
~ ceklek ~ , pintu toko terbuka
" Hai ka , " sapa si bocah Devan
Melda memasang wajah datar , " kau lagi ! , sampai kapan akan terus datang ke sini " ucap Melda
" Sampai aku jadi pacar Kaka , aku sudah katakan kan bukan kalau Kaka adalah tipe ku "
" Yaa ! , Tapi aku tidak akan pacaran dengan mu jadi buang saja harapan konyol mu "
" Jangan bicara seperti itu , jika nantinya kita pacaran . Kaka akan menyesali kata-kata itu " serunya tersenyum
" Argh benar-benar bocah ! " Ucap Melda
Devan pun bertemu qayla dan lifah ,
" Mau pesan buket apa ? " Seru lifah
" Seperti biasa , " sahut Devan
" Kau nekat juga ya . " Ucap lifah
Devan mengangkat kedua alisnya , " tentang ka Melda " seru nya
" Ehm , kau itu masih muda jangan sia-siakan waktu mu mengejar yang tak seharusnya kau kejar akan percuma saja . Hidup mu masih panjang " ujar lifah
" Hidup ku tak sepanjang yang kau kira dan mungkin juga aku tak memiliki banyak waktu . jadi aku tak akan menyesali nya ah ya tidak ada yang sia-sia di dunia ini , " seru Devan
" Cih , " gumam lifah menatap sinis Devan , ini ! " Ujar lifah memberikan buket bunga yang sudah selesai di rangkaian
" Terimakasih , ah ya tolong ingat ini ka begitu aku bertekad , aku bisa membuat semua orang menyukai ku " seru Devan tersenyum percaya diri meninggalkan lifah
" Ck ck terlalu pede sekali rupanya ! " Ujar lifah geleng-geleng
Kini Devan sudah berada di depan kasih ,
" Total harganya ××× " seru Melda
Devan memberikan cart nya , dan tak lama ada seorang kurir makanan datang . " Permisi delivery nya " ucap nya
Melda menoleh ke arah ruangan rangkai bunga tapi tak ada yang keluar baik lifah , atau pun qayla . " Maaf pak mungkin bapak salah antar seperti nya tidak yang pesan delivery " seru Melda
" Aku yang memesannya , " sahut Devan mengambil nya , terimakasih pak ini untuk bapak " seru nya memberikan tip
" Terimakasih mas , permisi " ujarnya pergi
Melda kembali bersibuk ,
" cah aku membelikan ini untuk kita makan siang bersama " ucap Devan
" Aku akan makan siang dengan qayla dan lifah " Sahut Melda
" Aku membelikan nya juga untuk mereka , jadi kita bisa makan siang nya bersama . Tidak perlu khawatir aku sudah memikirkan nya " ucapnya mengorder banyak
Melda melirik nya datar ,
" Aku tidak menerima alasan lagi , jika Kaka menolak , itu sama saja Kaka bersifat mubazir kan dan itu perbuatan yang tentunya Allah tidak suka " kata Devan tersenyum
" Uhff .. " hembusan nafas Melda teras berat
" Dan ini satu buket bunga lagi untuk mu " seru Devan
" Lagi ? , Aku kan sudah bilang berhenti memberi ku ini . Kau tidak lihat ini sudah hampir memenuhi meja " ujar Melda
`~Ceklek ~ suara pintu terbuka kembali
" aku tidak akan berhenti memberi mu buket , Kalau begitu bawa lah bersama Kaka agar tidak memenuhi meja " senyum Devan
Kini mata Melda bertemu dengan seseorang yang baru saja tiba itu , tapi pandangan pria itu kini berganti melihat bunga yang berada di depan meja bersama si bocah Devan . membuat pria itu tak bergeming sedikitpun .
" Ouh qay kau tahu akhir-akhir ini nafsu makan ku amat sangat lah banyak , makan siang ini kira-kira kita mau makan apa ? " Seru lifah yang baru saja keluar dengan menggandeng tangan beriringan
" Oh .." gumam qayla
" Apa ? " Ujar lifah melihat arah pandang qayla
" Wah .. " timpal lifah
" Yar , ada apa ? Tumben jam segini ke sini ? " Tanya qayla yang juga tak melihat sosok raii suaminya
" Ah , raii minta gua antar ini buat lo . Dia akan makan siang dengan klien soalnya " ucap Ahyar menunjukkan beberapa kota makan siang dan seperti sekantong obat , ya pria yang baru tiba itu adalah Ahyar
" Aku juga sudah memesan delivery untuk kita makan siang " sambung Devan
" Hiyaaa ! Sepertinya kita akan makan siang yang banyak , " ucap lifah tersenyum
" obat apa ? " Tanya qayla
__ADS_1
" raii meminta atta memberikan obat untuk lu , obat pereda keram ... "
Tring , sebuah pesan masuk
Raii : " selamat makan siang sayang , dan jangan lupa untuk minum obat nya . Aku merindukan mu love you , "
Qayla tersenyum , lalu membalas nya ..
" Ahh kalau gitu yuk makan yuk ! " Seru lifah
" Kalau gitu gua permisi , " ucap ahyar memberikan kantung yang berisikan makan dan tentunya obat
Qayla pun menerima nya , " Yar , kau pasti belum makan siang juga kan gimana kalau join ajah " seru qayla
" thanks tapi gua kayanya pamit ajah , "
" Yaelah Yar lu gak liat apa tuh makanan banyak banget udah gabung ajah si , iya kan Mel ? , Ya kan bocah ?! " Ucap lifah melihat Melda dan devan
" Sure .. " sahut Devan
" Okey , yukk ah makan laper nihh !! " seru lifah menggandeng qayla dan Melda
Devan pun berjalan , yang di tatap datar Ahyar kemudian menyusul nya
Mereka duduk makan siang , " uwah , semuanya kelihatan enak " seru lifah
Dan mereka mulai menyantap makanan yang tersaji penuh di meja ,
" ini , kau menyukainya kan " seru Devan memberikan katsu di nasi Melda dan tersenyum
" Aihh pantas saja banyak katsu . dia membelikan nya hanya untuk Melda ," ucap lifah
Melda menyantap nya , sedangkan ahyar hanya diam menyaksikan itu .
Devan tersenyum , " aku membeli banyak karena untuk kita makan juga , ini . " Ujar Devan
" Terimakasih , " gumam qayla , Yar coba katsunya . Seru qayla memberikannya dengan Melda yang duduk tak terlalu jauh dari Melda
" Silahkan , " ucap Melda
" hei bocah kau sampai tahu makanan kesukaan nya Melda ! " Kata lifah
" Tentu saja , aku tahu mendetail tentang ka Melda " seru Devan
" Yaaa kau itu ! , " Ucap Melda melirik Devan yang hanya di sambut senyuman Devan
Baik qayla dan lifah diam-diam melirik ahyar yang terkadang melihat Devan dan Melda ,
" Ah yaa , " sahut Ahyar
" Kita hanya beda beberapa tahun saja , Jangan meremehkan ku " ujar Devan
" Tetep ajah bocah ! " Sahut lifah tertawa
Sedangkan qayla yang sudah selesai dengan makan siang tengah meminum obat yang di berikan ibu mertua
" Kau meminum apa qay ? " Tanya Melda yang melihat qayla menyipitkan mata karena rasanya yang pahit
" Oh ini , Ibu Dina meminta ku meminumnya katanya bagus untuk kesehatan setelah pernikahan " jawab qayla , aku mau ambil minum dulu yah ujarnya
" Ehm begitu " , angguk Melda lalu menenggak air nya dan melihat ke arah qayla yang sudah menghilang Melda pun membawa gelasnya menyusul
Saat qayla tengah mengambil air minum nya tiba-tiba saja perutnya kembali merasakan sakit seperti pagi tadi
" Aww " gumam qayla
" Qayy , kau kenapa ? " Seru Melda menghampiri
" Kayanya keram lagi , gapapa ko Mel "
" Duduk-duduk , " ujar Melda mengambil bangku , gapapa apanya ekspresi mu kesakitan gitu . Keram ? ucap Melda
" iya , pagi tadi tiba-tiba saja setelah minum ini perut ku rasanya seperti keram tapi nanti juga enakan dan hilang ko . Oh ya Kalau gitu aku mau siap-siap antar pesanan buket dulu yah "
" Ehh stop ! , Kamu istirahat ajah biar aku yang antar buket nya "
" Tapi Mel .."
" Gak ada kata tapi pokonya istirahat ya , aku gak mau kamu kenapa-kenapa qay dan kalau perlu kita kedokter bagaimana ? "
" Kamu itu kaya raii saja masa keram ajah ke dokter si Mel "
" Jangan menyepelekan keram qay , raii itu juga khawatir dengan kamu , ia bahkan sampai nitipin kamu ke aku saking khawatir padahal tanpa di minta juga aku kapan ada buat kamu . Jadiii stop , kamu istirahat ajah oke biar aku yang antar buket nya "
" Mel , nanti jadinya malah ngerepotin kamu . Aku bener udah gapapa ko "
" Gak ada ngerepotin qay , gak ada alasan lagi dan tolong jangan keras kepala " ucap Melda melihat qayla
__ADS_1
" Baiklah , " sahut qayla yang langsung di sambut senyuman oleh Melda
Sedang di sebrang sana raii tengah tersenyum membaca balasan pesan dari istrinya itu ,
" Apa ini , aku tidak pernah melihat mu tersenyum sesenang itu bahkan saat memenangkan tender sekalipun , " seru seorang wanita cantik koleganya yang sedang duduk makan siang dengan raii
Raii tertawa kecil ..
" Ah tell me , apa yang membuat mu begitu sesenang itu " ujar wanita itu
" pesan dari istri ku , ah aku merindukan nya "
" Apa ! , Istri ? , Siapa dia ? Jangan bilang model sok kecantikan brand ambassador itu ? " Retentan pernyataan yang wanita itu lontarkan dengan ekspresi tak suka
" Syukurnya bukan dia .. "
" Lantas siapa ? , Apa dia dari kala seperti kita ? . "
" Bukan , bahkan ia tak tertarik menjadi seperti kita . "
" Hei ! lalu apa yang kau suka dari nya jika dia hanya wanita biasa "
" Eum aku rasa semuanya bahkan bagian terkecil dari nya , yang jelas saya sangat mencintainya . " Seru raii
Wanita itu semakin tampak tak suka ,
" Oh , saya ada urusan lain jadi saya harus pergi " ucap raii melihat jam tangannya
" Yaa , Tidakkah kau luang waktu mu untuk ku . Aku ke sini kan jauh-jauh bukan hanya sekedar untuk membahas pekerjaan dengan mu ! "
" aku pergi . lagi pula sekretaris mu juga sudah menunggu , " ucap raii pergi
" Aishh menyebalkan sekali , apa-apa ini ! . " Seru wanita itu
" Nona muda , " gumam sekretaris nya
" Batalkan penerbangan kita , aku ingin satu hari lagi di sini " ucapnya
" Tapi nona , tuan besar dan nyonya besar bisa marah .. "
" Lakukan saja apa yang aku bilang , ada hal penting yang harus aku urus ! "
" Baik .. " jawab nya
***
" Kalau begitu aku berangkat antar buket nya yah , " seru Melda
" Kamu yang mengantar nya Mel ? " Tanya lifah yang sudah selesai membersihkan meja dengan di bantu Ahyar dan juga Devan
" Ehm , lif tolong jagain qayla dan pastikan ia istirahat "
" Mel aku gapapa tahu , oh ya Mel gimana kalau ahyar yang mengantarkan mu " sambung qayla
" Iya tuh biar cepat , bisa kan Yar ? " timpal lifah
" Ya .. " ucap ahyar
" Tidak usah , aku naik gojek online saja " tolak Melda
" Astaga enakan juga naik mobil malah mau nya panas-panasan , " gumam lifah melirik Melda
" Alamat itu , kebetulan aku juga melewatinya biar aku yang antar ayuk " seru Devan melihat alamat di buket tersebut
" Baiklah , Ayuk " ucap Melda berjalan keluar
Devan tersenyum senang , " kalau gitu aku permisi " seru Devan pergi
" jangan bilang ! , hah jangan bilang jika Melda menerima bocah itu ." seru lifah dengan qayla
" Kalau gitu gua permisi ya , thanks makan siang nya " ucap ahyar datar dan pergi
" Ck kau yakin Ahyar memiliki perasaan qay ? , Masa ngeliat Melda sama bocah itu dia masih terlihat begitu tenang ajah "
" Yang terlihat di luar tenang bukan berarti dalamnya juga tenang kan , kita tidak tahu apa yang sedang terjadi pada hatinya , tapi raii bilang biarkan waktu yang berbicara "
" ahhh benar-benar ! " Ujar lifah geram
~ di perjalanan
" Cih .. " umpat Ahyar tak suka , ck lucu sekali kenapa gua ngerasa tergangguan , jangan mencoba untuk melewati batas Yar ! " Serunya memperingati dirinya , batinnya berdialog berkecamuk . Ia berusaha menahan diri , sambil terus melajukan mobilnya menuju kingdom IT
-
-
-
__ADS_1
-
...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...