Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Putri Elf Cahaya, Caca


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva, Fram dan Rexus menemui Naga tua, Damian di dalam sebuah goa di tengah hutan. Damian adalah naga hutan yang cukup tua. Dia sudah berumur hampir 10.000 tahun dan sangat handal menggunakan elemen sihir udara, bumi dan air.


Mereka berbicara banyak hal bersama Damian. Bahkan Damian juga tidak tahu spesies sebenarnya dari Rexus karena terlalu banyak campuran dalam darahnya. Kemudian, Damian meminta Rexus untuk berlatih bersamanya sejak anak itu baru saja terlahir beberapa bulan yang lalu. Mananya masih belum stabil. Jadi Damian ingin mengajarkan nya menggunakan mana naga.


Mereka juga membicarakan kristal inti naga yang digunakan Ren sebagai bahan bakar robot. Serta membicarakan kehadiran Dewa dalam mana Eva, sehingga Damian mengira Eva sebagai titisan dewa. Walaupun Eva tetap menyangkal bahwa dia adalah titisan dewa.


Sampai akhirnya sekelompok elf datang menganggu pembicaraan mereka.


***


Putri Elf Cahaya, Caca, adalah putri tunggal dari Raja elf cahaya, Vien. Karena dia adalah anak satu-satunya, dia sangat dimanjakan. Dia selalu bersikap arogan dan tidak kenal takut karena merasa keluarganya sangat berkuasa.


Beberapa hari lagi adalah ulang tahun ayahnya. Caca berinisiatif mencari hadiah untuk itu. Kebetulan sekali saat itu dia melihat seekor naga besar yang menghancurkan beberapa bangunan di desa. Dan mereka berkata bahwa naga memiliki pusaka. Jadi Caca ingin mengambil pusaka naga itu untuk hadiah ulang tahun ayahnya.


Dengan percaya diri, gadis kecil itu melangkah ke perbatasan untuk mengambil pusaka naga bersama beberapa orang prajurit kerajaan.


Caca tahu naga sangat kuat. Tapi kekuatan elf mereka juga kuat. Dia tidak takut dengan naga. Di matanya, ayahnya lah yang terkuat di dunia. Tidak ada yang bisa mengalahkan nya.


***


Aku melihat ke arah sekelompok elf itu. Mereka memiliki warna kulit putih gading yang sangat bersinar. Dan rambut mereka berwarna hitam dengan mata berwarna merah darah. Mereka sangat cantik.


Walaupun keberadaan elf gelap juga cantik. Para elf di depanku juga cantik. Ini pertama kalinya aku melihat elf dari ras lainnya.


Pemimpin sekelompok elf itu adalah seorang gadis kecil yang terlihat seperti anak dua belas tahun. Gadis kecil itu terlihat lebih mencolok dibanding elf dewasa lainnya. Semua karena warna rambutnya. Warna rambutnya yang merah terang terlihat mencolok di antara semua elf berambut hitam. Karena warna rambutnya terlihat kontras dengan warna pupil nya, sehingga meninggalkan kesan yang sangat mendalam padaku.


"Hei, naga tua! Serahkan pusaka nagamu!" gadis kecil itu berkata dengan arogan. Dia tidak sadar bahwa seluruh prajurit bergetar saat melihat sikapnya.


Damian mengabaikan nya.

__ADS_1


"Siapa mereka?" aku berbisik pelan pada Fram.


"Mereka elf cahaya" Fram menjawab dengan wajah jelek.


"Kau mengenalinya?" aku bertanya lagi.


"Tidak" Fram menjawab dengan wajah cemberut. "Tidak penting mengenali orang seperti itu" kata Fram. Dia sangat tidak menyukai gadis kecil yang bertindak arogan seperti itu. Karena sikap itu membuat matanya sangat sakit.


Gadis elf kecil mendengar cemoohan Fram dan dia melotot. "Dasar elf jelek tidak sopan!" Dia menatap Fram jijik. "Aku adalah putri elf cahaya! Ayahku adalah raja Vien!" dia mengumumkan identitas nya dengan percaya diri.


Tunggu...


Putri elf cahaya. Seperti nya aku mengingat karakter pendukung seperti itu di dalam cerio.


Ah!


Putri elf cahaya, Caca adalah salah satu karakter pendukung yang sangat mencolok di dalam novel. Sama seperti Lilac.


Dia memang arogan seperti di deskripsi. Tapi sebenarnya dia juga tidak buruk. Dia sangat polos dan naif.


Caca dan Lena adalah musuh sejati saat itu. Setiap kali mereka bertemu, mereka akan selalu bertengkar. Karena mereka sama-sama arogan, tidak ada yang mau mengalah sehingga pertengkaran mereka berlanjut selama bertahun-tahun.


Caca adalah karakter kunci penting, pertemuan antara Reina dan Ren. Caca jugalah yang membantu Reina menyingkirkan Lena. Dengan memberi semua bukti kepada Ren bahwa Lena sudah melakukan banyak kejahatan di belakang nya.


Dan sekarang, karakter tambahan itu benar-benar muncul di saat seperti ini.


"Heh, hanya seorang putri elf yang manja" Fram berkata dengan nada meremehkan.


Caca melihat bocah elf gelap tidak tahu sopan santun itu dengan tatapan benci. Bocah ini bahkan lebih pendek darinya, tapi berani bersikap tidak sopan seperti itu.


"Aku akan mengurusmu nanti" tapi dia menyerah dan mengarahkan tatapannya lagi pada Damian.

__ADS_1


"Hei naga, serahkan pusaka mu padaku. Aku melihat mu menghancurkan beberapa bangunan di desa kami. Seharusnya kau memberi kami kompensasi bukan? aku ingin pusaka naga!" katanya dengan arogan dan percaya diri. "Ayahku adalah raja elf. Dia sangat perkasa. Walaupun kau naga, ayahku tidak akan kalah darimu."


Aku melihat semua ini sambil tertawa skeptis. Gadis kecil ini sangat naif. Sampai kapan dia ingin membawa nama ayahnya dalam pertarungan. Sang ayah tidak ada disini untuk melindungi nya. Tapi dia sangat percaya diri dengan keselamatan nya setelah mengusik naga seperti itu.


"Hahahaha" aku bisa mendengar tawa Damian bergema di seluruh goa. Tawanya sangat keras, terasa seperti raungan naga. Bahkan aku tanpa sadar menutup telingaku karena mendengar suara Yang sangat keras tiba-tiba.


"Aku sudah memperingati kalian untuk tidak menggangu ku lagi. Tapi kalian masih berani mengangguku?" Damian berkata dengan nada yang sangat dingin.


Kaki para prajurit elf itu bergetar ketakutan. Tapi tidak dengan Caca. Dia tetap berdiri kokoh sambil menatap Damian.


"Berikan saja pusakamu! Aku ingin menggunakan nya untuk hadiah ulang tahun ayah" dia berkata polos dengan nada yang sangat arogan.


"Hahahaha" Damian mulai tertawa lagi. "Sangat menarik. Baru kali ini aku menemukan elf dengan otak sebodoh ini" dia menyindir.


Caca merasa kesal dengan sindiran Damian, tapi dia hanya menekan kekesalan nya.


Aku mengamati semuanya di samping. Apa akan terjadi pertarungan antara naga dan elf sekarang? Jujur saja, aku sangat antusias dengan pertarungan seperti itu. Aku benar-benar menunggu kedua pihak untum bertarung. aku berharap mendapatkan tontonan yang dahsyat. Tapi harapanku punah saat Damian melipat sayapnya kembali.


"Hei kalian, urus elf bodoh itu untukku. Aku ingin tidur" Damian dengan santai melipat kepalanya kembali dan memejamkan matanya.


"...."


Aku dan Fram mematung di tempat.


***


"Apa maksudmu dengan pernikahan?" kata Ren tak percaya. Dia tidak pernah percaya bahwa kata-kata seperti ini yang akan keluar dari mulut Vien.


"Seorang utusan akan datang ke kerajaanmu besok" Vien mengabaikan pertanyaan Ren dan memutuskan koneksi telepati nya secara sepihak. Meninggalkan Ren dalam keadaan linglung.


"Apa maksud dari orang bodoh itu?" Ren berteriak marah. Drian yang berdiri di samping Ren bergetar ketakutan.

__ADS_1


Ren tidak mengira bahwa ada yang berani mengancam nya seperti itu. Mereka bahkan tanpa takut mengirimkan utusan padanya.


"Aku akan mengirimkan kembali kepala utusan itu padanya" kata Ren kejam.


__ADS_2