
"Hey bro, maaf ya lama," ujar Axel setelah sampai di resto dan ia melihat temannya sudah ada di sana bahkan juga sudah memesan minuman.
"Gak papa bro, santai aja. Aku juga baru nyampek. Tapi maaf ya, aku pesen minuman dulu tadi soalnya haus,"
"Iya gak papa bro," ujar Axel. Ia duduk di samping temannya itu.
"Kamu butuh bantuan apa bro?" tanya Herman
"Gini, aku ingin menyelidiki seseorang yang sudah menabrak Vita," ujar Axel.
"Vita itu siapa?" tanya Herman gak ngerti.
"Aku jelasin dari awal aja ya. Gini, aku punya saudara kembar dan dia itu sudah tunangan dengan Andi. Dan ada satu orang wanita yang sangat menyukai Andi, namanya Vita.
__ADS_1
Dan sekitar 12 hari yang lalu, saat Andi, saudara ipar ku mau menyebrang. Tiba-tiba Vita menolongnya. Entah bagaimana caranya Vita bisa ada di sana dan ada di waktu yang tepat. Seakan-akan ini sudah di rencanakan. Dan sekarang Andi berhutang nyawa dengan Vita.
Beberapa hari yang lalu, Andi memutuskan pertunangan dia dan saudara kembar aku karena Andi harus menjaga Vita dan berjanji akan selalu ada di samping Vita selamanya.
Dan anehnya Andi merasa ada yang aneh, dia merasa ada yang ganjal. Karena sikap Vita yang berubah drastis setelah pasca kecelakaan itu. Ia berubah menjadi jahat.
Dan entah kenapa, aku juga merasakan hal seperti itu. Aku merasa bahwa kecelakaan itu, Vita lah yang merencanakannya karena dia sangat menyayangi dan mencintai Andi," ujar Axel menjelaskan secara detail.
"Keadaan Vita sekarang gimana?" tanya Herman.
"Dia kehilangan satu tangannya dan kakinya lumpuh untuk selamanya," jawab Andi.
"Entahlah, makanya aku butuh bantuan kamu untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Tadi pagi aku udah ngecek CCTV di sekitar kecelakaan itu. Dan aku juga sudah mencatat plat nomer sepeda motor yang menabrak Vita. Dan Anehnya plat nomernya itu palsu. Padahal sepeda motornya bagus dan keluaran terbaru. Dan gak mungkin kan sepeda motor sebagus itu bisa pakai plat palsu," ujar Axel
"Iya kamu benar. Baiklah aku akan membantumu mencari orang yang sudah menabrak Vita. Kamu punya foto sepeda motor yang menabrak Vita?" tanya Herman.
__ADS_1
"Iya ini aku punya, tapi ini bukan sepeda motornya. Aku hanya mengambil gambar yang sama yang mirip dengan yang dia pakai," ujar Axel.
"Gak papa, ini aja sudah cukup kog," ucap Herman tersenyum.
"Iya udah kita pesan makanan yuk. Aku lapar," ujar Axel.
"Ayo,"
Setelah itu mereka pun memesan makanan dan makan bersama sambil ngobrol.
Selesai makan, Herman dan Andi pun pulang ke rumah masing-masing.
Saat di perjalanan, Andi mampir ke pedagang martabak dan terangbulan. Andi membeli beberapa martabak dan terangbulan untuk Adzriel, Zahra, Aulia, Ayunda dan juga beberapa asistennya.
Setelah selesai membeli martabak dan terangbulan, ia pun melanjutkan perjalanannya lagi menuju rumahnya.
__ADS_1
Sepanjang jalan, Axel memikirkan Alexa. Ia berharap kasusnya ini bisa segera terungkap. Axel ingin sekali mendapatkan buktinya agar Andi bisa lepas dari jeratan Vita.
Axel ingin Alexa dan Andi bisa bersatu kembali. Apalagi Axel sudah cocok jika Andi menjadi saudara iparnya karena Andi sangat baik dan perhatian. Sholeh dan juga sangat menyayangi dan mencintai Alexa.