
cerita sebelumnya:
Eva menghabiskan waktunya bersama Vivian sampai malam. Lalu saat malam mulai tiba, dia dibawa ke suatu tempat yang tidak diketahui dengan sihir aneh.
Ternyata yang menculiknya adalah Guru Wilson. Guru Wilson adalah seorang elf gelap dengan status sebagai pengajar di akademi. Dia menangkap Eva karena dia mempunyai sedikit urusan dengan para keturunan David.
***
Kali ini aku tidak terbang sendiri. Wilson berada di sampingku dan kami melesat ke arah ibu kota.
Aku sedikit panik saat ini. Apa yang dipikirkannya? Dan kemana dia akan membawaku?
Tapi ternyata dia mulai menurunkanku saat tiba di tempat tujuan. Ini adalah mansionku sendiri!
Aku benar-benar panik sekarang! Tidak mungkin dia berpikir untuk menyerang keluargaku bukan? Apa-apaan ini?!
Kami mulai turun di halaman depan. Wilson membuat seluruh penghuni rumah tertidur dengan sihirnya. Sehingga tidak ada yang menyadari keberadaannya. Bahkan sang duke juga terkena sihir itu dengan mudah dan bermimpi panjang.
"Kakak~" Hanya Fram dan Rexus yang tidak terpengaruh oleh sihir Wilson. Sekarang bocah elf itu sedang menghampiri mereka dengan Rexus disampingnya. Fram menatap Wilson bahagia dan ingin memeluknya.
BRAK!
Tapi Wilson dengan kasar mengibaskan tangannya dan membuat bocah itu terpental.
Aku merasa adegan ini sangat familiar. Dimana aku melihatnya ini sebelumnya?
"Berhenti melakukan itu. Aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu" kata Wilson dingin.
"Kakak Ren..."
"Hei, apa yang kau lakukan? Kehadiran mu sama sekali tidak menyenangkan" Rexus terbang mengelilingi Wilson dengan sayap kecilnya. Anak itu terlihat penasaran.
"Oh? Naga?" Wilson mengangkat alisnya tertarik. Dia langsung berbalik menatap ku "Dimana kau mencuri bayi naga ini?"
"Aku tidak mencurinya. Itu datang dengan sendirinya" jawabku cemberut.
"Itu tidak penting juga. sangat sedikit naga yang bisa tumbuh besar karena mereka perlu mengonsumsi banyak sumber daya untuk tumbuh. Aku tidak yakin dia bisa hidup lama" kata Wilson sarkas.
"Apa maksudmu aku rakus?" protes Rexus. "Bahkan kalau aku ingin makan, aku bisa mendapatkan nya sendiri humph! Aku yang sekarang hanya belum cukup besar untuk melakukan hal itu!" Rexus mulai merasa kesal dengan mahluk asing yang tiba-tiba datang ini.
Aku tidak menyangkal bahwa Rexus memang rakus. Tapi aku tidak tahu fakta bahwa seekor anak naga sangat sulit untuk tumbuh dewasa. Fakta ini cukup mengagetkan ku.
__ADS_1
"Sudah cukup. Apa kau lupa kenapa kita kemari?" Wilson menatapku dengan tajam.
"Apa yang kau inginkan?" kataku gugup.
"Jangan menganggu Eva!" Entah kapan Fram mulai mendekat ke arah kami dan menghalangi Wilson. Padahal sebelumnya dia terlempar jauh karena kibasan Wilson. "Kakak Ren, kau mulai menakutkan sekarang. Apa yang terjadi padamu?"
Wilson dan Fram saling bertatapan dengan intens. Kemudian Wilson menghela napasnya untuk menenangkan diri. "Aku tidak berniat jahat. Aku hanya ingin darah mereka"
"Kau datang ke sini untuk mengambil darah manusia? Kakak Ren, kau mengerikan!" protes Fram.
BRAK!
Wilson sekali lagi mengibaskan tangannya dan membuat bocah itu terpental jauh.
Lalu Wilson mulai menatap Eva lekat-lekat sambil memberinya dua botol kaca. "Ambil setetes darah ibu dan ayahmu"
"Eh?"
Aku melonggo bingung. Bagaimana aku bisa melakukannya? Mengambil darah ibu dan ayahku? Tapi aku sedikit lega saat tahu dia hanya ingin setetes darah.
"Apakah kurang jelas? Aku sudah berbaik hati untuk tidak membunuh mereka. Jujur saja cara ini sedikit merepotkan. Jadi cepat laksanakan. Jangan membuat ku menunggu lama"
Aku mengangguk patuh.
Beberapa menit kemudian, aku keluar dari mansion sambil memegang dua botol kaca yang berisi beberapa tetes darah.
Wilson lalu mengambilnya dan dia menuangkan botol itu ke atas jam antik. Sama seperti yang dilakukannya padaku.
Darah di botol pertama tidak membuat reaksi apapun pada jam antik. Sementara darah di botol kedua membuat reaksi yang kuat. Jarum antik itu bergerak ke arah angka 7.
Wilson mengernyit. "Darah Siapa ini? Ayah atau ibumu?"
Aku enggan menjawabnya. "Apa yang akan kau lakukan padanya setelah kau mengetahui hal itu?" tanyaku. Aku tidak akan memberitahukan nya sampai aku benar-benar yakin kalau dia tidak melakukan apapun yang membahayakan keluargaku.
"Kemurniannya hanya 70%" jelas Wilson. "Aku tidak yakin dia bisa membantuku untuk membuka ini. Tapi sebaiknya kita bisa mencobanya" dia menyodorkan sebuah buku besar padaku. "Buku ini disegel oleh David dan hanya bisa dibuka oleh keturunannya. "Itu adalah buku penelitian tentang sihir tingkat tinggi dari mana gelap. Sihir yang telah David teliti selama puluhan tahun dan hampir melenyapkan satu kerajaan"
Aku langsung mengambil buku besar itu. Benar sekali katanya, aku tidak bisa membuka buku sihirnya. Mungkin karena kemurnian darahku sangat rendah.
"Apakah ini berbahaya?" aku memastikan lagi. Aku melihat sihir dimensi milik David di mimpiku sebelumnya. Sihir itu cukup mengerikan, seperti ledakan nuklir yang biasanya kulihat di televisi. Aku takut akan terjadi hal yang berbahaya saat kita membuka buku ini.
"Tidak berbahaya" jawab Wilson langsung. "Panggilkan pemilik darah ini. Aku hanya ingin dia membuka bukunya"
__ADS_1
Sebenarnya aku sedikit takut. Awalnya aku mengira bahwa Duke Court adalah keturunan David. Tapi ternyata bukan. Itu adalab ibuku, Diana. Aku cukup syok saat mengetahui hal itu, tapi aku berusaha menahan keterkejutanku.
Tapi memang benar. Dari semua karakter novel. Karakter Diana mempunyai asal usul yang misterius. Duke Court adalah keturunan kerajaan lama. Sementara Diana hanya gadis biasa, bukan bangsawan, yang diangkat oleh Duke menjadi istri sahnya. Tapi siapa yang menyangka bahwa ibuku yang lembut itu adalah keturunan penyihir gelap. Mungkin saja dia penyihir gelap yang menyembunyikan kekuatannya. Apa Ayahku tahu tentang semua ini? Maksudku asal usul mengejutkan ibu?
Kalau ibu menyembunyikan nya dan ayahku mengetahuinya sekarang. Apa yang akan terjadi pada ibu? Aku benar-benar takut keluarga hancur karena masalah ini. Aku tidak ingin hal itu terjadi.
"Jadi darah milik siapa itu?" Wilson menekankan suaranya.
"Ibuku...." jawabku lirih.
Wilson mengerjap. Dia melambaikan tangannya. Lalu tubuh ibuku melayang keluar dari mansion dan terbaring di depan kami.
"Apa yang kau lakukan?" aku berteriak protes. Dia menempatkan ibuku dengan tidak sopan di atas tanah yang kotor. Aku tidak menyukainya!
Diana secara perlahan membuka matanya. Wilson sudah melepaskan mantra tidur darinya.
"Eva...?"
"Ibu!"
"Apa yang terjadi?" Diana bangkit berdiri secara perlahan sambil mengamati situasinya. Lalu tatapan nya terkunci pada Wilson.
"Umu? Senior Ren?" kata Diana sambil memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
Ren?
Kenapa Fram dan Diana memanggil Wilson dengan nama itu.
Kenapa nama ini kedengaran familiar?
Tunggu! Seperti nya aku melupakan sesuatu yang penting. Ayo ingat!
"...."
Astaga! Aku menatap Wilson dengan mata melotot. Bukan! Itu bukan Wilson. Wilson hanyalah nama samaran. Dia adalah Ren. Salah satu dari empat karakter utama di dalam novel. Dia adalah tokoh yang hanya muncul di jalan cerita akhir, tapi penulis itu menjadikannya sebagai salah satu dari empat tokoh utama. Ren, raja dari para elf gelap. Dan dia mempunyai julukan lain, yaitu Raja Kegelapan.
Aku memikirkan banyak hal saat ini.
Kenapa Ren bisa menjadi guru di akademi?
Kenapa Diana mengenalnya?
__ADS_1
Kenapa ada banyak sekali teka teki?
Ya ampun, kepalaku benar-benar hampir pecah sekarang...