Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Di ruang Aulia


__ADS_3


 


Axel dan Alexa kini berada di ruang Aulia. Tapi mereka tak melihat ommanya di sana.


"Lho omma ada dimana?" tanya Alexa.


"Entahlah, mungkin masih ada urusan. Sudahlah kita tunggu aja di sini. Kita pantau yuk tante pelakor itu lewat CCTV. Kan di resto ini di setiap suduh ada CCTV nya." Jawab Axel sambil duduk di sova dan menghadap ke jendela luar.


"Oh ya kakak benar. Sekarang benar benar zaman now. Di mana mana selalu ada CCTV." Ujar Alexa.


"Iya udah ayo lihat, ngapain aja mereka." Ucap Axel bersemangat. Sambil duduk di kursi kebesarannya milik Aulia. Lalu menghidupkan laptop yang ada di atas meja. Setelah terhubung, Axel dan Alexa pun dengan seksama melihat apa aja yang di lakukan oleh Inez dan laki laki yang kini ada di depannya itu.


"Ka, coba kakak kirim foto foto tadi ke nomer tante itu." Ucap Alexa.


"Memang kamu punya nomernya?" tanya Axel.


"Punya dong, aku kemaren mengambil nomer tante itu dari sosial media." Jawab Alexa sambil mengambil hp nya dan mencari kontak bernama Sinder Bolong.


"Nih nomernya." Ucap Alexa sambil memberikan nomer Inez kepada Axel. Axel pun segera mencatatnya dan menyimpannya di hp.


"Kita teror wanita itu pakek nomer siapa?" tanya Axel.


"Tenang aja, aku kemaren juga sudah membeli banyak kartu, aku nitip ke teman sekelasku. Jadi nanti jika di lacak, kita segera memotongnya dan membuangnya jauh jauh agar gak bisa di lacak. Dan jika kita ingin menerornya lagi harus pakai kartu baru lagi. Agar nomernya berbeda dengan yang sebelumnya." Jawab Alexa sambil mengeluarkan banyak kartu dari dalam tasnya.


"Bagus deh." Axel pun segera membuka bungkusnya dan menaruh kartu itu di hp yang jarang ia pakai. Dan setelah itu ia pun mengirim beberapa foto yang ia ambil kepada Inez.


"Udah aku kirim dan liat apa yang akan terjadi." Ujar Axel tertawa. Alexa pun hanya tersenyum menanggapinya.


Dan benar saja, ketika hp nya berbunyi. Inez segera memegang hp nya dan melihat pesan yang masuk ke hpnya. Namun matanya seakan seperti mau lompat dari sarangnya ketika ia melihat foto dirinya yang kini bersama pria yang ada di hadapannya. Inez pun melihat kanan kiri seperti orang kebingungan. Dan itu di buat kesempatan oleh Axel untuk terus menerornya.


"Ngapain liat sana sini, lagi cari aku ya. Percuma, kamu gak akan tau siapa kau. Dan kamu gak akan bisa melihat aku ada di mana. Tapi aku dengan jelas bisa tau apa yang kamu lakukan karena aku ada di samping kamu." Send, pesan terkirim ke Hp Inez.


Saat Inez membacanya, ia semakin kaget. Karena ia tak menyangka pengintai itu ada di sampingnya dan sedang memata-matai dirinya.

__ADS_1


Ia pun mengajak pria yang ada di hadapannya keluar dari resto itu.


Lagi lagi Axel mengirim pesan kepada Inez.


"Ngapain buru buru pulang, takut ya." Itulah pesan yang di kirim Axel kepada Inez. Lagi lagi Inez hanya bisa menahan kesal karena ia tak mungkin bisa meluapkan emosi di depan laki laki yang sudah menyewa tubuhnya dengan bayaran yang cukup mahal. Sekali kencan bisa sampai 150 juta.


Setelah jauh dari resto, laki laki itu membawanya ke tempat sepi.


"Kenapa berhenti di sini?" tanya Inez.


"Bukankah kamu gak mau di ajak ke hotel."


"Terus?"


"Kita melakukannya di sini aja."


"Gimana jika ketahuan orang?"


"Gak akan. Yang penting kita jangan terlalu keras mainannya. Lagian kacanya juga gelap, jadi sulit buat orang lain untuk melihat apa yang ada di dalam mobil." Jawab laki laki itu yang sudah tak tahan ingin segera melahap Inez yang sexi nya sungguh aduhai.


Setelah semua baju terbuka dan tak ada sehelai kain pun yang melekat. Mereka pun melakukan hubungan badan.


Uh Ah, Uh Ah, Uh Ah.


"Jangan keras keras sayang. Nanti ketahuan orangg." Ucap laki laki itu sambil terus menekan tombak punya dirinya lebih dalam lagi. Sehingga membuat Inez terus mendesah karena merasakan nikmat yang luar biasa.


"Ah sayang, terus tancapkan lebih dalam lagi." Ujar Inez meracau. Laki laki itu tersenyum dan dengan semangat terus memaju mundurkan miliknya.


Mereka terus melakukannya tanpa memikirkan yang lain. Sesekali mereka bergantian, kadang Inez yang berada di atas tubuh laki laki itu, kadang laki laki itu yang berada di atas tubuh Inez. Mereka melakukan sampai merekapun mencapai puncaknya.


Setelah selesai, mereka berdua segera memakai bajunya kembali dan setelah itu mereka pergi ke pantai untuk menikmati indahnya alam.


"Makasih ya yang tadi." Ucap laki laki itu sambil mengelus rambut Inez.


"Sama sama. Uangnya sudah kamu transferkan?" tanya Inez.

__ADS_1


"Sudah, kamu bisa cek di hp mu." Ujar laki laki itu.


Inez pun membuka hp nya dan mengecek ada uang masuk apa gak dan ternyata ada.


"Kenapa 200 juta?" tanya Inez.


"50 juta bonus buat kamu karena tadi sudah membuat aku benar benar puas. Lain kali aku ingin menyewa jasamu lagi." Ujar laki laki itu sambil mencium pipi Inez.


"Baiklah, aku akan selalu ada jika kamu butuh belaianku."


"Iya udah ayo pulang sebelum ada orang yang melihat kita berdua."


"Ayo.."


Laki laki itupun mengantarkan Inez kembali ke rumahnya. Namun sesampai di depan rumah lagi lagi ia mendapat vidio tentang dirinya yang berada di dalam mobil bersama laki laki itu. Bagaimana desahannya sampai membuat ia lupa segalanya. Lagi lagi Inez di buat kesal oleh perbuatan orang yang tak bertanggung jawab. Inez bersumpah akan mencari tau siapa orang yang sudah mengganggu kehidupannya itu.


 


\====================


 


Di sisi lain, dua bocah saling tertawa karena kali ini ia bisa mendapatkan vidio satu lagi. Untunglah tadi sebelum Inez pergi dari resto, Axel menyuruh salah satu pelayan untuk menaruh kamera kecil yang di tempelkan di tas yang di pakai oleh Inez.Untunglah saat pelayan itu pura pura menabrak Inez, Inez gak sadar kalau ternyata pelayan itu sedang mengelabui dirinya agar Inez gak sadar apa yang telah di lakukan pelayan itu.


Axel juga sudah menyuruh seseorang untuk masuk ke dalam rumah Inez secara diam diam dan menaruh kamera kecil di beberapa bagian yang tempatnya gak terlalu mencolok. Dengan begitu Axel dan Alexa bisa tau apa yang terjadi di dalam rumah Inez. Dan semua rencana gila Inez yang selalu berusaha menyingkarkan Balqis.


 


 



 


__ADS_1


__ADS_2