Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
selesai yang terpaksa


__ADS_3

Malam ini hawanya terasa cukup sendu dan lumayan dingin padahal tidak hujan tapi cukup membuat langit tampak lebih gelap , untung nya saja jalan tak begitu penuh dengan banyaknya kendaraan yang berlalu lalang .


jadi raii sudah sampai di depan apartemen nya ahyar . Ia memencet bel untuk kedua kalinya tapi tak kunjung terbuka kemudian akhirnya raii memasukkan sandi apartemen ahyar dan terbuka lah ,


Raii memanggil nya tapi tak ada sahutan juga hingga akhirnya ia melihat tubuh Ahyar tergeletak di bawah sofa , raii berlari menghampiri nya .


" Yarrr , Ahyar !! " Ucapnya panik melihat wajah Ahyar yang pucat dan juga suhu tubuh nya dingin , dengan segera raii membawa ahyar keluar apartemen menaikinya ke mobiln lalu pergi ..


Raii mengambil ponselnya , menelpon


Seseorang , " aishh !! " Umpat nya kesal


" Haloo .. " ucap raii dengan nada dingin ,


" Halo , gua sedang tugas , ada apa ? " Sahut dokter atta di sana


" Ahyar , dia tidak sadarkan diri di apartemen " ucap raii


Atta membelalakkan matanya , " Lu di mana ? " Tanya atta


" Gua sedikit lagi sampai di RS lu " seru raii berpacu dengan kecepatan mematikan panggilan nya


Atta pun bergegas ke loby menunggu nya ,


Sesampainya di loby dengan cepat para suster membawa Ahyar di ikuti raii dan atta yang langsung menanganinya . Sementara raii menunggu di ruang tunggu ,


Lama raii menunggu akhirnya atta keluar juga .


" Bagaimana ? " Tanya raii


" Ahyar mengalami keracunan makanan , untung nya ia tak mengalami gejala yang terlalu parah dan akan segera sadar " Jelas atta


" Bagaimana bisa ? " seru raii


" Entahlah yang jelas ia mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu baik atau mungkin bisa jadi cara pengelolaan yang tak baik sehingga mengubah nutrisi di dalam makanan itu menjadi partikel yang berbahaya , yang gua heran bukankah Ahyar pandai dalam menjaga asupan makanan yang ia makan . Gua tinggal dulu sebentar " Ucap atta menepuk pundak raii


" Ehm .. " jawab raii ,


Malam yang semakin larut pun membuat qayla tak bisa tidur karena raii yang belum kembali , ia mengirim beberapa pesan tapi belum mendapat balasan dari raii .


Sementara raii tengah menelpon seorang anak buahnya untuk mencari tahu di mana tempat terakhir ahyar makan , dan tak lama raii mendapatkan pesan masuk dari anak buahnya berisi kan , " maaf tuan muda , saya hanya menemukan ini . Mengirimkan sebuah gambar kotak makan siang yang terdapat di ruangan Ahyar , karena setelah nya tak ada info . tuan ahyar tak pergi ke tempat lain " kirim nya


Lalu pesan masuk kembali dari anak buahnya , itu adalah sebuah tulisan di kertas notepad .


Dan raii pun melihat pesan-pesan tersemat yang masuk dari qayla , ia langsung membalas nya .


Dan langsung mendapatkan balasan dari qayla , kemudian raii menelponnya


Raii : sayang , kau belum tidur ?


Qayla : aku tidak bisa tidur karena kau tak kunjung membalas pesan ku .


Raii : itu tandanya kau mengkhawatirkan ku sayang , seru raii sambil tersenyum


Qayla : eyy , ada sesuatu yang kamu butuhkan ? aku kesana ?


Raii : kamu .. Sahut raii


Qayla : ouhh suamiku ini ,


Raii tertawa , " kalau begitu hati-hati di jalan ya , aku sudah minta sopir untuk mengantar kamu "


Qayla : eung .. sahut nya lalu menutup panggilan nya


Kemudian raii menghubungi Melda , memintanya untuk datang ke RS . Melda yang baru saja terjaga pun tanpa berkata apapun dengan pakaian seadanya langsung bergegas pergi ,


Sementar qayla baru saja sampai . dengan tunggu raii di depan loby ,


" Apa semua baik-baik saja ? " Tanya qayla menatap wajah suaminya itu


" Ehm , atta bilang kondisi nya akan segera baik-baik saja "


" Tentu , Ahyar akan baik-baik saja . Jangan khawatir " seru qayla menggenggam tangan raii


Raii tersenyum mengeratkan genggaman tangannya lalu berjalan menuju ruang Ahyar kembali ,


Sesampainya di sana ternyata Ahyar sudah terbangun .


" Gimana keadaan lu ? " Tanya raii


" Thanks , udah bawa gua ke sini . " Ucap ahyar


Dan tiba-tiba saja Melda membuka pintu ruangan Ahyar dengan nafas yang masih terengah-engah karena berlari ,

__ADS_1


" Uhf , uhf , uhff .. " melihat Ahyar


Pandangan mata mereka pun bertemu ,


" Bagaimana kau tahu saya di sini ? " Seru Ahyar memejamkan mata


" Gua yang menelponnya , karena lu sakit setelah makan kotak makan siangnya . " Ucap raii


" Apa ? , Kotak makan siang ku ? " Ujar Melda melihat raii dan qayla


" Ehm , jadi gua membawa nya kerumah sakit . Gua dan qayla harus menemui dokter " seru raii keluar dengan qayla meninggalkan Melda yang masih berdiri diam melihat ahyar


" Jika kau tidak pergi , duduklah . " Seru ahyar , leherku sakit Sambung nya


" Apakah kau benar-benar memakan kotak makan siang ku ? , Kenapa kau memakan nya seperti orang bodoh saja . Kau bisa saja membuang semua nya " ucap Melda dengan wajah tak enak


" Sebelumnya kau marah-marah bukan , karena membuang makanan mu tanpa menyentuhnya . kau bahkan bilang jika makanan mu itu enak dan higienis , kau berlari di koridor RS "


Melda pun mengingat kembali kejadian pagi tadi ketika di koridor RS kala ia berbicara dengan sahabat wanita Devan , " oh , benar . Kau melihat itu " gumam Melda tak percaya


" Kau berbicara begitu lantang bagaikan akan menerkam orang yang berada di depan mu , kau tampaknya cukup pemarah nona Melda . "


" Ah .. " seru Melda tampak malu menutup sebagian wajahnya dengan tangannya


" Kau ke RS untuk menengok Devan , tapi kita tidak melihat mu " sambung melda


" Itu karena kalian berdua terlalu asik dan saya tidak ingin mengganggu kalian .


Apa kau tidak punya rencana dengan pacar mu hari ini ? " Ucap ahyar memalingkan wajahnya


" Pacar ? , Siapa ? " Seru Melda bingung


" Pria itu . " ujar ahyar mengarah pada sosok Devan


" Devan ! , Kami belum sampai di tahap itu . Dia seorang teman dan mungkin akan menjadi teman dekat terbaik ku "


Entah ada perasaan yang menyenangkan di hati Ahyar ,


" Maaf soal kotak makan siang itu , kau istirahat lah " ucap Melda masih duduk menunggu Ahyar


Lalu kemudian Ahyar memejamkan matanya ,


Setelah kiranya lumayan cukup lama Melda menemaninya ia merapikan selimut Ahyar ,


Setelah kepergian Melda , Ahyar membuka matanya ia merasakan kegetiran terhenyut di hatinya mendengar perkataan Melda .


***


Saat ini pukul 7:00 pagi , atta datang ke ruangan Ahyar untuk memeriksa kondisi nya tapi sesampainya di sana ia mendapati ahyar yang sedang berapih dengan pakaian kerjanya


" Yaa ! Apa yang sedang kau lakukan ! " Ucapnya


" Pergi bekerja "


" Gua tahu lu gila berkerja tapi pikirkan kondisi lu , lu harus istirahat "


" Gua udah gapapa , thanks tta.. " ucap Ahyar datar lalu pergi


Sedangkan di kediaman raii , mereka baru saja selesai sarapan dengan qayla yang meminum minuman herbal dari ibu Dina seperti biasa ia selalu saja merasakan sakit yang hebat di Perut nya sesudah meminumnya . tapi ia tak menunjukkan nya di depan raii , Kemudian mereka pergi .


Kini raii sudah di kantor , di kagetkan dengan Ahyar yang masuk naik elevator juga bersama nya


" Lu sedang apa ?! " Ucap raii


" Lu liat gua sedang di kantor kan ? , Apa lagi yang gua lakukan selain bekerja , "


" Jangan buat image gua terlihat buruk . yang tetep mempekerjakan sekretaris pribadi nya yang sedang sakit ! "


" Cih , sejak kapan lu mempedulikan tentang itu . Gua udah membaik " serunya keluar elevator dan berjalan beriringan dengan raii masuk keruangan nya , ini berkas meeting nanti . "


Raii meliriknya ..


Kemudian Ahyar berbalik hendak pergi ke ruang nya ,


" Lu mau sampai kapan melarikan diri dari perasaan lu sendiri ? , Lu yakin dengan membohongi diri lu sendiri itu adalah jawaban yang lu inginkan ? , Lu yakin gak nyesel kalau nantinya ngeliat Melda bersama bocah itu ! , " Ucap raii


" Apa yang sedang lu bicarakan , gua gak ngerti ! " seru Ahyar pergi


Sesampainya di ruang kerjanya , ia berkecamuk dengan isi kepala . Merasakan kegundahan yang luar biasa tidak dapat membuatnya berkutik sedikitpun berperang dengan dirinya sendiri ,


Sementara di sebrang sana tepatnya di toko smiling flowers qayla dan lifah tengah merapihkan bunga-bunga yang baru saja datang dari toko bunga milik ka Hana , sedang Melda tengah memeriksa hasil dan rekapan pembukuan .


" Oh ya ini pembukaan Minggu ini dan lalu , hasilnya Alhamdulillah sangat memuaskan " seru Melda menunjukkan nya dengan qayla dan lifah

__ADS_1


" Uwahh kita bisa menjadi sukses di kalangan orang-orang hebat , ahh membayangkannya saja sudah membuat


Antusias " ucap lifah bergijik senang


Membuat qayla dan melda ikut senang ,


" Haloo semuanya " seru ibu Dina yang baru saja datang melambaikan tangan dan memeluk qayla lalu lanjut dengan Melda dan lifah


" Ibu , " ujar qayla tersenyum begitu pun Melda dan lifah


" Kita jalan-jalan ke mall yuk , pokoknya kalian harus mau yah . Ibu dan Tante Gak mau dengar alasan apapun jadi kita berangkat sekarang oke " ucap ibu Dina menggandeng menantunya dan tersenyum


Membuat Melda dan lifah tercengang ,


" Ayuk , apa lagi yang kalian tunggu ambil tas kalian kita pergi . " ujar ibu dina , lalu mereka pun bergegas keluar menuju mobil


" Sttt Mereka begitu mirip bukan , gak anak ( raii ) dan gak ibu suka sekali membuat keputusan sendiri . " gumam lifah dengan Melda


" Kau ini ! , " Seru Melda menepuk pelan lifah


Hingga suara pria yang baru saja tiba membuat mereka menghentikan langkah mereka , " oh kalian akan kemana ? " Tanya nya


" Kau ! , Kau sudah sembuh bocah ? " Seru lifah


" Berhenti memanggilku itu , keadaan ku sudah baik-baik saja " sahut nya lalu menyapa sopan ibu Dina yang berada di samping qayla di depan sebuah mobil


Devan tersenyum senang melihat Melda ,


" Kami akan pergi bersama tante Dina " beritahu Melda


Tampak raut wajah Devan sendu karena itu tandanya ia tak bisa bersama Melda sebelum penerbangan sore ini ,


" Kau bisa ikut jika mau , " ucap ibu Dina


" Benarkan Tante ? , " Sahut bocah itu antusias yang di anggukkan ibu Dina


" Ck ck seperti nya kau tidak bisa jauh dari Melda ya " geleng-geleng kepala lifah


Devan membukakan pintu mobilnya untuk melda ,


" Terimakasih , " ucap Melda


" Tante , qay , sepertinya aku ikut dengan mobil ini saja " teriak lifah


" Iyah baiklah .. " sahut qayla dan juga ibu Dina


Mereka pun pergi dengan mobil Devan yang berada di belakang mobil yang di naikin qayla dan juga ibu Dina


Samar-samar ibu Dina menanyakan tentang Melda dan si bocah itu dengan qayla , " sayang bukannya Melda itu kekasih nya Ahyar ? "


Qayla menggeleng melihat ibu mertua nya ,


" Bukankah saat itu kalian bilang jika Melda menyukai ahyar ? , Terus pria muda itu adalah kekasih Melda ? "


" Iyah Melda memang memiliki perasaan dengan Ahyar tapi tampaknya Ahyar lah yang tak ingin memiliki suatu hubungan , hingga akhirnya mereka saling memasang batasan untuk hati mereka masing-masing . Tentang Devan dia memang menyukai Melda tapi terakhir kali Melda menolaknya dan sekarang aku juga tidak tahu tentang hubungan mereka "


" Dasar anak itu ! . Lihat bagaimana nanti pertahanannya runtuh , " rada geram


Sementara di mobil belakang Devan tengah berbincang dengan Melda hangat yang bisa di rasakan lifah walaupun sekedar berbincang yang tak terlalu penting ,


" Eheum " dehem lifah , " jadi hubungan kalian sekarang ini apa ? " Tanya nya


Melda melirik nya heran kenapa dia menanyakan hal semacam itu


Devan tersenyum , " banyangan Kaka hubungan seperti apa yang terlihat dari kita "


" Apa kalian sudah pacaran ?! " .


" Itu yang kuharap .." gumam Devan yang masih tersenyum


Lifah yang tampaknya belum menemukan jawaban dari pertanyaan melihat Devan dan juga Melda seraya meminta jawaban , hingga akhirnya mereka sampai dengan lifah yang belum mendapatkan jawaban pertanyaan nya itu


Ya itu adalah pusat perbelanjaan mall terbesar yang cukup terkenal saat ini di kota xxx ini . Itu juga adalah mall yang di miliki oleh raii berlabel kingdom ,


Baru saja mereka memasuki dalam mall tersebut , banyak para karyawan yang bekerja menunduk hormat melihat kedatangan ibu presdirnya tanpa di ketahui sama sekali dengan qayla jika mall tersebut adalah milik suaminya .


Mereka mulai banyak membawa paper bag berisikan banyak barang yang tentunya di berikan ibu dina untuk mereka , tapi tidak dengan Devan tujuan perginya ia ikut itu hanya ingin menghabiskan waktu nya bersama Melda ia bahkan banyak berbincang berdua Ambil berjalan .


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2