Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Reina dan Robert 2


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Pertarungan selesai. Robert memiliki kontribusi paling besar. Saat itu kekuatan Eva hampir ketahuan, untung saja Eva berhasil mengelak sehingga dirinya tidak terlalu mencolok.


Perjalanan dilanjutkan tanpa kendala. Hari mulai malam dan mereka memutuskan untuk beristirahat. Saat itu Reina mulai tertarik pada Robert karena kekuatan nya. Dan Reina mulai mendekati Robert. Eva melihat semuanya dan dia merasa sedikit tidak tenang.


***


Robert menatap Reina lekat-lekat, dia menatapnya dari atas sampai bawah. Tatapan Robert membuat Reina salah paham sehingga dia menjadi salah tingkah.


"Em...kau putri marquis Zent bukan?" akhirnya Robert bertanya.


Reina mengangguk. "Um..."


Robert berpikir ulang. Di dalam mimpi aneh itu. Dia melihat suatu kejanggalan, yaitu saat Duke Court mulai terbukti melakukan kejahatan dan dihukum. Dia merasa Marquis Zent sangat berperan dalam hal itu.


"Sebenarnya aku sedikit bingung dengan keadaan di istana. Aku dengar ada pertarungan antara dua faksi ya? Aku tidak terlalu tahu secara detail karena aku hanya tinggal di Menara Sihir selama bertahun-tahun"


Raut wajah Reina menjadi berubah saat mendengar perkataan Robert. Tapi dia mengatur raut wajahnya menjadi tenang kembali.


Note: Reina tidak tahu bahwa Robert adalah Guru sihir Eva. Saat Eva mengumumkan Robert sebagai guruny di pesta teh, pesta itu dihadiri oleh para anak bangsawan dari faksi Court bukan kerajaan. Karena faksi keluarga kerajaan tidak akan mau datang walaupun mereka diundang.


Sebenarnya Reina merasa was-was dengan topik ini karena ini menyangkut politik kerajaan. Tapi dia berpikir bahwa Robert berada di pihak netral, karena dia berasal dari Menara Sihir. Dan dia juga tidak ingin dianggap sebagai gadis yang tidak berguna dan tidak tahu apa-apa. Jadi, Reina dengan senang menceritakan semuanya. Tentu saja dia menambahkan beberapa bumbu dalam ceritanya yang membuatnya terlihat hebat secara tidak langsung.


"Em... Iya. Keadaan kerajaan ini sedang tidak baik. Aku mendengar faksi dari raja terdahulunya merencanakan pemberontak an dan berniat untuk mengeser posisi keluarga kerajaan"


"Maksudmu kerluarga Court?" Robert mengerutkan kening.


Reina mengangguk dengan wajah polos. "Ya"


"Aku pernah bertemu dengan para bangsawan itu dan mereka cukup mengerikan. Aku sangat takut. Untung saja ayahku berani sehingga aku bisa bertahan saat bertemu mereka. Aku benar-benar mencoba menjadi gadis yang kuat"


Sebenarnya Robert sedikit merinding saat mendengar pernyataan Reina tapi dia menahannya.


Reina menghela napas dan melanjutkan pembicaraan nya "Mereka benar-benar licik. Aku mendengar dari ayah bahwa mereka merencanakan sesuatu yang berbahaya. Raja juga sangat takut sehingga pertunangan putra mahkota dan putri duke itu dilakukan." Reina menunduk kan wajahnya. "Aku benar-benar kasihan dengan putra mahkota. Dia harus bertunangan dengan putri duke itu sebagai jaminan untuk kedamaian. Dia sama sekali tidak memiliki kebebasan untuk bahagia" jelas Reina dengan nada lirih.

__ADS_1


Mulut Robert berkedut saat mendengar penjelasannya.


Putra mahkota yang malang? Itu tidak benar!! Gadis kecilnya lah yang malang karena harus bertunangan dengan pria itu! Apa pria brengsek itu menceritakan yang tidak-tidak ke Reina, seolah-olah dirinya lah bernasib malang? Kalau benar begitu, dasar tidak tahu malu!


"Lalu kalau misalnya pertunangan itu tiba-tiba batal, apa ada rencana lainnya supaya faksi Court tidak memberontak?" tanya Robert.


"Em...raja mempunyai beberapa rencana. Bangsawan yang ada di pihak keluarga kerajaaan Well juga"


Deg! Robert semakin yakin bahwa ada sesuatu di antara para bangsawan ini. Dia sebenarnya tidak ingin ikut campur dalam politik bangsawan, tapi kalau hal ini membahayakan Eva, tentu saja dia akan ikut campur! Dia juga akan memberi tahu pak tua di Menara Sihir untuk membantu kalau situasinya sudah tidak terkendali.


"Aku tidak tahu kalau kerajaan sangat kacau saat ini. Kalau tiba-tiba mereka menyerang, apa kalian punya rencana untuk mengatasinya?" Secara perlahan Robert mulai memancing Reina untuk mengungkapkan rencananya.


Reina mengerjapkan matanya. "Hm...."Dia bergumam. Tapi saat dia akan membuka mulut, putra mahkota Kano tiba-tiba menghampiri mereka dan menginterupsi pembicaraaan mereka.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya putra mahkota dengan wajah tidak bersalah


Dia sangat penasaran.


"Tidak ada...Tidak ada" Reina dengan panik mengelak.


'Dasar bodoh! Aku hampir memberitahu rencana ayah ke orang lain!' batinnya. Marquis Zent memberitahunya untuk tidak memberikan informasi apa pun atau dia akan dihukum. Dia hampir saja memberitahu Robert karena terlalu menikmati alur pembicaraan. Untung saja putra mahkota Kano ini datang.


"Em... sebenarnya tidak ada apa-apa. Ayah hanya menyuruh kami untuk lebih wasapada saja" kata Reina langsung.


Ck! Robert mendecakkan lidahnya kesal. Kelihatannya Reina tidak mau membetitahunya apa pun. Apa aku harus mwnangkapnya dan membuat nya mengakui semua rencananya?


' Haa....tapi itu akan membuat ku menjadi seperti orang jahat. Aku yakin gadis kecilku tidak akan menyukainya dan membenciku. Lebih baik tidak kulakukan. Aku akan memikirkan cara lain' batin Robert.


"Kalian tidak mau memberitahuku. Apa ini hal rahasia?" putra mahkota Kano berbicara lagi.


"Tidak yang mulia. Kami hanya membicarakan bahaya perjalanan ini. Karena itu Reina mengatakan kita harus waspada" Robert menjelaskan sambil tersenyum.


"Ah...begitu...."


***

__ADS_1


Aku mengintip percakapan Reina dan Robert dari kejauhan. Aku tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Saat aku berusaha menggunakan sihir angin untuk menguping. Master bodoh itu melempar sihirku! Ini membuatku semakin kesal. Apa pembicaraan mereka begitu rahasia sampai harus waspada seperti itu?


Note: Robert hanya bersikap waspada. Dia tidak tahu itu sihir milik Eva. Dia takit itu sihir yang dicasting oleh orang lain. Jadi dia menghancurkan sihirnya.


"Ada apa dengan wajahmu?" Sayn tiba-tiba datang dan duduk di samping Eva. Saat ini gadis kecil itu memasang wajah cemberut. Dia yakin ada sesuatu yang terjadi dan dia sangat penasaran.


"Tidak apa-apa" Jawabku langsung.


Tapi Sayn tidak percaya. Dia mengikuti arah pandangan Eva. Dna dia melihat tiga orang sedang berbicara disana.


"Ah! Apa karena mereka? Itu paman dari Menara Sihir. Aku tahu kau sangat akrab dengannya. Apa kau cemburu karena dia dekat dengan orang lain?"


"Tidak mungkin!" aku langsung menyangkalnya. Aku tidak seiri itu untuk cemburu dengan orang lain. Hanya saja ini terasa aneh.


Semakin aku melihat para tokoh utama ini berinteraksi dengan Reina, maka aku yakin mereka akan menghilang secara perlahan dari sisiku. Aku benar-benar merasa insecure.


Robert mungkin tidak akan menjadi masterku lagi dan membenciku. Denis juga tidak akan menjadi tunanganku lagi dan membunuhku.


Aku menatap Sayn lekat-lekat. Dia mungkin tidak akan menjadi temanku lagi dan membenciku.


Memikirkan semua itu benar-benar membuatku sangat khawatir. Sebenarnya aku ingin mereka semua tidak berinteraksi dengan Reina, tapi itu tidak mungkin! Karena mereka semua adalah tokoh utama. Dan juga kalau aku bersikap egois seperti itu, aku yakin peranku tetap akan kembali ke asal sesuai dengan alur cerita di dalam novel.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Sayn sedikit bergidik saat Eva menatap dengan mata sedih. Dia merasa seperti tersangka yang merasa melakukan kesalahan. Padahal dia tidak melakukan apapun.


Aku langsung menggeleng kan kepalaku. "Maafkan aku..." Aku berkata lirih sambil menundukkan kepalaku.


Sayn mengernyitkan kening. "Ada apa denganmu?" tanyanya bersikeras.


"Kubilang tidak ada apa-apa kan!" kataku ngotot dengan wajah cemberut.


Haa...Aku menghela napas. "Ah sudahlah...aku mengantuk, aku akan pergi tidur" kataku sambil berjalan masuk ke dalam tendaku.


Sayn masih tetap di tempatnya. Dia menatap Eva sambil berpikir. Kemudian mengalihkan tatapannya ke sisi lain, di tempat Robert sedang berbincang dengan dua orang lainnya.


'Tidak mungkin kan dia menyukai orang itu dan merasa cemburu?' pikir Sayn panik. Dia menggertakan gigi sambil menatap Robert tidak senang.

__ADS_1


__ADS_2