Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Kenyataan Yang Sebenarnya


__ADS_3


Saat Alexa ada di Surabaya menghabiskan waktunya jalan-jalan dengan Edwin. Andi di sini merasa sangat tersiksa. Tersiksa dengan perasaannya. Ia sangat merindukan Alexa namun ia harus menahannya.


Belum lagi sikap Vita yang seenaknya membuat Andi muak terhadapnya. Awalnya Andi merasa kasihan dan mau belajar mencintainya tapi karena sikap Vita yang terus menguji kesabarannya, membuat Andi mengurungkan niat untuk belajar mencintai Vita dan Andi akan berfikir ulang untuk menepati janjinya.


Setiap pagi, ia selalu saja di sibukkan dengan masak, belanja, bersih-bersih rumah, nyuci bajunya Vita bahkan sampai BH dan CD nya juga. Sedangkan baju Victor dan Victoria, gak dia hiraukan bahkan sampai menggunung. Saat Victoria menyuruh nya untuk mengunci ya, gak ia dengerin karena Andi merasa dirinya bukanlah pembantu.


Bahkan Andi mau tinggal di rumah Vita karena ia khawatir dengan kondisi Vita saat ini bukan ingin numpang tidur secara gratis. Toh kalau cuma tidur, ia lebih nyaman berada di kontrakannya yang bisa melakukannya dengan bebas tanpa takut kena tegur atau apapun.


Andi jadi membanding bandingkan orang tua Vita dengan orang tua Alexa. Dulu Zahra dan Adzriel sangat menghargai nya bahkan mereka menganggap Andi sebagai anaknya, tidak seperti Victor dan Victoria. Awalnya mereka baik dan terlihat penyayang tapi makin ke sini setelah hidup satu atap, mereka tak sebaik yang di fikiran Andi. Mereka di rumah makan tinggal makan, dan semuanya harus di turuti. Andi sampah gak betah tinggal di rumah Vita.


Dan hari ini, ia akan pulang ke kontrakannya lagi. Sejak tinggal di sini, berat badan Andi turun drastis sakitar 7 kg lebih. Itu karena Andi gak ada waktu untuk istirahat dan makan pun sedikit, ia juga kelelahan merawat Vita.

__ADS_1


"Vita?" panggil Andi dengan suara rendah, ia takut Vita akan membentaknya lagi seperti kemarin hanya karena Andi salah berucap kata.


"Ada apa?" tanya Vita tanpa menoleh ke arah Andi. Seperti biasa, ia sibuk dengan gamenya.


"Aku pamit pulang ke kontrakanku," jawab Andi


"Kenapa? Kamu sudah gak betah tinggal di sini? Iya? Jawab aku?" bentak Vita dengan nada tinggi. Untunglah di sini gak ada orang, karena mama dan papanya Vita sudah berangkat kerja.


"Bukan begitu, tapi besok aku sudah harus kerja lagi. Masa cutiku sudah habis," jawab Andi, ia gak mau marah ataupun membentaknya seperti Vita. Bagaimanapun Andi akan berusaha semampunya untuk menahan emosinya, apapun yang terjadi.


"Baiklah, aku akan tetap di sini," ujar Andi mengalah


"Bagus," ucap Vita sinis. Ia merasa bahagia, sangat bahagia karena akhirnya Andi akan menjadi miliknya, seutuhnya dan dirinya bisa mengendalikan Andi semaunya. Vita juga berhasil memutus hubungan Andi dan Alexa.

__ADS_1


Gak sia-sia Vita menyuruh seseorang untuk menabrak Andi lalu dirinya akan menolongnya agar Andi punya hutang nyawa padanya. Ya walaupun keadaan dirinya sekarang berakhir seperti ini.


Sebenarnya Vita memperkirakan dirinya hanya luka lecet tapi siapa sangka ternyata lukanya parah tidak sesuai dengan yang ia perkirakan. Bahkan dirinya sampai cacat seperti ini.


Tapi gak papa, nasi sudah jadi bubur. Walaupun awalnya Vita merasa shock dan putus asa tapi tidak untuk sekarang, karena ia bisa menikmati semuanya.


Mama dan papanya juga sudah tau rencananya, awalnya mereka marah karena ide gila Vita yang sudah sangat keterlaluan tapi mereka bisa buat apa. Dan sekarang Victor dan Victoria sudah tak lagi peduli dengan Vita karena menurut mereka masa depannya sudah hancur dan gak bisa di harapkan lagi untuk menjadi pewaris bisnis yang mereka kelola.


Victor dan Victoria sangat menyayangkan sekali, anak yang mereka besarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hanya karena cinta dan ego, harus rela mempertaruhkan masa depannya demi laki-laki yang tak mencintainya.


Anak yang dulu sangat di harapkan, sekarang seakan sudah sirna.


Dulu mereka mengalah saat mereka ingin Vita kuliah jurusan bisnis dan manajemen tapi Vita malah milih jurusan dokter. Namun mereka masih berharap, kelak Vita tetap menjadi penerusnya untuk menjalankan bisnisnya.

__ADS_1


Tapi sekarang, semuanya sudah bubar. Mereka juga membenci Andi karena Andilah penyebab semuanya. Untuk itu, Victor dan Victoria tak lagi memperdulikan Andi dan malah menganggap nya sebagai pembantu.



__ADS_2