
Hyuk mendatangi rumah utama keluarga Admaja. ia akan bertemu Bram untuk membicarakan pekerjaan. ia melihat Ariani dan Aska yang sedang bermain di kebun belakang. Hyuk tersenyum memandang keduanya. Hyuk bertemu Petra di ruang tengah sedang bersama seorang wanita. keduanya terlihat mesra seperti sepasang suami istri.
Dimana Keara, kenapa si brengsek itu bisa bermesraan dengan wanita lain.
Petra menyadari kehadiran Hyuk. ia tersenyum dan berjalan menghampiri Hyuk.
"Hei tuan Hyuk apa kabar mu?, Kau datang sendiri?".
"Benar, dimana tuan Bram?". Hyuk seolah tidak peduli dan tidak ingin meladeni Petra. ia lebih memilih menemui Bram.
"Kakak ku di ruang kerjanya". Hyuk melangkah menuju anak tangga karena ruang kerja Bram di lantai dua.
"Tunggu tuan Hyuk". Petra menghentikan langkah Hyuk.
"Kau sudah tahu kalau aku dan Keara berpisah?".
Sesungguhnya Hyuk terkejut mendengar itu dari Petra. tapi ia tetap dengan wajah datarnya.
"Aku sudah menikah dan bahagia, ku harap begitu pula dengan Keara". Petra menepuk bahu Hyuk. ia tahu Natasya telah tiada. mungkin ini kesempatan kedua bagi Hyuk dan Keara untuk bersama. Petra tahu kedua orang itu masih saling mencintai. Hyuk berjalan menuju ruang kerja Bram dengan mata berkaca. sebelum masuk ke ruang kerja Bram ia membersihkan wajahnya dengan saputangan.
"Tuan". Sapa Hyuk begitu melihat Bram duduk di kursi kerjanya sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Hyuk!". Bram berjalan menepuk bahu Hyuk. ia rindu juga dengan asistennya itu.
"Aku turut berduka dengan kepergian Natasya".
__ADS_1
"Terimakasih tuan".
Bram berjalan menuju jendela, ia melihat Ariani dan Aska sedang bermain di halaman. mereka terlihat tertawa bahagia. Bram memiliki kebahagiaan yang sempurna, ia ingin Hyuk merasakannya. hidup bersama orang yang di cintai.
"Kau sudah bertemu Petra di bawah?".
"Sudah tuan".
"Petra sudah berpisah dengan Keara sejak dua tahun yang lalu. tepat saat Natasya juga meninggal". Hyuk menunduk terdiam. ia sedang berfikir keadaan Keara sekarang.
"Hyuk jika ini kesempatan kedua mu maka kejarlah Keara, aku dengar ia akan ke Amerika. ku rasa kau masih punya waktu untuk ke bandara".
Hyuk merasa bergetar hatinya. ia duduk di mobilnya merenungkan ucapan Bram padanya. garis takdir membuat kisah Hyuk dan keara berliku tapi kini takdir itu mempertemukan mereka. ada celah untuk Hyuk mendapatkan kembali cinta Keara. Hyuk menjalankan mobilnya menuju bandara. ia akan menghentikan Keara agar tidak pergi. Hyuk tersenyum pedih tapi juga bahagia. Hyuk bergegas turun dari mobilnya dan berlari menuju tempat pemberangkatan. Hyuk mengedarkan pandangannya mencari sosok Keara. ia berjalan kesana kemari dengan perasaan membuncah pada Keara.
"Keara!" . Suara Hyuk memanggil gadis di depannya. dan benar itu adalah Keara. Keara menghentikan langkahnya. ia tidak berani menoleh dan memandang hyuk.
Hyuk berjalan menghamipiri Keara.
"Kau akan kemana?".
"Kenapa kau ada disini?". Tanya Keara..
"Aku mencari serpihan hati ku yang akan pergi". Keara masih berfikir bahwa serpihan hati yang di maksud Hyuk itu adalah Natasya.
"Kenapa Keara kau tidak memberitahu ku jika kau berpisah dari Petra?".
__ADS_1
"Aku rasa kau sudah bahagia bersama Natasya jadi untuk apa aku mengganggu kalian?". Keara merasa sedih, ia hampir menangis sekarang.
"Kau tahu Natasya sudah tiada sejak dua tahun yang lalu".
Keara melepaskan pegangan kopernya. ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. air matanya jatuh. ia tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.
"Hyuk kenapa takdir mempermainkan kita, kau dan Natasya berpisah dua tahun yang lalu dan aku tidak berhasil dengan rumah tangga ku. katakan pada ku takdir seperti apa yang kita jalani?". Keara terisak sedih ia memeluk Hyuk dan mendekapnya. begitu juga Hyuk yang mendekap Keara penuh cinta.
Hyuk menggenggam tangan Keara, keduanya berjalan bersama. sebelah tangan Hyuk menarik koper Keara.
"Ini berat sekali, apa kau mengisinya dengan batu?". Gurau Hyuk sembari mengecup rambut Keara. Keara tersenyum secerah mentari. kali ini ia mendapat kebahagiaan yang sesungguhnya ia impikan. kebahagian yang menyertai dalam do'anya sejak ia mengenal Hyuk dan do'anya di dua tahun terakhir.
Hyuk dan Keara mengadakan pesta pernikahan sederhana. Hyuk tampak gagah dengan jasnya dan Keara nampak anggun dan cantik dengan gaun pernikahannya. Marsya juga nampak bahagia karena ia memiliki seorang ibu yang penyayang seperti Keara.
Ariani sampai menyeka air matanya karena terharu. Ariani menggenggam erat tangan Bram dan menyandarkan kepalanya di bahu Bram.
Pada akhirnya cinta tulus memenangkan semua. berakhir indah dan bahagia. ketulusan Keara menunggu Hyuk dalam diamnya dan cinta Hyuk pada Keara yang ia simpan rapat di hatinya akhirnya bertemu dan menggoreskan cerita indah.
.............END
Sampai jumpa di cerita selanjutnya. Author mengucapkan terimakasih banyak untuk yang sudah setia membaca Cinta Dalam Diam. ikut gregetan dengan kisah Hyuk dan Keara. akhirnya takdir baik menyatukan mereka.
Terimakasih atas segala dukungan dan semangat yang di berikan pada thor. terimakasih untuk like dan komennya.
Sampai jumpa.....😊
__ADS_1