Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Kota Sihir 14


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Dean Wason dan yang lainnya mengejar para jubah hitam dan berhasil mengepung mereka. Kemudian terjadi adu mulut karena para jubah hitam itu mengelak bahwa mereka terlibat dengan semuanya.


Dean Wason tidak tahan dan bersiap menyerang. Tapi tiba-tiba kelompok penatua dari Kota Sihir datang untuk melerai mereka. Perkelahian pun bisa terhentikan walaupun hanya sementara.


***


aku dan Robert kembali ke penginapan. Selama perjalanan aku menceritakan semuanya pada Robert. Tentang telur emas dan orang-orang yang mengincarnya. Tapi aku tidak menceritakan tentang mimpiku padanya dan juga tidak memberitahu nya bahwa itu adalah telur naga.


"Bisakah kau membuang benda bodoh itu? Dia hanya menyusahkanmu. Membuatmu diburu bahkan kau menghabiskan uang hanya untuk memberinya makan" kata Robert cemberut.


"Piiiiii!" dengan cepat Rexus melompat keluar dari baju Eva lalu berteriak marah.


"Berani-beraninya kau mengatakan aku bodoh!" begitulah Eva mendengarnya.


Robert tersentak saat melihat telur emas itu. Dengan gerakan cepat dia menariknya lalu mengamatinya. "Benda ini memiliki kaki. Ini memang binatang sihir. Tapi binatang apa? Seperti nya ini kadal" kata Robert serius.


"Pi! Piiii! Piiii!" Rexus memberontak tapi tetap saja kakinya yang kecil tidak bisa menjangkau tangan Robert. Sehingga membuat nya tampak lucu karena bergelantungan bolak balik.


"Manusia bodoh! Dasar bodoh! Aku bukan kadal!" dia memprotes.


Pfth! Aku tak bisa menahan tawaku. interaksi Rexus dan Robert memang sangat lucu.


"Mastaa, jangan terlalu kasar pada Rexus. Dia masih anak-anak" kataku sambil melepas Rexus dari genggaman Robert.


Setelah lepas, Rexus dengan cepat menyelinap ke dalam baju Eva. Dia sangat menyesal karena keluar dari tempat teramannya dan bertemu semua manusia berbahaya itu.


"Rexus? Kau memberi nama telur bodoh itu?" Robert mengernyit bingung

__ADS_1


Rexus yang seakan terpanggil mulai mengeluarkan kepalanya dari balik baju Eva. "Piiiii!" dia mengeluarkan suara protes. "Aku Rexus bukan telur bodoh!" sebelum berbalik masuk ke dalam baju Lagi.


Robert hanya tersenyum.


"Banyak orang memperebutkan telur ini. Aku yakin dia bukan binatang sihir biasa" kata Robert dengan senyum penuh arti


Aku mengangguk. "Dia memang langka"


Kami berbicara sebentar tentang Para Dean yang mengejar para jubah hitam. Robert berkata dengan percaya diri bahwa kakek bisa mengatasinya. Aku juga yakin. Lagipula kekuatan para jubah hitam itu tidak berbanding jauh dengab para Dean, dan mereka kalah jumlah. Aku yakin kakek bisa menangkap mereka.


Tapi tentu saja keyakinan kami benar-benar salah. Karena saat ini kami melihat para Dean sudah tiba di penginapan.


"Kakek!" kataku senang sambil memeluk Dean Wason.


"Kau tidak apa-apa bukan?" tanya Dean Wason cemas sambil membalai rambut gadis kecil itu


"Aku tidak apa-apa" jawabku yakin.


Aku sedikit kecewa saat mendengar larangan untuk keluar. Jujur saja hari ini aku belum cukup berkeliling karena kejadian ini. Aku masih mau berkeliling dan berbelanja! Tapi tentu saja aku tidak berani mengatakan ketidaksetujuan ku sekarang. Situasinya rumit, kakek akan marah kalau aku bersikeras berkeliaran.


"Baiklah" kataku pasrah. Tapi aku tidak menyerah. Aku akan berkeliling diam-diam besok. Aku tahu masih ada bahaya yang mengintai ku karena Rexus. Tapi situasinya lebih terkendali sekarang karena para Dean sudah berada di Kota Sihir.


Aku menurut untuk kembali ke kamar. Aku menoleh ke belakang dan menguping bahwa para Dean dan Robert sedang mendiskusikan sesuatu. Aku kira ini strategi yang harus dilakukan saat memasuki domain sihir nanti. Mereka membicarakan topik tentang pertandingan sihir. Aku tidak tertarik lagi setelah tahu dan menarik pendengaran ku.


Setelah kembali ke kamar ku. Aku segera mengeluarkan semua ramuan yang kusimpan di dalam ruang dimensi. Ya, ini adalah makanan Rexus. Dalam sekejap berbagai jenis ramuan aneh keluar dan memenuhi kasur kecilku.


Rexus dengan bahagia melompat keluar dair bajuku lalu mengelilingi semua ramuan.


"Makan! Makanan! Ehei!" dia bersorak senang. Suaranya yang kekanak-kanakan terdengar sangat lucu dan tanpa sadar menggelitik telinga ku. Aku pun refleks tersenyum. Rexus benar-benar seperti anak kecil yang sangat polos. Dia imut.

__ADS_1


"Baiklah, aku ingin melihatmu memakan semua ramuan itu~" kataku. Aku snagat penasaran. Dia bahkan belum mengeluarkan mulutnya, bagaimana dia bisa makan dengan kondisi seperti itu.


Rexus mendekati tumpukan ramuan. Dia melakukan sesuatu karena tiba-tiba aku bisa melihat uap keluar dari tumpukan ramuan itu. Uap itu menggumpal dan tersedot ke dalam cangkang terus Rexus. Kejadian itu berlangsung terus menerus. Ramuan yang tadinya berwarna tiba-tiba memudar. Dan perlahan tumpukan ramuan itu berubah menjadi bening.


Apa yang terjadi?


Rexus terus mengulangi tindakannya sampai dia membuat seluruh tumpukan ramuan itu menjadi bening.


"Puh~ kenyang~" kata Rexus puas sambil terduduk dengan kaki kecilnya.


"Apa kau benar-benar makan? Apa yang kau lakukan dengan semua ramuan itu?" aku bertanya bingung.


"Em! Aku memakannya. Aku memakan elemen mana dan khasiat yang ada pada ramuan. Sekarang semua ramuan itu tidak berguna dan sudah kehilangan khasiat. Kau bisa membuang nya~" kata Rexus.


Apa? Dia hanya memakan khasiat ramuannya? Bagaimana mungkin? Aku memandang Rexus dengan aneh. Apa karena anak ini adalah binatang sihir, jadi caranya menggunakan khasiat ramuan sedikit berbeda? Kalau manusia, mereka harus meminum ramuan itu agar ramuan itu berefek pada tubuh mereka. Tapi Rexus hanya perlu menghirup khasiat ramuannya saja. Ini sama sekali tidak masuk akal! Aku kira dia akan kenyang air karena meminum ramuan sebanyak itu, tapi ternyata dugaanku salah!


Aku menatap Rexus dengan tatapan iri. Bagaimana dia bisa sepraktis ini mencerna ramuan? Ditambah lagi kelihatannya dia sama sekali tidak terpengaruh efek ramuan. Padahal ada ramuan beracun aneh di antara tumpukan ramuan. Tapi dia tidak peduli.


Setelah isi perutnya penuh, Rexus tiba-tiba menyelinap lagi ke dalam bajuku


"Hei! Apa yang kau lakukan?" kataku tidak senang. "Kenapa kau sangat suka bersembunyi di bajuku?"


"...."


Tapi aku tidak mendapatkan jawaban apa pun.


Rexus juga tidak bergerak.


"Zzzzzz"

__ADS_1


"...."


"Dia sudah tidur...."


__ADS_2