
BAB 7 REINELL
Cerita sebelumnya:
Denis berhadapan dengan Emerta dan dia kalah. Emerta mengeluarkan kabut hitam beracun yang melumpuhkan semua orang di arena. Setelah membereskan semuanya, dia bermaksud pergi. Tapi tiba-tiba penghalang aneh muncul. Dia tidak bisa merusak penghalang itu dan penyebabnya adalah Marquis Zent, pria tua yang hampir dilupakan oleh semua orang.
***
Marquis mengangkat alat sihir yang ada di tangannya ke langit. "Ini adalah Bom!" dia berteriak.
Perkataannya membuat semua orang melonggo kaget.
"Saat aku menyentuh tombolnya, Duar! Semua orang yang ada di tempat ini akan pergi ke neraka hehehe"
Beberapa bangsawan yang terjebak melihat Marquis Zent dengan tatapan panik.
"Marquis Zent kau gila!"
"Apa yang kau lakukan?!"
Beberapa orang melemparkan diri mereka ke penghalang, tapi tubuh mereka terpental kembali. Beberapa menyerang penghalang itu dengan sihir mereka. Tapi sihir serangan mereka menghilang saat menyentuh penghalang aneh itu. Beberapa berusaha memukul dan memotong, tapi penghalang itu tidak hancur sama sekali.
Sayn dan Eva juga berusaha untuk keluar tapi sia-sia. Bahkan sihir cahaya dan sihir gelap milik Eva juga diserap oleh penghalang transparan aneh ini.
"Kalian semua mati!" Marquis menekan tombolnya tanpa aba-aba apapun.
Denis dengan cepat memukul Marquis dan membuat pria itu terpental ke belakang. Lalu Denis dengan cepat mengambil alat sihir itu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena tombol yang ditekan tidak bisa kembali. Marquis yang melihat hal itu hanya tertawa terbahak-bahak sambil mengusap darah di mulutnya.
__ADS_1
Penghalang itu secara perlahan berubah warna. Warna yang awalnya transparan, berubah menjadi memerah. Dan terus memerah. Semua orang merasakan panas yang teramat sangat saat penghalang itu semakin memerah. Penghalang itu siap untuk meledak.
Denis menarik Jean dan dia mengaktifkan alat pelindung sihirnya. Sementara Emerta menarik semua orang dan mulai melindungi mereka. Emerta juga berkata kepada setiap orang untuk menggunakan alat sihir pelindung mereka. Setiap orang melakukan hal semampu mereka untuk melindungi diri mereka dan bertahan hidup.
Tapi tiba-tiba warna merah pada pelindung itu memudar. Dan secara perlahan hawa panas menghilang dan penghalang transparan itu juga menghilang dengan cepat.
Marquis melonggo bingung. Dia berpikir bahwa alat sihirnya rusak.
"Manusia Bodoh" sebuah suara tiba-tiba bergema. Suara itu sangat tenang dan dingin. Walaupun pemilik suara tidak berteriak, gema suaranya tersebar ke seluruh tempat.
Semua orang melihat ke atas, dan melihat sosok asing yang cukup mengejutkan mereka. Kulit gelap, telinga runcing dan panjang, serta rambut perak yang berkilau.
"Elf !" beberapa orang berteriak.
Ren datang tepat waktu dan menghela napas lega karena berhasil menghentikan pertarungan bodoh ini dan menyelematkan orang yang dikenalnya.
***
Pangeran Erick sebenarnya menyadari sesuatu mendekat ke arah mereka. Mereka adalah sekelompok prajurit. Tapi mereka bukan prajurit dari Kerajaan Well ataupun Kerajaan Kano. Armor silver mereka yang mencolok merupakan pertanda bahwa mereka bukan berasal dari wilayah ini. Tidak ada seorang pun di wilayah ini yang berpakaian mewah dan mencolok seperti mereka.
Pangeran Erick merasa khawatir. Dia takut berhadapan dengan musuh asing dengan jumlah mereka cukup banyak. Dia lebih suka menghadapi para prajurit dari kerajaan Well daripada prajurit silver yang asing ini.
Dia menunggu mereka sampai dengan jantung berdebar. Lalu tak lama kemudian, rombongan prajurit silver itu muncul dan menuju ke perkemahan mereka. Tapi mereka berhenti di perbatasan. Seseorang yang terlihat seperti pemimpinnya maju ke arah mereka bersama dua orang prajurit dengan kuda mereka.
"Salam hormat. Maafkan kami" Sang pemimpin itu turun dari kuda dan mulai berkata sopan pada pangeran Erick.
"Ya?" Pangeran Erick menatapnya dengan mata bingung. "Apa kalian ada urusan dengan seseorang dari perkemahan kami?" dia bertanya tanpa basa basi.
__ADS_1
"Maaf menganggu. Sebenarnya kami ingin bertanya. Apa kalian dari kerajaan Well?"
Semua orang langsung gugup saat mendengar pertanyaan itu. Pangeran Erick juga. Dia tidak tahu apakah orang-orang di depannya ini musuh atau kawan. Kalau mereka musuh, dia tidak mungkin bisa mengalahkannya karena jumlah mereka terlalu banyak. Kalau mereka teman, mungkin dia bisa menyuruh mereka untuk membantu pasukan Duke melawan kerajaan Well. Mungkin saja Duke mempunyai kenalan lain dan mereka adalah orangnya.
"Bukan" jawab Pangeran langsung. "Kami dari kerajaan Albion. Aku adalah pangeran dari kerajaan Albion. Namaku Erick" katanya. Dia memilih mencari aman dan dia tidak berbohong dengan identitasnya sama sekali.
Erick sengaja mengatakan dirinya berasal dari kerajaan Albion. Kerajaan Albion tidak ada hubungannya dengan peperangan saudara ini. Sehingga mereka akan dianggap sebagai pihak netral yang tidak tahu apa-apa.
"Albion?" pihak lain mengenyitkan keningnya kebingungan. Tapi langsung mengubah sikapnya dengan cepat. "Maafkan ketidaksopan kami Yang Mulia. Tapi kenapa Yang Mulia berada di daerah kekuasaan kerajaan Well?"
Hah~
Pangeran Erick membuang napasnya, seakan-akan pasrah akan sesuatu. "Aku dengan para palayanku datang untuk mengunjungi kerajaan Well untuk menawarkan kerjasama tentang pertukaran sumber daya. Tapi siapa yang mengira bahwa aku akan terjebak perang saudara. Sebelumnya, saya dan ayah saya juga mengunjungi kerajaan Kano dan mempelajari beberapa hal di kerajaan itu" Pangeran Erick menjelaskan dengan cerdik. Dia mencampur kebohongan dan kebenaran menjadi satu dengan sempurna. "Aku benar-benar memiliki keberuntungan yang buruk"
"Jadi seperti itu. Maaf menganggu Yang Mulia. Kami akan undur diri dulu"
"Tunggu dulu. Siapa kalian dan darimana kalian berasal? Apa hubungan kalian dengan kerajaan Well?" kali ini giliran pangeran Erick yang bertanya.
Sang pemimpin itu menatap kedua orang disampingnya lalu berkata "Kami adalah perkumpulan orang suci. Leluhur kami pendiri kuil suci" katanya dengan nada agak percaya.
Pangeran Erick kaget. "Kuil suci? Perkumpulan para penyihir cahaya?" Dia tidak menyangka bahwa organisasi yang musnah itu masih ada. Dan terlebih lagi, ratusan orang ini adalah penyihir cahaya yang dikagumi diseluruh dunia!
"Ya." pemimpin itu mengangguk. "Nama Saya Reinell. Saya adalah pemimpin dari organisasi kecil ini." dia melepaskan helm perajuritnya dan mulai mengenalkan dirinya secara resmi.
"Sebenarnya tujuan kami kemari adalah untuk menangkap penyihir gelap yang bersembunyi di kerajaan Well. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, penyihir gelap inilah yang menyebabkan perang saudara ini terjadi. Lalu kami mendapatkan informasi tambahan beberapa penyihir gelap yang bersembunyi juga akan membantunya" Reinell menambahkan. "Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk menangkap semua iblis itu" katanya, tidak menyembunyikan kebencian di dalam suaranya.
"Oh..." Pangeran Erick memutar matanya canggung. "Baiklah, kalau begitu semoga keberuntungan menyertaimu" dia memberikan senyum terindahnya. Tapi di dalam hatinya, dia berteriak. "Mereka musuh!"
__ADS_1