
Jam 2 lewat 40 menit, Alexa pun sudah bersiap-siap. Alexa menghubungi saudara kembarnya.
"Kak, aku sudah mau berangkat."
Itu adalah pesan yang di kirim oleh Alexa. Setelah selesai mengirim pesan, Alexa mematikan hp nya dan menaruhnya di saku. Alexa juga membuka jaz putihnya dan menaruhnya di lemari yang ada di ruangannya. Karena gak mungkin jika Alexa ke kantor saudara dengan penampilan sebagai seorang dokter apalagi jika ke pasar dengan pakai jaz putih. Kan pasti di tertawain ma orang orang, nanti malah di kira salah masuk...hehe.
Setelah selesai, ia pun pergi dari ruangannya, namun ia bertemu dengan Vita.
"Vit, di ruanganku ada bunga, coklat dan juga boneka kecil dari Andi. Kamu ambil gih tapi jangan sampai Andi tau ya kalau semua itu aku kasih ke kamu bagaimanapun juga, kita harus menjaga hati dan perasaannya." ucap Alexa pelan, agar gak ada yang dengar.
"Oke, terimakasih ya." ujar Vita senang karena tiap hari ia mendapatkan coklat, bunga, kue, boneka, makanan, cemilan dari Alexa yang di kasih oleh Andi. Vita gak masalah jika harus jadi tempat sampah yang penting ia mendapatkannya dengan gratis hehe.
"Aku berangkat dulu ya. Soalnya aku takut Kak Axel lagi nungguin aku." ujar Alexa.
"Oke, kamu hati-hati ya di jalan." ucap Vita.
__ADS_1
"Siap." jawab Alexa tersenyum.
Alexa segera pergi menuju parkiran. Lalu ia pun berangkat menuju kantor Axel.
Sesampai di depan kantor Axel, Alexa pun segera memarkirkan mobilnya, lalu setelah itu, Ia masuk ke kantor Axel.
"Selamat sore, non." ucap seseorang. Dia memang memanggil Alexa non karena dulu saat perusahaan ini masih di pegang oleh Adzriel. Adzriel sering membawa Axel dan Alexa. Dan semua pegawai nya memanggilnya, tuan muda dan non Alexa.
Namun saat perusaahaan ini di berikan kepada Axel. Semua pegawainya ada yang memanggil tuan ada juga yang memanggil Pak Axel. Dan yang memanggil Pak Axel adalah pegawai baru.
"Selamat sore juga." balas Alexa ramah sambil tersenyum.
Alexa berjalan dengan santai menuju ruangan Axel.
Dan saat ia sudah ada di depan pintu ruangan Axel, Alexa mendengar Axel menyebut-nyebut nama Afifah.
__ADS_1
"Afifah, aku kangen." Teriak Axel di ruangannya yang membuat Axel tercengang karena ia gak percaya, ia bisa dengar sendiri saudara kembar' menyebut nama wanita
"Astagfirullah, aku fikir di sini hanya aku yang merasakan jatuh cinta, ternyata Kak Axel juga." ucap Alexa gak menduga karena akhirnya ia mendengar dengan telinganya sendiri.
Alexa pun membuka pintu itu.
"Assalamualaikum kak." ucap Alexa sambil menutup pintu.
"Waalaikumsalam, kamu sudah datang?" tanya Axel.
"Iya kak." jawab Alexa.
"Iya udah ayo berangkat." ujar Axel.
"Eh, aku gak di suruh duduk dulu?" tanya Alexa yang tadinya mau duduk tapi gak jadi karena Axel langsung mengajaknya untuk berangkat.
__ADS_1
"Kelamaan. Aku buru-buru." jawab Axel.
"Iya udah ayo." ujar Alexa mengalah. Jujur Alexa bingung kenapa kakaknya begitu semangat hanya untuk pergi ke pasar buat beli baju.