah satu murid yang kubawa. Si pengguna elemen cahaya yang terkenal itu, Reina!"
Robert bingung. Kenapa dia bisa bermimpi tentang Reina? Apa karena sihir gelap Eva berulah lagi? Apa sebenarnya yang terjadi? Robert masih bingunh darimana mimpi aneh ini berasal. Lebih tepatnya dia penasaran. Bagaimana bisa gadis kecil itu bermimpi seperrti ini. Apa penyebabnya? Khayalan gadis itu benar-benar tidak terduga dan diluar nalar.
Robert melihat Reina berada di tengah-tengah aula. Dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan karena adegan langsung berganti.
Reina disambut dengan ramah oleh raja dan diberikan kamar tamu terbaik di kerajaan. Lalu adegan berganti lagi. Kali ini adegan Reina dan seorang pria yang bertemu secara kebetulan.
"Pria ini tidak asing...entah kenapa aku ingin memukulnya...." gumam Robert. "Ah! Pantas saja! Ini pangeran brengsek lainnya!"
Adegan berganti lagi. Kali ini Reina berada di dalam istana Sayn. Mereka mengobrol akrab.
Adegan berganti lagi. Gadis bernama Reina itu kembali ke Kerajaan Well.
Adegan selanjutnya tidak ada gadis bernama Reina. Tapi hanya pangeran Sayn dan para saudaranya. Adegan ini adalah adegan kudeta yang dilakukan oleh Sayn dan organisasi yang dimilikinya. Saat ini Sayn membunuh semua anggota keluarganya dan naik tahta.
Robert melonggo dengan kejadian di depannya. Dia cukup kaget. Kejadian apa ini? Dia tidak pernah membayangkan akan melihat pembunuhan keluarga kerajaan. Dan dia tidak tahu ternyata pangeran Sayn yang terkenal lemah sejak kecil akan sebengis ini. Semua ini benar-benar diluar ekspektasi nya.
Lalu adegan berganti lagi menjadi perang antar kedua negara. Robert bahkan melihat dirinya sendiri berdiri di tengah-tengah pertempuran dan melemparkan mantra.
.
"Apa yang sedang terjadi sih?" Bagaimana ini bisa terhubung ke mimpi aneh sebelumnya saat dia terjun dalam perang?
Padahal mimpi ini bukan tentang dirinya. Tapi tentang orang lain. Bagaimana dia bisa bermimpi tentang kehidupan orang lain?
Mimpi itu berakhir dan Robert langsung terbangun. Saat dia membuka mata, dia meluhat gadis kecil dalam pelukannya masih tertidur pulas. Dan dia melihat untaian-untaian mana gelap menyelimuti gadis itu dan bergerak seperti cacing
"Benar-benar karena sihir gelap ini ya?" gumam Robert.
Robert masih bingung dengan mimpi yang dialaminya. Dia menganggap itu sebagai cerita halusinasi yang dipikirkan oleh gadis kecil ini. Tapi ada satu yang aneh. Gadis bernama Reina selalu muncul dalam mimpi ini. Dia ingat bahwa dirinya dalam mimpi juga menyukai gadis bernama Reina ini.
Sebenarnya ada apa dengan Reina? Dia tahu hubungan Eva dan Reina cukup buruk. Bisa jadi dia tidak menyukai Reina dan memimpikan hal-hal aneh tentangnya. Tapi apa hubungan si Reina ini dengan dirinya? Bagaimana gadis itu bisa membuat dirinya dalam mimpi menyukai Reina? Dia benar-benar mengkhayal kan sesuatu yang bodoh...
"Dia memang gadis bodoh..."
Robert berusaha tidak menanggapi mimpi yang dialaminya. Dia yakin ini hanya khayalan Eva dan dua berniat melupakan nya.
__ADS_1