
Cerita Sebelumnya:
Ada dua sosok misterius yang saling bertemu di dalam ruangan gelap. Salah satunya memakai jubah hitam dan satunya lagi sibuk dengan eksperimen aneh. Kedua sosok itu membicarakan hal yang rahasia.
Eva tiba-tiba berada di dunia yang aneh. Tidak, dia berada di dunia mimpi. Dia tidak bisa menggerakan tubuhnya. Tubuhnya bergerak sendiri. Dan dia mengalami kejadian persis seperti di dalam novel. Setelah adegan pertama berakhir dengan kematian, dia bertemu dengan dewa kucing dalam mimpinya. Dewa kucing itu menjelaskan semua yang dialaminya. Dan berkata bahwa dia harus mengalami lima siklus kehidupan, sebelum terbangun kembali...
***
ARRRGHHH!! Aku berteriak kesakitan.
Adegan berganti lagi. Dan aku berada di langit.
Ini sudah kematian kelimaku. Akhirnya, semuanya sudah berakhir...
Setelah mati sebanyak lima kali, tubuhku benar-benar runtuh, bukan....maksudku jiwa...
Untung saja aku masih bisa mempertahankan kewarasanku. Walaupun kondisiku saat ini benar-benar tidak baik.
Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih. Tubuhku meringkuk, bergetar menahan sakit. Walaupun tidak nyata, tapi rasa sakit itu benar-benar nyata. Aku sudah lima kali merasakan kepalaku putus.
Aku memikirkan berkali-kali kematianku yang tragis. "Huwaa...." Dan aku langsung menangis keras.
Aku benar-benar kasihan dengan Eva, bukan, dengan diriku sendiri.
Ternyata Eva bukan pelaku yang mengirim pembunuh untuk membunuh Reina, walaupun novelnya menjelaskan begitu. karena sudut pandang novel digambarkan dari sudut pandang Denis saat itu.
Eva yang malang....Walaupun dia gadis yang sombong dan arogan, oke bisa kita katakan dia gadis jahat. Tapi jahatnya tidak berlebihan. Dia hanya bisa digambarkan sebagai nona muda yang manja dan egois.
Dan terlebih lagi, ternyata cerita dalam novel itu penuh dengan trik dan intrik yang tidak terungkap. Semua hal tersembunyi itu benar-benar tidak dijelaskan di dalam novel. Aku bahkan menjadi ragu Denis dan Reina hidup bahagia, karena penjahat yang sebenarnya masih hidup dan tersembunyi.
"Oh...aku ingin kembali..." aku mengeluh sambil sesekali mengusap air mata yang keluar dan mengalir di pipiku.
Aku masih bingung dengan kondisiku saat ini
Ternyata sebuah jiwa abstrak juga bisa mengeluarkan air mata ya?
Tiba-tiba dunia langit tempatku berada perlahan berubah menjadi gelap. Seluruh langit mulai tertelan kegelapan. Dan aku juga ikut tertelan. Aku merasa sesak dan pandanganku gelap. Lalu aku kehilangan kesadaran sekali lagi.
***
"Uhhh..." aku mengeluarkan suara erangan kesakitan sambil perlahan membuka mataku.
saat mataku terbuka, hal yang pertama kulihat adalah langit-langit yang gelap. Lalu aku mulai melirik ke kanan dan kiri. Aku melihat dinding batu dan langit-langit dari batu. Lalu aku merasa punggungku sangat dingin dan lembab.
Aku perlahan bangun sambil memegang kepalaku yang terasa pusing. Lalu aku mulai mengamati sekelilingku.
Aku berada di sebuah goa. Goa yang gelap dan lembab. Lalu aku terkurung dalam sebuah penjara karena aku melihat jeruji besi di depanku. Hanya ada satu obor penerangan di luar penjara untuk menerangi seluruh tempat. Sehingga tempat ini sangat remang-remang.
"Siapa yang menangkapku?" aku bergumam.
Mereka seharusnya tahu bahwa target mereka salah bukan? Tapi kenapa mereka masih mengurungku?
Aku berdiri, lalu secara perlahan mulai mengedarkan mana.
DEG! Jantungku langsung berdenyut kesakitan.
"Ah! Apa-apaan iini" aku bergumam bingung sambil memegang dadaku.
Aku mencoba mengedarkan manaku lagi, dan....
DEG! Jantungku berdenyut kesakitan lagi.
Aku melonggo "Tidak mungkin...." kataku tak percaya.
__ADS_1
Aku tidak bisa menggunakan mana! Setiap kali aku mencoba mengedarkan mana, jantungku langsung berdenyut sakit. Apa ini karena mantra terlarang itu? Sial!
Aku mengigit jariku, cemas. "Apa yang harus kulakukan?" aku bergumam sambil berjalan bolak-balik.
Aku tidak bisa mengedarkan mana, berarti aku tidak bisa menggunakan sihir!
Aku tidak bisa melakukan teleportasi. Aku juga tidak bisa menggunakan telepati untuk meminta bantuan. Aku harus bagaimana?
Aku tiba-tiba teringat dengan undangan berbahaya itu.
Aku meraba-raba tubuhku untuk mencarinya, dan tidak ada. Aku ingat sekali bahwa aku tidak membuka ruang dimensi saat aku kehilangan kesadaran, jadi undangan itu pasti tidak ada disana. Apa penculik itu mengambilnya?
TAp TAP TAP
Tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki.
Aku menatap ke arah luar. Itu gelap, jadi aku tidak melihat apa-apa.
TAP TAP TAP
Suara kaki itu terdengar semakin mendekat.
Apa penjahat itu ingin melihatku? Apa yang harus aku lakukan?
TAP TAP TAP
Suara kaki itu semakin mendekat...
BRUK! Aku langsung menjatuhkan diriku.
'Aku benar-benar bernasib buruk. Lantai ini sangat dingin....'
Lalu aku mulai memejamkan mataku. Aku memutuskan berpura-pura tidak sadarkan diri.
"....." Suasana menjadi hening.
Aku tidak mendengar suara kaki itu lagi. Apa orang itu tidak jadi kemari? Atau dia berbelok?
Haruskah aku membuka mataku?
"......" Suasana masih hening setelah beberapa saat.
'Aku yakin orang itu pasti tidak ada di tempat!'
Aku mulai secara perlahan membuka mata kananku takut-takut, mata kiriku masih kubiarkan tertutup.
Tidak ada apa pun yang terlihat di depan.
Lalu aku membuka kedua mataku. Aku tidak melihat tanda-tanda keberadaan manusia di luar penjara.
"Orang itu pergi...."
TAP! Aku mendengar suara kecil. Aku merasakan pundakku menyentuh sesuatu.
Tidak mungkin kan? Tidak ada sesuatu yang aneh jatuh ke bahuku bukannn?!
Aku benar-benar tidak berani menoleh. Bagaimana kalau itu serangga dan semacamnya?
Tapi, aku tetap menoleh. Dan tebak apa yang kutemukan! Itu bukan serangga tapi tangan seseorang!
Bukan tangan, maksudku sarung tangan?
Aku memberanikan diri untuk menoleh ke belakang.....
__ADS_1
"Kyaaaa!" aku berteriak histeris.
Aku langsung mundur secepat kilat menjauhi sosok yang kutemui.
Aku melihat sosok berjubah hitam di depanku. Si jubah hitam itu memakai topeng tengkorak mengerikan.
Apa-apaan ini? Dia sedang cosplay? Menjadi hantu atau iblis? Atau...dia seorang pembunuh...?
"Siapa Kau!?" aku berteriak panik sambil menunjuknya. Aku terus melangkah mundur secara perlahan.
"......"
Si jubah hitam itu terus mendekat dan tidak menjawab.
"Menjauh..." teriakku gugup sambil terus melangkah mundur.
BUK! Punggungku menyentuh jeruji besi.
Aku tidak bisa mundur lagi!!
Si jubah hitam mendekat dan terus mendekat.
Aku terdiam mematung di tempatku berdiri. Entah kenapa tubuhku tidak bisa bergerak. Aku hanya terdiam sampai si jubah hitam itu berdiri dengan jarak beberapa sentimeter di depanku.
Si jubah hitam mengangkat kedua lengannya dan menyandarkannya pada jeruji besi, membuatku terkurung di antara tangannya. Lalu secara perlahan dia mendekatkan wajahnya.
Walaupun dia memakai topeng, bagian matanya masih terbuka. Aku melihat mata berwarna rubi yang indah dan bulu mata yang lentik. Entah kenapa aku merasa mata ini tidak asing...?
"Kenapa kau ada disini?" suara dingin dan serak keluar dari si jubah hitam.
Kami saling bertatapan.
Aku memiringkan kepalaku kebingungan. "Apa maksudmu?"
"Bukannya kau yang menangkapku?" aku bertanya balik.
"Hahaha..." dia tertawa geli.
Aku merasa tawanya sangat menyeramkan. Dan tanpa sadar aku langsung bergidik.
Dia penjahatnya bukan? Tapi kenapa seorang penjahat bertanya kepada tahanannya sendiri bahwa dia ada di penjara? Ini tidak masuk akal!
"Kau siapa...?" tanyaku langsung sambil menatap matanya lekat-lekat.
"Hahaha..." si jubah hitam itu masih tertawa geli.
Lalu secara perlahan dia membuka topengnya....
"Ah! Kau!" aku memekik kaget.
Orang itu secara perlahan mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik di daun di telingaku. "Kita berjumpa lagi gadis kecil..." bisiknya lirih, membuat daun telingaku terasa geli.
Aku langsung mendorong dadanya, agar wajahnya menjauh. Tapi tidak berhasil. Tenagaku sebagai gadis kecil karena tidak bisa menggunakan sihir benar-benar seperti angin lewat baginya.
"Sayn...Bukan...No.2! Menyingkir dariku!" aku berteriak sambil mendorongnya.
"Sayn...." orang itu bergumam sambil mengernyitkan kening. Lalu dia mendekatkan wajahnya sampai ujung hidung kami bersentuhan. "Bagaimana kau bisa tahu gadis kecil?" bisiknya penuh selidik.
Uwaahhh! Menyingkirlah dasar orang bodoh! Kau benar-benar menjepitku! Atau aku akan berakhir menjadi buburr!!
***
Jangan Lupa Likenya ya ~~
__ADS_1