
Cerita Sebelumnya:
Mereka pun memutuskan untuk membawa pangeran yang terluka ke titik point dan mereka berpencar untuk mencari kelompok lain serta Reina. Karena mereka membutuhkan Reina untuk menyembuhkan si pangeran.
Saat itu kebetulan mereka menemukan pangeran lainnya yang terluka, tapi tidak terlalu parah. Pangeran itu menceritakan bahwa dia melihat segerombolan binatang sihir yang melukai kelompoknya. Setelah Sayn mengantar pangeran itu ke titik lain, mereka menemukan hal yang mencurigakan.
***
Mereka menatap sekumpulan anak-anak yang ada di semak-semak.
"Apa maksudmu?" tanya Sayn
Aku menatap Sayn serius dan menceritakan segalanya yang kulihat saat itu. Aku menceritakan bahwa anak-anak itu memasang wajah penuh kebencian saat rombongan dari Kerajaan Kano masuk. Lalu melihat mereka membicarakan hal aneh saat aku melintas di halaman akademi. Aku juga menceritakan situasi keluarga mereka pada Sayn, tentang orang tua mereka yang gugur saat perang kerajaan.
Sayn berpikir keras setelah mendengar ceritaku
"Aku masih belum bisa berpendapat" kata Sayn ragu "kita perlu bukti saat ini"
Aku mengangguk setuju.
Kami pun mendekati mereka. Kami memakai sihir untuk menghilangkan keberadaan kami dan juga menyamar kan keberadaan kami. Dan kami mulai menguping pembicaraan mereka.
Sayn menatap ku sambil memberi aba-aba bahwa dia akan merekam mereka. Dan aku mengangguk setuju.
"Bagaimana?"
"Kita sudah hampir selesai, tinggal tahap terakhir"
"Apa kau yakin ini aman?"
"Tenang saja. Kau juga sudah tahu sistemnya bukan?"
"Ya. aku tahu. Tidak mungkin kelompok lain kemari karena mereka sudah memiliki lawan masing-masing. Jadi kita aman. Tidak mungkin ada kelompok yang cukup bodoh melanjutkan praktek saat mereka sudah menang dan mendapatkan kartunya"
Deg! Mendengar kalimat terakhir, aku dan Sayn langsung terbalalak. Entah kenapa kami merasa terpanggil saat mereka menyebut "kelompok bodoh". Ini semua bukan keinginan kami oke, tapi keinginan Lilac! Tapi kalau kami tidak menjadi kelompok bodoh itu, kami tidak akan bisa menemukan kasus ini...
"Aku pasti akan menghancurkan mereka" kata Sayn sambil tersenyum sinis. Aku merasa merinding saat menyaksikannya.
"Sekarang tinggal tahap terakhir"
"Ayo semangat!"
"Ya!"
"Ya!"
Mereka saling menyemangati satu sama lain dan mulai beranjak dari tempat itu.
Sebelum mereka pergi, Sayn mengangkat tangannya untuk menggunakan sihir. Dalam waktu singkat semua bocah itu langsung terjerat dalam jala aneh. Jala itu berwarna bitu terang. Dan para bocah itu dibungkus seperti ikan yang dijaring oleh nelayan.
Anak-anak yang tertangkap itu masih melonggo bingung sebelum membuka mulut sebagai ancang-ancang untuk teriak. Tapi akhirnya gagak karena Sayn langsung menggunakan sihir agar mereka tidak bisa berbicara.
"Aku sudah menggunakan alat anti sihir untuk kalian" kata Sayn sambil menunjukkan diri.
"Baiklah ceritakan semua rencana buruk kalian" kata Sayn sambil tersenyum diam.
__ADS_1
Mereka masih memberontak sambil berusaha berteriak. Tapi semakin mereka memberontak, jaring akan semakin ketat membungkus tubuh mereka dan membuat mereka semakin kesakitan.
"Cepat katakan apa yang kalian rencanakan" desak Sayn dengan nada dingin.
Tapi mereka tetap tidak peduli dan tetap memberontak untuk lepas dari jaring.
"Baiklah....aku akan membunuh kalian disini. Aku akan memastikan semua tubuh kalian terbakar menjadi abu. Dan aku tidak peduli walaupun sudah ketahuan. Lagipula negara kita akan tetap berperang pada akhirnya" kata Sayn sambil mengambil ancang-ancang untuk menggunakan sihir.
akhirnya mereka langsung terdiam. Lalu mereka dengan cepat melambaikan tangan mereka, menyatakan diri mereka menyerah.
Sayn pun membatalkan sihirnya
"Puah....Baiklah kami akan mengaku...."
Stare!
Sayn tidak menjawab tapi dia menatap tajam mereka.
Mereka kembali terdiam dan bergidik ngeri.
"Kami akan memberitahu mu...."
"Jangan berbohong" aku memperingatkan.
Mereka mengangguk cepat.
"Kami tidak akan berani...."
"Sebenarnya...kami merencanakan sesuatu.."
Cih! Sayn mendecakkan lidahnya kesal. Anak-anak ini terlalu bertele-tele. Dia tidak menyukainya.
"Kami memang membuat rencana."
"Rencana itu tidak serius. Hanya main-main"
"Kami bersungguh-sungguh"
"Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya. Kami meletakkan beberapa bubuk diare dalam minuman para pangeran"
"Itu tidak berbahaya. kami hanya ingin melihat mereka menderita."
"Mereka tidak akan mati. Kalau pun mereka mati, berarti mereka tidak berguna. Ups... maafkan perkataan ku"
"..."
Aku dan Sayn terdiam. Kami menatap satu sama lain kebingungan.
Apa? Bubuk diare? Apa kalian bercanda? Maksudku bagaimana dengan semua binatang sihir yang dilihat korban?
"Kami tidak berbohong" kata mereka menekankan nada bicara dengan wajah bersungguh-sungguh. Mereka melakukan itu saat melihat keraguan di mata kami.
Aku dan Sayn saling bertatapan dengan wajah bingung.
Tapi Sayn langsung menjawab "Mereka tidak berbohong..." katanya lirih, yang membuatku semakin bingung.
__ADS_1
Lalu darimana asal semua serangan itu. Dan ternyata aku sudah salah paham selama ini kepada bocah-bocah ini hanya karena tatapan kebencian mereka.
"Ini akan menjadi rumit...." gumam Sayn. "Aku akan menceritakan sesuatu yang berbahaya pada kalian..." Sayn menatap mereka sebelum menceritakan semua kejadian itu. Kejadian dimana kami menemukan kelompok lawan dari mereka terbaring terluka, bahkan ada yang kehilangan anggota tubuh. Untuk sisanya kami bahkan belum tahu nasib mereka.
Mata mereka melebar setelah mendengar cerita Sayn. Mereka langsung menundukkan kepala mereka dan merasa bersalah.
"Kami memang berencana mencelakai mereka. Tapi tidak sampai sekejam itu untuk membunuh mereka." mereka menyatakan pembelaan lagi.
"Kami hanya ingin membuat mereka menderita, bukan untuk menbahayakan nyawa mereka" kata salah satu dari mereka.
"Aku tahu" jawab Sayn. Tapi Sayn masih bingung menemukan penyebabnya. Ada seseorang yang ingin membuat kedua negara berperang, tapi siapa itu. Dia belum menemukannya.
Sebenarnya Sayn sangat mengetahui banyak informasi dari kedua belah pihak, Kano dan Well. Tapi dia tidak bisa menemukan pelaku utama karena terlalu banyak tersangka dalam daftarnya. Dia tidak bisa menebak sembarangan orang.
Menyembuhkan mereka dengan ramuan penyembuhan sangatlah mudah, tapi mengembalikan anggota tubuh yang hilang....dia sedikit bingung akan hal itu. Dia berharap gadis penyembuh itu dapat melakukannya.
"Baiklah kalian semua ikuti aku. Kita akan mencari anggota lainnya"
Para bocah nakal itu hanya mengangguk dan dengan patuh mengikuti.
Akhirnya mereka terbagi menjadi beberapa kelompok dan mereka menyebar.
Saat barisan tersebut mulai bubar, dari semak-semak yang berjarak beberapa meter muncul bayangan hitam. Ada dua bayangan, dan mereka saling berpandangan.
"Kita gagal...." gumam salah satu bayangan dengan nada berbisik.
Bayangan lain hanya mengangguk sebelum bergumam "lapor..."
Shuuu! Kedua bayangan itu secara perlahan menghilang.
***
Mereka berpencar ke beberapa arah dan akhirnya menemukan beberapa orang terluka. Untungnya luka mereka tidak parah dan masih bisa disembuhkan dengan ramuan penyembuhan.
Setelah beberapa saat semua orang ditemukan. Tidak ada yang meninggal, mereka hanya terluka di beberapa bagian tubuh. Yang paling sulit adalah menemukan cara untuk menyembuhkan orang yang kehilangan anggota tubuhnya.
Dan akhirnya Reina dan kelompoknya pun ditemukan setelah beberapa menit. Mereka sangat senang dan membawa gadis penyembuh itu ke titik point untuk melihat pasien yang terluka. Mereka juga menceritakan semua yang terjadi dan itu mengejutkan semua orang.
Mereka sangat berharap Reina bisa menyembuhkan pangeran itu sebelum pelajaran mereka berakhir.
Sampai akhirnya Reina berkata "Ini sulit...aku perlu menumbuhkan tulangnya. Ini memerlukan banyak sekali mana. Aku perlu ramuan sihir langka..."
"Kita tidak punya ramuan itu. Kita perlu memberitahu alchemis untuk membuat nya. Tapi semuanya sudah terlambat karena semua orang akan mengetahui hal ini dan kekacauan akan terjadi" Sayn memberikan pendapat.
"...."
Semua orang terdiam. Mereka tidak bisa memberikan saran apa pun karena Reina lah harapan mereka.
"Sayn...." aku bergumam agak ragu.
Aku langsung memberikan sinyal telepati pada Sayn "Aku sebenarnya juga mempunyai elemen cahaya....mungkin aku akan mencoba menyembuhkan nya"
Mata Sayn membelalak saat dia mendengar perkataan Eva. Sayn tahu Eva mempunyai banyak elemen, tapi dia tidak pernah tahu kalau Eva juga mempunyai sihir penyembuhan.
"Aku akan mencobanya...." kataku ragu. "Tapi semuanya harus berlangsung secara rahasia. Hanya aku dan si korban..."
__ADS_1
Tanpa ragu Sayn langsung membubarkan semua orang dan membuat tempat privat untuk Eva dan si pangeran.
Aku masuk ke dalam tenda dan melihat tubuh terkapar di depanku. Aku agak ragu apakah aku bisa menyembuhkan orang karena ini adalah pengalaman pertamaku.