
Cerita Sebelumnya:
Raja, Marquis Zent, dan beberapa orang prajurit serta penyihir datang mengunjungi kediaman Duke. Kepergian mereka sangat mencolok sehingga menarik perhatian semua orang. Beberapa orang mulai berpikir bahwa Raja akan menyerang Duke. Walaupun terjadi kesalahpahaman, itu tidak sepenuhnya salah.
Raja pun tiba dan menyampaikan tujuannya kepada Duke untuk melakukan pengecekan. Duke awalnya keberatan. Tapi akhirnya Duke menerima tawaran itu karena dia menduga bahwa Diana tidak akan disentuh oleh mereka. Tapi dia salah, mereka juga menargetkan Diana sehingga mau tidak mau Duke mengeluarkan pedangnya.
***
Duke mengeluarkan pedangnya dengan cepat, lalu melindungi Diana di balik punggungnya. Melihat sikap Duke, para penyihir dan prajurit secara refleks langsung bersiaga dan mengelilingi Duke.
"Lindungi Raja!" Marquis Zent berteriak. Seketika, beberapa orang mulai melindungi Raja dengan tubuh mereka.
"kau tahu apa yang kau lakukan ini bukan Enell?" Raja menaikkan nada suaranya. Dia tidak percaya bahwa Duke akan mengarahkan pedang padanya.
Duke tidak merespon. Dia menatap semua orang dengan raut wajah serius dan sikap defensif untuk melindungi istri dan putranya.
"Kau benar-benar bersikap mencurigakan. Kenapa kau melindungi penyihir gelap itu? Bahkan mengacungkan pedangmu kepada Raja? Apa kau gila?" Marquis Zent berkata sambil tertawa terbahak-bahak. "Kau benar-benar gila ahahaha. Wanita itu pasti mencuci otakmu"
Duke langsung mengeluarkan aura membunuhnya. Dia menatap Marquis Zent dengan mata memerah. Tapi dia masih bersikukuh tidak mengeluarkan satu kata pun.
__ADS_1
"Enell, kau tahu bahwa ini pengkhianatan bukan?" Raja menatapnya serius. "Aku tahu kau ingin melindungi istrimu, Tapi kau tahu bahwa dia membohongi semua orang bahwa dia adalah penyihir gelap. penyihir gelap adalah eksistensi yang sangat jahat. Dewa bahkan memberitahu kita semua bahwa para penyihir gelap ingin menghancurkan dunia ini"
Raja masih berharap bahwa Duke akan bersikap kooperatif dan menyerah. "Kalau kau melindungi iblis, tidak akan ada seorang pun yang berada di sisimu. Faksi Court akan meninggalkanmu. Para penduduk tidak akan menaruh kepercayaan mereka padamu. Bahkan para prajurit yang berada di bawah komandomu akan mundur kalau mereka tahu jendral mereka mendukung penyihir gelap."
"Persetan dengan semua itu!" Duke Court akhirnya berbicara. "Aku tidak akan membiarkan keluargaku terluka walaupun aku harus memusuhi seluruh dunia" katanya tegas. Itu benar. Walaupun semua orang meninggalkannya karena hal ini. Selama dia bisa hidup bersama istri dan anak-anaknya, dia tidak peduli sama sekali tentang kekuasaan atau apapun itu. "Dan persetan dengan nubuat Dewa!"
"Enell, kau akan menyesal" raja berkata dengan dingin. "Kau akan menyesal karena sudah memilih sisi kegelapan dan mengkhianati tanah airmu"
Saat Raja mengakhiri kalimatnya, pertarungan pun terjadi. Para penyihir menyerang ke arah Duke. Duke bisa menangkal sihir mereka dengan mudah. Tapi tetap saja dua puluh lawan satu terlalu berat sebelah. Apalagi mereka adalah para penyihir kuat yang melindungi kerajaan.
Pertarungan itu membuat suara gemuruh di seluruh mansion. Semua perabotan rusak dan dinding hancur. Para pelayan wanita bersembunyi di sudut sambil menundukkan kepala mereka, ketakutan. Beberapa prajurit berusaha menyerang prajurit Raja untuk membantu Duke. Tapi mereka kalah jumlah dan dilumpuhkan dengan cepat.
Duke masih bertarung dengan para penyihir dan para prajurit juga ikut menyerangnya. Jujur saja dia merasa kesulitan. Dia harus melindungi Diana dan bayinya di belakang punggungnya sehingga dia tidak bisa bertarung dengan maksimal. Dan dia juga tidak bisa membunuh orang-orang ini. Dia hanya bisa melumpuhkan mereka. Dia tidak mau menjadi pembunuh berdarah dingin yang membantai semua orang yang melawannya.
Duke juga melakukan hal yang sama. Dia menyuruh semua pasukannya untuk meninggalkan perbatasan dan menuju ke ibukota untuk peperangan. Dia tidak bermaksud untuk berperang dengan negara sendiri. Tapi dia akan bersiap dengan kemungkinan terburuk kalau semua orang ingin membunuh istrinya.
Duke hampir melumpuhkan seluruh musuhnya. Duke tidak berniat melukai Raja dan Marquis Zent. Dia hanya ingin mengusir mereka. Lalu dia akan bersiap untuk membawa semua orang meninggalkan ibukota sampai pasukan utama datang. Dia bisa saja pergi meninggalkan tempat itu dengan Diana. Tapi kalau dia melakukan itu, orang-orangnya yang berada di mansion akan terbunuh. Dia tidak bisa membawa semua orang sekaligus. Dia butuh persiapan untuk itu.
Duke mengira bahwa Raja akan menyerah saat dia mengalahkan semua orang. Tapi ternyata tidak. Pria lemah itu masih berdiri dengan tegas tanpa takut.
__ADS_1
"Enell, menyerahlah. Biarkan aku menyelesaikan semuanya dengan adil"
"Adil kepalamu!" Enell menyumpahi Raja dengan tidak sopan.
Tidak seperti Raja yang bersikap tenang, Marquis Zent sebenarnya cukup panik. Dia takut Duke gila itu melukainya. Apalagi mereka saling membenci dan dia takut Duke membunuhnya karena dendam. Lalu Marquis tiba-tiba teringat. Dia membawa alat sihir yang sangat berharga dengannya. Dia ingat dia mendapatkan alat sihir ini dari organisasi misterius yang membantunya.
Marquis mengeluarkannya. Dia tidak tahu sama sekali tentang fungsi alat ini. Tapi orang misterius itu pernah berkata bahwa alat sihir bisa melindunginya dan melumpuhkan musuh sekuat apapun, bahkan sekelas Raja Elf. Jadi dia mengaktifkannya tanpa aba-aba.
Seketika, cahaya yang menyilaukan muncul dan menerangi seluruh ruangan. Semua orang bisa merasakan keberadaan sihir cahaya yang sangat besar. Marquis meraih Raja untuk mundur, "hati-hati Yang Mulia" katanya. Lalu dia mulai membacakan mantra aneh dan menyebut nama asli Duke dalam prosesnya.
"Apa yang kau lakukan?" Raja bertanya dengan wajah bingung.
"Melindungimu dan melawan musuh" kata Marquis heroik.
Cahaya menyilaukan itu menghilang. Menampakkan situasi yang sama seperti sebelumnya. Sehingga Marquis mengernyit bingung. Alat itu tidak memiliki efek apa-apa sama sekali. Bahkan Duke gila itu masih berdiri dengan kondisi sehat di depannya. Orang misterius itu menipunya. Dia benar-benar merasa kesal sekarang dan ingin mengigit orang.
Tapi dugaannya salah. Dia melihat kondisi Duke dan Duke terlihat sangat aneh. Duke tidak bergerak sama sekali dari tempatnya. Pria gila itu mematung di tempat. Mata Marquis langsung berbinar dan dia berdiri dengan heroik. "Raja, aku berhasil melumpuhkan pria gila ini!" katanya seperti anak kecil, kesenangan.
Raja mengernyitkan keningnya dan menggeleng lemah. Dia maju beberapa langkah sampai jaraknya dan Duke hanya satu centimeter. Walaupun tubuh Duke membeku, matanya masih bisa bergerak. Raja bisa melihat bahwa mata Duke semakin memerah karena menahan kemarahannya.
__ADS_1
"Maafkan aku" Raja berkata dengan nada menyesal. "Aku hanya ingin memastikan keselamatan semua orang" katanya, sebelum akhirnya dia melumpuhkan Duke.
Duke terjatuh tak berdaya. Dia menggunakan kekuatan terkhirnya untuk menggapai Diana yang berada di depannya. "Diana..." kekuatan terakhirnya sudah digunakan. Pandangannya semakin memudar dan kesadarannya menghilang.