
Cerita sebelumnya:
Geranina menantang Eva dan Eva menerima tantangan itu.
Pertandingan mereka pun dimulai. Geranina menggunakan pedangnya untuk menyerang. Tapi Eva terus menghindar. Akhirnya Geranina memutuskan untuk menggunakan sihir tingkat tinggi milik nya. Tapi Eva berhasil selamat dari sihir itu.
Eva pun membalas menyerang dengan sihir tingkat tinggi miliknya, Inferno dan Wind. Lalu dia mulai menggunakan tiga sihir tingkat menengah berturut-turut. Membuat lawannya kalah dengan menyedihkan.
***
Seluruh area masih terdiam membisu. Ini sangat tidak biasa. Padahal setiap kali pertandingan berakhir, akan selalu disertai dengan sorakan menghebohkan dari para penonton.
"Halo~ bukankah pertandingan nya sudah selesai?" Aku melambaikan tangan ku dari sudut arena. Aku benar-benar tidak tahu kenapa wasit belum mengumumkan hasil pertandingan. Padahal senior yang tergeletak itu sangat membutuhkan perawatan sekarang.
"?!"
Wasit pertandingan tersadar dari lamunannya.
"Eva Van Court memenangkan pertandingan melawan Geranina Van Deuz" Dia mengumumkan ke seluruh arena.
Saat suaranya bergema, seluruh penonton juga tersadar dari lamunan mereka. Tapi mereka masing melonggo bingung karena mereka belum menerima apa yang terjadi.
"Kerja bagus Evaaa!" Lilac berdiri dari kursinya dan berteriak senang.
Semua orang mulai mendengar kan teriakan Lilac dan tersadar.
"Uwooh, kerja bagus!"
"Bukankah dia putri duke itu?! Siapa yang bilang dia tidak berguna!"
"Rumor itu benar-benar salah!"
__ADS_1
"Siapa yang mengira dia akan sekuat itu!"
"Apa dia bermain babi sebagai harimau (pura-pura lemah)"
"Apa dia menyembunyikan kekuatannya?"
"Bukankah dia menggunakan dua sihir tingkat tinggi dan tiga sihir tingkat menengah sebelumnya? Seberapa banyak mananya"
Semua orang mulai ricuh dan bergumam kaget. Mereka berbicara di antara mereka sendiri. Sebagian besar dari mereka berdecak kagum dan berpikir Eva menyembunyikan kekuatannya dengan sangat baik.
Mereka memiliki banyak sekali pemikiran. Tapi ada satu hal yang sama di pikiran mereka semua. Buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Jadi sudah sewajarnya Eva sekuat itu, lagipula ayahnya adalah duke perang. Anak dari seorang singa tetap akan menjadi singa, bukan spesies lemah lainnya.
Butuh waktu lama bagi mereka untuk bersorak atas kemenangan Eva. Mereka yang awalnya menjelek-jelekan Eva menelan air liur mereka sendiri. Tapi karena mereka sama sekali tidak memiliki permusuhan mendalam dengan Eva, mereka berbalik memujinya.
***
Namaku Darn. Aku adalah anak seorang pedagang yang berhasil masuk ke akademi dengan kekuatan ku sendiri. Walaupun aku yakin aku cukup kuat, aku tidak bisa masuk ke kelas A, karena aku bukan bangsawan. Walaupun ayahku membayar banyak sekali uang sumbangan, itu tetap tidak berpengaruh apapun. Akhirnya aku hanya bisa meratapi nasibku di kelas B.
Awalnya aku mengira kelas ini sangat buruk karena reputasinya tidak sebaik kelas A. Tapi, sejak murid baru terbaik itu sering ke kelas kami, aku kira kelas B tidak terlalu buruk.
Tetapi aku tidak menyangka bahwa gadis bangsawan yang sesempurna itu rela bergaul dengan rakyat jelata seperti kami. Dia lebih sering mengunjungi kelas kami daripada menetap di kelasnya, Kelas A, kelas para bangsawan itu. Aku menganggumi sifatnya itu. Dia adalah gadis yang baik. Aku menganggapnya sebagai dewi suci di hatiku.
Tapi suatu hari dewi itu bersedih. Dia menceritakan kisahnya kenapa dia dijauhi oleh murid-murid dari kelas A.
"Tuan Putri Eva sama sekali tidak menyukai ku..." Reina menangis sambil terisak kecil. Dan kami semua, yang berada di kelas B menjadi geram karena hal itu.
Aku tahu siapa putri Eva ini. Dia adalah putri seorang Duke, bangsawan dengan tingkat tinggi. Aku dengar bahwa dia masuk ke akademi ini tanpa melewati tes apapun. Dia menggunakan kekuatan ayahnya untuk bisa duduk di kelas terbaik itu. Aku juga mendengar rumor bahwa dia adalah gadis yang kasar dan arogan. Aku tidak percaya sampai aku melihat nya sendiri. Saat itu di halaman akademi, dia memarahi tunangannya, putera mahkota Denis dengan sangat kasar dan tidak sopan.
Jujur saja aku mengernyit jijik saat melihat sikapnya itu. Dia benar-benar tidak sopan dan menganggap dirinya tinggi hanya karena dia anak dari seorang Duke. Bahkan dia berani merendahkan putra mahkota Denis. Tapi aku masih bingung kenapa yang mulia tidak memarahinya? Walaupun gadis jelek itu adalah tunangannya, tetap saja sifatnya sangat jelek. Kenapa yang mulia mau bertunangan dengan orang seperti itu?
Akhirnya, aku bertemu dengannya untuk kedua kalinya di ujian kenaikan tingkat. Gadis jelek itu membuat kesalahan fatal di ujian pertandingan, tapi dia tidak dikeluarkan. Dia malah menduduki peringkat sepuluh tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
Melihat nya duduk tepat di sampingku, membuatku sangat tidak nyaman. Seakan-akan ada sejenis kotoran di dekatku dan aku tidak bisa tenang.
Aku pun berinteraksi dengannya. Seperti yang kuduga, dia kasar dan tidak sopan. Serta sangat sombong!
Gilirannya akhirnya dimulai. Aku sangat senang saat melihat senior dari peringkat sepuluh besar menentangnya. Ternyata dia menyinggung banyak sekali orang. Bahkan senior kuat itu juga sangat membencinya. Terlalu banyak orang yang tidak suka padanya. Aku ingin melihatnya kalah dengan menyedihkan di pertandingan ini.
Begitulah yang seharusnya. Dia harusnya kalah dengan menyedihkan. Tapi kenapa hasilnya seperti ini?
Aku tidak percaya dengan mataku! Apa gadis itu curang? Tapi dia benar-benar menggunakan sihirnya. Itu adalah dua sihir tingkat tinggi dan sihir tingkat menengah. Dia mengeluarkan sihir itu berturut-turut untuk menghadapi lawan. Sebanyak apa mananya? Untuk gadis muda seperti itu yang bisa mengeluarkan banyak sekali sihir tanpa kelelahan. Bukankah berarti mananya tidak terbatas.
Apakah dia monster?
Tapi aku lupa bahwa ayahnya juga monster!
Bagaimana pun dia anak dari monster itu! Bagaimana ini! Apa yang harus kulakukan? Apa dia benar-benar akan menghajarku?
Aku benar-benar panik sekarang. Apa aku harus minta maaf karena sudah mengejeknya?
Saat pikiranku masih linglung, tiba-tiba SYUUU! sebuah senjata sihir berbentuk pedang kecil berhasil merusak pelindung. Pisau itu mengarah tepat di wajahku. Untung saja refleks ku cukup cepat sehingga senjata itu tidak mengenaiku. Tapi kursiku dan melewati dinding belakang aula.
KRAK!
Aku cukup kaget saat melihat kursiku terbelak dua. Bahkan pisau itu menembus ke luar ruangan dan membentuk retakan kecil. Lalu pisau itu terbang kembali melalui retakan dan terbang ke tengah arena. Kembali ke tangan tuannya.
Aku melihat nya dengan mata melonggo. Peniliknya adalah dia! Mata kami bertatapan dan gadis itu tersenyum dengan wajah menyeramkan.
Kakiku tanpa sadar bergetar ketakutan. Dan wajahku pucat. Untung saja pisau itu tidak mengenaiku. Pisau itu sangat tajam, bahkan bisa merusak pelindung dan menembus dinding bangunan. Kalau itu mengenaiku, aku benar-benar akan terpotong.
Kalau aku benar-benar terbunuh bagaimana? Gadis itu mungkin hanya mendapatkan hukuman ringan karena membunuhku. Karena dia berbakat dan ayahnya seorang duke, akademi tidak akan melakukan apapun padanya, hanya karena dia membunuh rakyat jelata yang tidak penting sepertiku! Tapi aku benar-benar akan kehilangan nyawaku tanpa ampun.
"Eva Van Court! Apa yang kau lakukan?!" Wasit itu bangkit berdiri saat melihat senjata sihir Eva melayang. Dia juga kaget bahwa senjata itu bisa merusak pelindung sihir arena dan menembus dinding bangunan. "Kenapa kau merusak properti!"
__ADS_1
Eva membungkuk sambil tersenyum kecil. "Maafkan aku guru. Senjata sihir ini bergerak sendiri, karena dia mendeteksi ada serangga di arah sana" jelas Eva. Semua orang terdiam mendengar penjelasan tak masuk akal gadis itu.
Dan benar sekali katanya, seekor lalat terbunuh tepat di depan mataku. Tubuh lalat itu terpotong menjadi dua. Aku hanya bisa membeku tak bernyawa sekarang.