
Cerita sebelumnya:
Para pangeran dan putri itu ternyata diterima dengan baik di kelas mereka. Ternyata dugaan Eva salah! Tidak terjadi hal buruk seperti yang dibayangkan nya. Dan dia merasa sangat senang atas itu.
Setelah menyelesaikan kelasnya, Eva pergi ke kantin akademi. Dia sangat ingin mencoba makanan yang ada di akademi karena dia sangat penasaran. Dia juga merasa penasaran untuk membeli makanan dengan poin prestasi miliknya.
Saat dia sedang asyik makan, tiba-tiba kedatangan beberapa orang memecah perhatian. Mereka adalah Denis dan beberapa temannya. Denis menghampiri Eva dan tiba-tiba menyuruhnya untuk masuk menjadi anggota dewan.
***
"Baiklah, ikut aku" kata Denis langsung sambil menarik tangan Eva.
"Eh?" Aku masih melonggo bingung. "Tapi Yang Mulia sama sekali belum makan?"
Denis mengerutkan keningnya. "Siapa yang ingin makan? Aku kesini untuk menjemput mu"
"..." Aku sontak melonggo. Aku melihat Denis lalu melihat rombongan yang dibawanya. Buat apa dia menjemput ku dengan orang sebanyak itu? Apa yang diinginkan nya?
Aku sama sekali tidak merasa terharu atau bahagia. Aku merasa sangat bingung dan semuanya terlihat menakutkan. Maksudku sikap berlebihan Denis membuatku sangat tidak nyaman.
Sebenarnya aku akan menerima perlakuan Denis yang sekarang dengan bahagia dan mungkin aku akan jatuh cinta kepadanya. Ini semua akan terjadi sebelum aku mengalami mimpi buruk itu. Aku mengalaminya sebanyak lima kali. Dan dalam mimpi itu Denis sudah lima kali membunuh ku. Dan semuanya terasa sangat nyata. Jujur saja itu semua membuatku sedikit trauma. Karena hal itu, saat berada di dekat Denis aku selalu membayangkan wajahnya saat membunuhku. Wajah yang dipenuhi dengan kebencian dan terlihat sangat mengerikan.
Sikap Denis yang berlebihan membuatku waspada dan semakin curiga. Padahal aku tahu Denis tidak berniat buruk padaku. Tapi tetap saja terbesit dipikiran ku bahwa dia melakukan sesuatu yang rahasia dan dia sedang berpura-pura.
Tidak, tidak, pasti tidak mungkin. Maksudku, ini belum eventnya. Dan juga sikap Denis benar-benar berbeda dari mimpi buruk itu. Tapi aku tetap tidak bisa menurunkan sikap waspadaku dan membuatku benar-benar mati kali ini.
Akhirnya aku dengan pasrah menerima tarikan dari Denis. Denis memegang pergelangan tanganku dan langsung menarikku. Aku dibawa keluar kantin. Saat kami keluar, rombongan yang mengikuti Denis secara otomatis mengikuti kami di belakang. Dan sekali lagi, aku menjadi pusat perhatian.
Haa~
__ADS_1
Akhirnya, kami tiba di sebuah gedung. Ini bukan gedung biasa, tapi gedung rahasia! Aku benar-benar tidak tahu bahwa ada ruang bawah tanah di akademi ini. Dan ini adalah tempat para dewan akademi. Ini benar-benar mengejutkan ku. Aku baru tahu karena Eva di dalam novel sama sekali tidak pernah terlibat dengan Dewan.
Emm...dewan ya? Aku jadi ingat sesuatu tentang ini. Kalau tidak salah Denis mengenal kan Reina ke semua anggota dewan. Semenjak kejadian itu, semua orang menyukainya dan orang yang melindungi nya semakin bertambah. Karena itulah dia selalu selamat di setiap bencana yang dialaminya. Benar-benar Reina yang beruntung...
Tapi karena posisi Reina sudah digantikan olehku, tidak mungkin dia akan mendapatkan keberuntungan ini lagi kan?
Saat aku masuk ke dalam ruang bawah tanah ini, aku tersentak takjub. Aku tidak menyangka bahwa dekorasi ruang bawah tanah akan indah seperti istana. Ini benar-benar mengejutkan ku. Bahkan ada tahta kecil di aulanya.
Denis menuju tahta kecil itu dan duduk di atasnya. Lalu dia menarik tangan Eva dan melemparkan tubuhnya di pangkuan nya.
Aku langsung terkejut saat Denis menarikku ke pangkuannya. Apa-apaan ini? Aku merasa ini memalukan! Kenapa dia melakukan hal seperti ini di depan banyak orang! Bahkan aku melihat semua orang memasang wajah kaget saat Denis melakukan itu
Aku tidak bisa mengontrol emosiku. Dan tanpa kusadari wajahku memerah.
Denis memperhatikan bahwa gadis kecil di pangkuannya menunduk dengan wajah memerah. Dia langsung tersenyum senang.
"Kalian semua pasti sudah tahu bahwa gadis kecil ini tunangan ku bukan?" kata Denis percaya diri.
"Dia akan bergabung menjadi anggota dewan..."
Mata semua orang membelalak kaget kecuali semua orang yang sudah mendengar pembicaraan kami di kantin tadi.
"Dia akan menjadi wakilku" kata Denis langsung. "Dia akan membantuku dan akan menggantikan ku saat aku tidak ada"
Mereka semakin kaget saat mendengar lanjutan dari pembicaraan Denis.
"Apa ada yang berani menentang keputusan ku?" kata Denis dengan nada dingin sambil menatap semua orang. Denis menatap tajam ke arah orang-orang yang berekspresi tidak senang.
Mereka langsung salah tingkah saat Denis menatap mereka. Dan mereka mulai mengalihkan pandangan mereka.
__ADS_1
Aku masih duduk mematung di pangkuan Denis. Aku memang setuju untuk bergabung dengan anggota dewan. Tapi aku tidak pernah bilang kalau aku ingin menjadi wakil ketua! Apa-apaan ini! Denis memutuskan ini tanpa meminta pendapat ku dulu. Dia benar-benar seenaknya!
Aku memberi Denis tatapan tajam. Tapi Denis hanya memberiku tatapan acuh tak acuh dan senyum nakal. Urat-urat bermunculan di kepalaku. Aku benar-benar kesal! Dia benar-benar mengolok-olokku! Denis sialan itu!
"Maaf Yang Mulia....Aku benar-benar tidak setu...."
"Baiklah kalian boleh bubar" Denis secara langsung memotong ucapanku.
Tanpa berbicara, semua barisan langsung bubar tanpa suara.
Setelah semua orang pergi dan hanya tertinggal aku dan Denis, aku langsung melompat turun dari pangkuannya dan mengomel.
"Kau benar-benar tidak tahu malu! Kapan aku bilang aku ingin menjadi wakil ketua?! Batal kan sekarang juga! Aku sama sekali tidak ingin bergabung dengan dewan!" pekikku kesal.
Wajah Denis langsung cemberut tapi dia langsung tersenyum nakal. Dengan santainya dia melipat kakinya dan bersandar di kursi.
"Ah~ kau akan dicap tidak baik kalau membatalkan nya. Lagipula semua orang sudah tahu kalau kau setuju. Kalau kau membatalkannya, aku yakin akan ada rumor buruk yang tersebar. Aku yakin ini akan mempengaruhi reputasi duke juga..." kata Denis malas. Tersirat makna mengancam dalam suaranya.
Aku langsung kaget saat Denis menyebutkan nama Duke. Ayahku sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini!
"Kau benar-benar....!" aku berteriak dan ingin memakinya "brengsek", tapi aku langsung menghentikan nya karena aku tahu bahwa orang ini bukan orang biasa tapi putr mahkota. Aku tidak ingin membuat masalah yang tidak perlu karena hal sepele ini.
Haa~ aku menghela napas. "Baiklah" kataku pasrah sambil menatap tajam Denis. "Aku akan pergi dulu" kataku acuh sambil melangkah kan kaki keluar pintu.
"Tunggu!" teriak Denis panik. Tapi Eva tidak mempedulikan nya.
Melihat sikap Eva yang berubah dingin, Denis merasa was-was. Dia hanya ingin bercanda dengan gadis itu. Dia tidak tahu bahwa gadis itu akan benar-benar marah. Lagipula siapa yang tidak mau menjadi wakil ketua Dewan? itu posisi yang sangat diinginkan anak-anak di akademi ini.
Walaupun Denis merasa khawatir, harga dirinya menahannya untuk menghampiri Eva dan meminta maaf. Denis merasa diri nya sama sekali tidak bersalah. Gadis itu terlalu berlebihan dan kekanakan.
__ADS_1
Lagipula Denis sangat yakin di dalam lubuk hatinya, bahwa dia bisa membuat gadis kecil itu menjadi takluk padanya. Dia sangat yakin itu. Dia hanya perlu mencoba dan berusaha lebih keras.