
Bram beberapa kali melirik jam tangannya. Ariani berdandan di dalam kamar sudah satu jam.
"Hyuk lama sekali dia",
Hyuk diam tak bergeming, belum saatnya ia menggedor pintu kamar itu. karena waktu satu jam bagi wanita untuk berdandan ke sebuah pesta adalah termasuk singkat. Bram lah yang kurang memahami hal tersebut.
Hyuk mengajak Bram membicarakan masalah pekerjaan dan bisnis Admaja Group yang baru. untuk mengalihkannya dari kegusaran karena menunggu sang istri yang tak kunjung keluar kamar. tak berapa lama terlihat pintu kamar terbuka dan Ariani sudah siap dengan gaun indah yang di pilihkan Hyuk tadi siang. riasan wajahnya tipis tapi terlihat segar dan cantik. Bram terpana dengan pemandangan di hadapannya. sementara Hyuk sedikit tersenyum melihat tingkah tuannya. mereka siap pergi menghadiri pesta perusahaan.
Sesampainya di gedung megah milik Admaja Group ketiganya turun dari mobil, Hyuk membukakan pintu mobil untuk Bram lalu Ariani. Ariani mengamit lengan suaminya. mereka bak pangeran dan putri kerajaan. menawan dan enak di pandang. semua mata yang berada di gedung itu tertuju pada keduanya. Ariani terlihat sedikit kaku dengan situasi ini, sementara Bram sudah terbiasa karena hidupnya adalah pusat perhatian. Bram terlihat memperkenalkan Ariani dalam sambutannya. gemuruh tepuk tangan menggema. membuat dada Ariani berbunga. bahkan selesai sambutan dan turun dari podium, Bram melangkah menuju istrinya dan mengecup bibir istrinya. semua kembali bertepuk tangan melihat kemesraan yang di tampilkan Bram. terkecuali Joan yang sedari tadi berdiri di sudut ruangan dengan segelas minuman di tangannya. ia tersenyum pahit melihat adegan di depannya. kata-kata sial selalu menggema di otaknya.
Andai dulu aku tak menyingkirkan mu,
Ariani mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. ia terhenti pada sosok Joan yang berdiri menyilangkan kaki, bersandar pada tembok dan memegang segelas minuman yang akan tandas. Ariani bisa melihat kegetiran di wajah Joan. tapi ia tidak perduli. sekarang ada Bram disinya yang tak mungkin ia hianati.
"Tunggu sebentar disini, aku akan menemui beberapa kolega dulu", Bram melangkah dan berbincang dengan beberapa orang. sementara Hyuk juga ikut dengannya. tak lama Joan datang menghampiri Ariani. menatap gadis itu dari atas hingga bawah. cantik sekali, gumamnya.
"Kau disini juga?", Tanya Ariani canggung.
Joan hanya tersenyum dan mengangkat gelas minumnya.
__ADS_1
"Kudengar mantan kekasih suami mu yang artis itu akan datang dari luar negeri",
"Benarkah?", Ariani merasa ada sesuatu menyayat hatinya. tapi ia mencoba tenang di hadapan Joan. ia tak mau terpancing dengan laki-laki itu.
"Kau tidak takut?",
"Kenapa memangnya?",
"Aku mengenal baik mantan kekasih Bram, dia sangat cantik, elegan dan juga cerdas, bisa jadi ia akan mengganggu kehidupan pernikahan mu dengan Bram",
"Seperti yang kau lakukan sekarang?",
Bram berjalan cepat menghampiri keduanya, ia melingkarkan lenggannya di bahu Ariani lalu mengecup pipi kanan istrinya itu.
"Ada apa sayang, apa dia mengganggumu?", Tanya Bram dengan nada datar tapi sorot matanya sungguh menakutkan.
"Kami hanya mengobrol biasa saja", jawab Joan tak kalah tajam sorot matanya. Hyuk yang terlihat tak suka memandang Joan juga tak kalah gahar wajahnya. Ariani memutuskan mengajak Bram pulang karena ia lelah jika harus terjadi perdebatan diantara mereka. Hyuk sudah siap dengan mobilnya di luar. akhirnya mereka pulang, di perjalanan Ariani lebih banyak terdiam. memikirkan perkataan Joan tentang mantan kekasih Bram.
Bram memandang wajah Ariani yang sedari tadi memandang keluar tanpa menghiraukannya. ia sudah tau pasti Joan mengatakan sesuatu pada Ariani.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Ariani segera mandi dan berganti pakaian tidur. ia tidak menunggu Bram yang masih sibuk membersihkan diri. selesai berganti baju tidur, Bram melangkah ke tempat tidur ia memperhatikan wajah Ariani. mata gadis itu terpejam. Bram mengecup bibir mungil itu. sang pemilik hanya menggeliat pelan. Bram memindahkan kepala Ariani di atas lengannya sebagai bantal. lalu berbisik ketelinga Ariani.
"Apa yang si brengsek itu katakan padamu?",
Ariani tak bergeming, Bram mulai gemas.
"Aku tau kau belum tidur, jadi buka mata mu dan bicaralah sesuatu sebelum aku bertindak jauh padamu malam ini", Ariani segera terbangun membuka matanya dan menatap wajah Bram.
lihat dia mau tidur saja terlihat tampan begitu.
Ariani memandang wajah Bram, ia sedang menimbang perasaannya pada lelaki itu.
"Dia bilang padaku mantan kekasih mu akan kembali, dan aku harus berhati-hati. begitu sayang", Bram tergelak ia mencubit pipi Ariani gemas.
"Apa kau cemburu?", Bram sudah tau gadis ini sedang cemburu padanya.
"Tentu saja tidak, lagi pula tidak ada cinta di antar kita kan?", Bram terdiam. wajahnya menjadi dingin.
benarkah sama sekali kau tidak mencintaiku Ariani? padahal aku mencintaimu dengan hidupku.
__ADS_1
Bram menarik selimut dan memejamkan mata, ia membiarkan Ariani terduduk diam di sampingnya.