Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Sepupu Jauh


__ADS_3

Bram mendapat email dari pamannya yang berada di luar negeri. namanya paman Hasim sepupu dari ayah Bram. pamannya bilang anak perempuannya akan datang dan menginap beberapa waktu di rumah Bram. paman Hasim sudah bicara dengan ibu Bram dan ibunya memperbolehkan.


Bram keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju kamarnya. ia ingin menceritakan pada Ariani mengenai anak pamannya.


"Kau pernah berjumpa dengannya sayang?".


"Entahlah aku lupa, aku jarang ikut kalau ada acara keluarga".


Ariani sudah menduganya. Bram pasti tidak mengenal sepupunya itu.


"Bagaimana menurut mu?". Bram meminta persetujuan Ariani.


"Aku terserah pada ibu, jika ibu setuju aku ikut saja".


Bram menyuruh Hyuk untuk menjemput sepupunya yang bernama Maura. Hyuk sempat mengerutkan keningnya. ia asing dengan nama itu. setidaknya ia mengenal keluarga besar Admaja dan sepertinya tidak ada yang bernama Maura. tapi karena Bram meminta untuk menjemputnya di bandara Hyuk langsung berangkat. berbekal foto yang ia simpan di ponselnya, Hyuk berangkat menuju bandara.


Hyuk menunggu sambil mengedarkan pandangannya di keramaian bandara. di kejauhan seorang gadis memakai baju berwarna Hijau melambai pada Hyuk. Hyuk mengamati foto di ponselnya dan benar itu adalah Maura.


"Nona Maura?".


"Benar sekali, kau pasti tuan Hyuk kan?".


"Benar nona".


"Kalau kau saja tampan apa lagi sepupuku Bramantyo pasti ia tampan sekali".

__ADS_1


Kesan pertama, Hyuk tidak menyukai gadis itu. melihat pakaiannya yang terbuka dan sexy saja Hyuk risih. berbeda dengan Ariani dan Keara yang selama ini ia kenal. kedua wanita itu berpakaian tertutup dan berkelas.


Hyuk menaikan koper besar milik Maura ke bagasi mobil. Maura sudah masuk duluan ke dalam mobil. Hyuk menjalankan mobilnya meninggalkan bandara menuju rumah keluarga Admaja.


Maura sibuk merias wajahnya di kursi belakang. Hyuk tidak tertarik meliriknya. ia ingin segera sampai di rumah utama dan menurunkan gadis itu. Hyuk membelokan mobilnya di pelataran rumah keluarga Admaja. ia mengeluarkan koper Maura dan mengajak Maura masuk kedalam rumah. di dalam sudah ada ibu, Ariani dan bibi Nam yang menyambut. Maura tampak berbasa-basi dengan ibu sementara dengan Ariani ia terlihat sinis . Bram menuruni tangga berjalan mendekati istrinya. ia merangkul pundak Ariani tanpa mempedulikan Maura. Bram sudah siap dengan stelan kerjanya. Maura terpana melihat ketampanan Bram. ia memandang Bram tanpa berkedip.


"Ibu apa ini sepupuku Bram?".


"Benar Maura". Ibu menyuruh Bram untuk menyapa Maura.


"Panggil aku tuan Bram, dan kau baca peraturan untuk mu jika kau mau tinggal di rumah ini untuk sementara".


Hyuk mengeluarkan selembar kertas yang tertulis peraturan untuk Maura.


"Berikan padanya".


Ariani bermain-maim dengan Aska di kamarnya.


***


"Hyuk cari tahu siapa gadis itu dan untuk apa pamanku mengirimnya ke rumah".


"Baik tuan".


"Satu lagi, selesaikan hubungan mu dengan Keara secara baik, aku akan gila karena Ariani terus merayu ku agar bicara dengan mu".

__ADS_1


Hyuk hanya terdiam. ia sendiri belum tahu akan baimana pada Keara. gadis itu sulit lenyap dari pikiran Hyuk meski sudah ada kata berpisah di antara mereka.


Hyuk melangkah pergi dari ruang kerja Bram. ia berjalan menuju mobilnya. ia mau memcari data tentang Maura.


***


Petra baru saja tiba dari luar kota. ia di tugaskan Bram untuk mengerjakan proyek mereka di beberapa kota.


"Oh siapa ini?".


Maura memandangi Petra dari atas sampai bawah. Petra melepas kacamata hitamnya dan memandang aneh pada Maura. bagi Petra dandanan Maura terlalu berlebihan dan kurang berkelas.


Bibi Nam". Petra memanggil bibi Nam yang sibuk di dapur.


"Siapa dia bi".


"Nona Maura sepupu tuan, anak dari paman Hasim".


"Paman Hasim?, memang ia punya anak perempuan?". Petra memandang curiga pada Maura.


"Terserah kau Petra, yang penting aku adalah sepupu mu". Maura melangkah pergi ke kamarnya. Petra merangkul bahu bibi Nam dan berbisik mengenai Maura.


"Apa kakak ku tahu hal ini?".


"Tentu saja, tuan Bram yang menyuruh Hyuk menjemput Maura di bandara".

__ADS_1


"Apa kakak ku mulai kehilangan instingnya?".


Bibi Nam menggelengkan kepalanya dan menepuk lengan Petra. ia kembali ke dapur dan Petra mencari ibunya ia meminta penjelasan tentang sepupu baru itu.


__ADS_2