
Aksa sampai di rumah sakti di mana kekasihnya di rawat. Sebelum Aksa sampai di rumah sakit, Aksa sudah lebih dulu membelikan buah buahan dan beberapa makanan kesukaan Inez.
Setelah sampai di depan ruanan Inez, Aksa pun membuka pintu dengan pelan.
"Aksa." Ujar Inez melihat Aksa datang menjenguk dirinya.
"Gimana keadaaan kamu?" tanya Aksa sambil menaruh buah buahan dan makanan itu di meja.
"Aku sudah baikan. Maaf aku sudah menyuruhmu datang ke sini malam malam." Ujar Inez.
"Gak papa, gak masalah. Aku senang bisa menemanimu di sini." Ucap Aksa tersenyum.
"Terus gimana dengan istrimu? Gimana dengan malam pertamamu? Maafkan aku karena aku egois." Ujar Inez menangis, Aksa pun memeluknya dengan erat.
"Jangan sedih, aku gak bisa liat kamu kayak gini. Kamu jangan memikikan istriku, dia wanita yang kuat. Aku yakin dia baik baik saja. Dan jangan memikirkan masalah malam pertama, yang penting kamu sembuh. Bagiku kamu adalah wanita yang sangat aku cintai dan aku gak mau liat kamu sakit kayak gini lagi." Ucap Aksa sambil mencium kening kekasihnya.
"Terima kasih karena masih mencintaiku. Terima kasih karena kamu masih mengutamakan aku, terima kasih karena kamu masih mau terus bersama aku, melewati hari hari bersamaku. Terima kasih karena selama ini kamu selalu ada di buatku. Walau aku sakit karena kau menikah dengan wanita lain tapi aku akan berusaha untuk ikhlas asal kamu tidak meninggalkan aku sendiri. Hanya kamu yang aku punya." Ujar Inez menangis.
__ADS_1
"Aku janji, aku akan selalu bersamamu dan akan selalu ada di dekatmu. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Aku akan selalu mengutamakan kamu." Ucap Aksa sambil mencium pipi Ines dan membelai rambut Ines dengan lembut.
"Malam ini kamu akan menemani aku kan?" tanya Inez.
"Tentu, aku akan selalu menemanimu. Sekarang kamu tidur ya, aku janji gak akan kemana mana." Ucap Aksa.
Inez pun tersenyum dan memenjamkan matanya, Aksa memegang tangan kanan Inez dan menciumnya berulang ulang.
"Maafkan aku sudah membuatmu terluka. Kamu tetep akan selalu menjadi wanita nomer satu di hatiku." Ujar Aksa sambil melihat Inez yang sudah mulai terlelap dalam tidurnya.
Setelah Inez tidur, Aksa pun segera mengambil wudhu lalu ia mengambil kain untuk di jadikan sejadah dan menghamparnya di lantai yang ada di samping Anez.
Sedangkan Balqis, ia terus saja menangis hingga Adzan shubuh berkumandang. Setelah Adzan ia pun memilih untuk mandi dan sholat shubuh, selesai sholat ia merebahkan tubuhnya karena ia merasa kepalanya begitu sakit. Mungkin karena ia gak tidur semalaman dan menangis sepanjang malam hingga sekarang ia merasa kepalanya begitu sakit.
__ADS_1
Foto Inez, kekasih Aksa
Sedangkan Dedi, setelah pestanya bubar, ia sempat mengborol dengan Ezra sampai jam 3 pagi dan setelah itu Ezra pun berpamitan untuk tidur karena Ayu Andana sudah mengantuk dan mengajaknya tidur. Dedi pun juga masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan oleh Ezra.
Entah kenapa Dedi gak bisa tidur, ia memikirkan putri nya terus. Ada rasa yang tak bisa ia ungkapkan. Ingin rasanya Dedi menelvon atau mengajak putrinya itu untuk vidio call namun mengingat ini malam pertamanya, Dedi pun gak berani mengganggu malam pertama mereka hingga Dedi memutuskan untuk menaruh hp nya. Dan ia berjanji akan menelvon putrinya jika pagi hari tiba.
__ADS_1