
Setelah pulang sekolah, Axel dan Axela pun langsung menuju ke rumah Balqis namun di perjalanan, mereka sempat berhenti karena harus membeli oleh oleh untuk Balqis dan Om Aksa.
"Ka, beli coklat ini aja yuk." Ujar Alexa sambil mengambil kotak berbentuk love yang isinya adalah coklat.
"Iya udah deh, tapi coba liat dulu isinya. Takutnya nanti gak sesuai." Balas Axel.
"Bu, boleh gak kalau kotaknya di buka. Saya ingin liat dulu isinya seperti apa?" ujar Alexa kepada pemilik toko.
"Oh ya boleh, sini tak bukakan." Jawab ibu itu dengan senyum ramahnya.
"Nih bentuknya seperti ini." Ujar ibu itu setelah membuka penutup kotaknya.
"Bagus juga kak, aku mau belii ini aja deh buat tante dan om." Ujar Alexa.
"Baiklah, ini berapa ya buk?" tanya Axel.
"75 ribu nak." Jawab ibu itu sambil menutup kembali kotak coklat itu dan menaruhnya di kresek.
"Ini buk uangya." Ujar Axel memberikan uang 100 ribu. Ibu itupun juga memberikan kantong kresek yang isinya coklat tadi.
"Kembaliannya 25 ribu ya nak." Ujar ibu itu ramah.
"Iya bu."
"Aduh ibu gak ada uang lima ribuan. Adanya 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu dan 100 ribuan. Gimana ya, ibu mau nukar dulu ya bentar." Ujar ibu itu.
"Gak usah bu, biar kembaliannya 20 ribu aja gak papa." Ucap Axel tersenyum.
"Tapi nak, harganya kan cuma 75 ribu."
"Gak papa bu, anggap aja yang lima ribu itu adalah rezeki ibu hari ini."
"Baiklah, terima kasih ya nak." ujar ibu itu sambil memberikan uang 20 ribuan kepada Axel. Setelah selesai membeli coklat, mereka pun membeli salad buah.
"Ka, itu ada yang jual salad buah." Ucap Alexa menunjuk ibu ibu yang jual salad buah di pinggir jalan. Mereka memang membeli coklat dan salah buah di pinggir jalan sekalian membantu mereka menghabiskan jualannya.
"Oke kita kesana." Ujar Axel sambil berjalan menghampiri ibu ibu yang jualan salah buah.
"Ibu, beli salad 2." Ucap Axel tersenyum ramah.
"Beli yang berapan nak?" tanya ibu itu tak kalah ramahnya.
"Harganya berapaan buk?" tanya balek Axel.
"Ini ada harganya. Yang 200 ml harganya 12.000, yang 400 ml harganya 20.000, yang 750 ml harganya 38.000 dan yang 1.000 ml harganya 50 ribu. Adek mau beli yang mana?" tanya ibu itu.
"Boleh liat yang 38.000 gak buk?"
"Oh boleh."
Ibu itu pun membuka salah satu salad buahnya.
__ADS_1
"Ini nak kayak gini bentuknya." Ujar ibu itu sambil memperlihatkan isinya.
"Lumayan bagus kak." Ucap Alexa yang dari tadi diam.
"Yang lainnnya buk, adakah hiasan di atasnya yang agak rapi sedikit. Maaf." Ujar Axel melihat penampilan yang di atas kurang rapi.
"Ada dek. Bentar ya ibu akan buka yang satunya lagi." Ujar ibu itu gak ada marah sedikitpun walau Axel bilang kalau hiasan salad miliknya kurang rapi.
"Kalau yang bunder ini berapaan buk?" tanya Axel.
"Yang bunder harganya sama dek, ada yang 12 ribu, ada yang 20 ribu."
"Gak ada dek, kalau yang bunder cuma adanya yang kecil aja. Yang 12.000 dan 20.000 aja."
"Oh gitu. Terus itu penampilannya atasnya kog beda beda semua ya?" tanya Axel.
"Emang sengaja dek, biar pembeli bisa mimilih yang cocok dan sesuai selera." Jawab itu yang sebenarnya gak terlalu tua dan perkiraan umurnya masih 32 tahun. Cuma penampilannya agak sedikit kusam dan kumal aja. Tapi kalau di liat liat orangnya cantik hanya saja tidak pakai make up.
"Ini salad punya ibu?" tanya Axel.
"Bukan dek, ini punya orang lain. Dan saya cuma menjualnya saja. Kalau bikin sendiri gak ada modal." Jawab ibu itu sendu.
"Oh. Emang ibu dapat berapa perhari jualan ini?" tanya Axel.
"Kadang lima belas ribu kadang 20 ribu bahkan pernah cuma 8 ribu seharian penuh."
"Dikit juga ya dapat uangnya." Ujar Axel.
"Iya tapi saya selalu bersyukur masih bisa mendapatkan penghasilan sehingga bisa menghidupi anak saya yang masih kecil dan membeli obat suami saya yang sedang sakit." Ucap ibu itu tak terasa mengeluarkan air mata. Entahlah kenapa ia bisa menangis dan bercerita kepada anak kecil yang belum tau apa apa itu. Mungkin karena bebannya yang begitu berat sehingga cerita itu mengalir begitu saja.
"Oh, maaf ya bu. Sudah bikin ibu sedih."
"Gak papa nak, ibu sudah terbiasa seperti ini."
"Oh ya saya beli salad yang lima puluh ribuan 5, yang 38 ribuan 5, yang 12.000 an juga 5 sama yang 20 ribuan 5."
"Banyak banget nak?" tanya ibu terkejud.
"Gak papa, soalnya saya butuh buat aku kasih ke tante dan om." Jawab Axel itu tersenyum.
"Baiklah." Ibu itu pun segera membungkus semua pesanan Axel ke dalam kardus dan memberikannya kepada Axel.
"Berapa semuanya buk?" tanya Axel.
__ADS_1
"600 ribu nak." Ujar ibu itu sambil mentotal semuanya.
"Ini buk uangnya." ucap Axel sambil memberikan uang satu juta.
"Uangnya lebih 400 ribu nak."
"Iya bu sengaja. Itu uang buat ibu biar bisa bawa suaminya ibu periksa dan bisa buat jajan anak ibu."
"Makasih ya nak." Ujar ibu itu terharu karena sejak ia berjualan baru kali ini ada orang yang mau memberikan uang itu secara cuma cuma.
"Sama sama bu. Oh ya salah ini gak semuanya buat aku, ini buat ibu juga." Ujar Axel sambil memberikan salad buah yang seharga lima puluh ribuan dua.
"Sekali lagi terima kasih ya nak, suami dan anak saya pasti suka dengan salad ini." Ujar ibu itu sambil mengambil salad dari tangan Axel.
"Saya pamit dulu ya bu. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu Axel dan Alexa pun berjalan menuju mobilnya dan langsung masuk ke dalam mobil setelah sang sopir membuka pintunya.
Di dalam mobil, Axel bingung mau di apakan salad buah sebanyak ini.
"Ka, kita apakan ya saladnya, gak mungkinkan kita kasih semuanya ke tante dan om." ujar Alexa.
"Iya itu, kakak juga bingung. Oh ya ini buat bapak dua." Ujar Axel sambil memberikan salad buah yang seharga 38.000 kepada sopirnya.
"Makasih ya den." ujar sopir itu senang karena mendapatkan salad buah gratisan.
"Sama sama pak." Jawab Axel tersenyum.
"Masih sisa 16." ucap Axel.
"Iya, kira kira kita ngasih ke tante berapa?" tanya Alexa.
"Dua aja cukup. Kita kasih yang harga lima puluh ribuan." Jawab Axel.
"Terus sisanya mau di apakan?" tanya Alexa.
"Buat saya aja den. Saya mau kog." Ujar sang sopir tapi hanya dalam hati karena tak mungkin ia berani mengucap hal seperti itu.
"Pak, kita ke panti jompo ya." Ujar Axel.
"Oke den."
Akhirnya sang sopir pun pergi ke panti jompo yang tak jauh dari tempat di mana ia berada sekarang. Setelah sampai di panti jompo, Axel dan Alexa segera turun dan memberikan salad itu kepada pengasuh yang tinggal di panti jompo, agar mau memberikannya kepada kakek dan nenek yang tinggal di panti jompo itu. Entah bagaimana caranya agar itu bisa cukup. Kebetulan yang tinggal di panti jompo itu juga gak terlalu banyak cuma sekitar 30 an orang saja.
Setelah selesai memberikan salad itu, mereka pun kembali masuk ke dalam mobil. " Akhrinya selesai juga ya." ujar Axel.
"Iya kak, Alhamdulillah." ujar Alexa senang. Dan setelah itu mereka pun lanjut untuk pergi ke rumah Balqis.
__ADS_1