
" aku masih, punya hati dan akal sehat ku, kalau nanti selingkuhan kamu di pecat, kamu dan dia mau makan apa.. ?? " ( bagas) dengan tegas.
" engga usah, mengancam aku, aku tau kalau kamu hanya menggertak aja, kamu sebenar nya, engga tau tempat pacar aku bekerja. " ( Siska ) ia berusaha menepis ke takut tan nya.
bagas hanya tersenyum.
" baik, kalau kamu mau aku main main, akan ku tunjuk kan siapa bagas. " ( bagas)
"silahkan.. ?? " ( Siska) ia menantang bagas.
" aku, akan menghubungi perusahaan tempat selingkuhan kamu bekerja,aku akan menghubungi perusahaan xx, di situ kan selingkuhan kamu bekerja, aku tau jabatan yg ia miliki. " ( bagas )
" ia, hanya sebagai karyawan biasa kan. " ( bagas)
Siska sedikit bingung , ketika bagas mengetahui, secara detail, tentang diri nya dan selingkuhan nya.
" kenapa kamu diam.. ?? " ( bagas) sambil tersenyum sinis, tapi sayang senyuman nya itu, tidak terlihat oleh Siska.
" jadi mulai sekarang, jangan pernah kamu hubungi aku, atau ganggu keluarga aku, mengerti. " ( bagas) dengan tegas, dan penuh ancaman.
bagas pun memati kan sambungan telepon nya, tanpa menunggu jawab ban dari Siska.
Siska hanya mendengus kesal, atas jawab ban dari bagas, ia pun menjatuh kan tubuh nya ke sofa.
stefan pun menghampiri Siska.
" kamu kenapa.. ?? " ( stefan) ia duduk di samping Siska.
" aku, lagi kesal sama bagas, aku mengecam dia, tapi dia malah mengancam balik aku, apalagi dia tahu tempat kerja kamu.. ?? " ( Siska)
stefan membulat kan mata nya, dan menatap ke arah Siska.
" maksud kamu, bagas tau tempat aku bekerja. " ( stefan) dengan nada, kaget.
" iya, makan nya aku bingung, apalagi dengan sekali ucapan, dia bisa aja, langsung mengeluar kan kamu dari pekerjaan. " ( Siska)
" terus, kita harus pakai cara gimana lagi, kalau kita engga mendapat kan gak asuh jelita, susah dong untuk mengambil harta dari bagas. " ( Siska)
" aku juga buntu, harus gimana, apalagi bagas, sangat berkuasa..?? " ( stefan)
__ADS_1
" ah, sudah lah, aku pusing, aku minta uang buat shoping, biar otak aku lebih fresh. "( Siska) sambil menada kan tangan nya, ke arah stefan.
stefan menatap ke arah Siska.
" aku engga punya uang, ada juga buat aku makan sehati hari, kemarin kan aku udah kasih kamu uang. " ( stefan)
" uang segitu mana cukup.. ?? " ( Siska ) ia mendengus kesal, apalagi uang yg di beri kan stefan, tidak ada apa apa nya , di banding uang pemberian dari bagas, mungkin hanya se ujung kuku nya.
" kamu, harus bisa hemat ka, sekarang kamu bukan lagi istri bagas, aku hanya pegawai biasa. " ( stefan)
Siska hanya menghela napas nya.
" cari kerjaan nya yg bagus dikit ke, jangan sebagai staf biasa, biar bisa menghidupi aku. " ( Siska)
" seharus nya, kamu bersyukur, dengan ke adaan aku seperti ini, kamu bisa makan dan berlindung, engga tidur di emperan. " ( stefan)
" kamu.. ?? " ( Siska) ia menunjuk ke arah stefan.
" apa, emang benar kan, apa yg aku ucap kan. " ( stefan) ia menatap tajam ke arah Siska, karena ia jengah dengan sikap Siska.
" oh, jadi sekarang kamu berani melawan aku.. ?? " ( Siska)
" aku berani, karena aku ini lelaki, sudah cukup aku di tekan, bahkan di perbudak sama kamu, kalau kamu engga mau hidup susah dengan aku, silahkan kan kamu pergi, dari sini, dan cari laki laki yg lebih kaya dari bagas. " ( stefan) dengan tegas.
bugh..
stefan hanya mengelus dada nya, dan menarik napas nya dalam dalam, ia harus ekstra sabar, menghadapi Siska.
ingin rasa nya, bagas mengusir Siska, tpi ia engga punya ke beranian, masih ada rasa kasian, apa lagi Siska, ibu dari anak nya.
dan semasa Siska masih dengan bagas, ia pun menikmati uang bagas.
jadi ia masih harus bersabar, menghadapi Siska.
berbeda dengan stefan, Siska kini sangat kesal atas ucapan stefan, ia pun merebah kan tubuh nya di kasur.
" ah.. ?? aku harus gimana.. ?? " ( Siska)
" aku, engga bisa, hidup seperti ini, apa aku melakukan pekerjaan itu lagi.. ?? " ( Siska) .
__ADS_1
" Iya aku harus menghubungi sela, aku engga mau hidup seperti ini.. ?? " ( Siska) ia pun mencari kontak, bernama sela, setelah mendapat kan nya, ia pun langsung menekan tombol panggil,tak menunggu lama sambungan telpon pun terhubung.
" hallo ka, tumben lo menghubungi gue. " ( sela) tanpa basa basi, ia langsung menodong pertanyaan.
" kamu itu ya, engga ada basa basi nya, nanyain kabar ke, atau apa, ini mah langsung tutup poin. " ( Siska)
" kamu tau kan, kalau aku engga suka basa basi. " ( sela)
" iya.. iya.. ?? " ( Siska)
" iya udah lo, mau apa, menghubungi gue. " ( sela)
" gue butuh bantuan lo.. ?? " ( Siska)
" emang, bantuan apa ka, jangan berbelit belit deh ka. " ( sela)
" ok, gue mau jadi open BO lagi, sel. ?? " ( Siska)
" ha.. ?? engga salah denger gue, bukan nya sekarang lo, udah tobat, semenjak lo nikah sama bagas, si pengusaha itu, dan kalau engga salah, lo cuman selingkuh dengan stefan, kenapa lo balik lagi ke pekerjaan dulu.. ?? " ( sela)
" gue, udah meu bercerai dengan bagas, karena gue, ketahuan selingkuh dengan stefan bukan itu aja, bagas juga tau kalau jelita bukan anak nya, melain kan anak stefan. " ( Siska)
" apa, ko bisa, ke tahuan sih ka, bukan selama ini kamu baik baik aja. " ( sela)
" entah lah, aku juga bingung sel, mungkin udah waktu nya, dia mengetahui, padahal selama ini aku, sangat berhati hati, apalagi bagas sangat cuek, sama ke hidupan aku,tapi entah kenapa sekarang bagas malah mengetahui perselingkuhan aku, dan mencari tau tentang ke hidupan aku. " ( Siska)
" terus lo, sekarang mau balik lagi ke dunia lo.. ?? " ( sela)
" iya, gue mau balik lagi ke hidupan gue, karena gue engga bisa hidup miskin, lo tau kan hidup gue seperti apa, apa lagi stefan bekerja sebagai staf biasa, jadi engga mungkin lah, dia memenuhi ke hidupan gue, untuk makan sehari hari aja, masih pas pas san.. ?? " ( Siska )
" tapi bener lo, mau balik lagi ke hidupan lo dulu. " ( sela) ia meyakin kan kembali ucapan nya.
" iya, gue yakin mau kembali, ke hidupan gue lagi. " ( Siska)
" okey, kalau lo yakin, mau kembali ke hidupan lo lagi, gue akan cari pelanggan untuk lo. " ( sela)
" ok, sebelum nya makasih. " ( Siska)
" iya, iya udah gue tutup ya,bay.. ?? " ( sela)
__ADS_1
ia pun mematikan sambungan telepon nya.
Siska pun menghela napas nya, sebenar nya ia enggan untuk kembali ke pekerjaan nya, yg dulu, tapi bagaimana lagi, dia engga mungkin harus hidup seperti ini.