
" Apa yang terjadi dengan nya ? " seru atta
" Entah tapi akhir-akhir ini ia sering menyeringit kesakitan pada perut nya"
" yaallah aku harap qayla baik-baik saja " ujar lifah
Mereka masih berdiri menunggu dokter keluar ,
Di sebrang sana raii yang setelah mendapat telepon tentang kabar qayla begitu kalut langsung lari pergi begitu saja meninggalkan meeting penting dengan perusahaan luar yang sedang berlangsung .
" Ka raii .. kaaa " seru seorang perempuan mencoba menghentikan nya
" Saya mewakili tuan raii Nugraha mohon maaf jika tidak bisa melanjutkan meeting hari ini , permisi " ucap Ahyar lalu mengejar raii
Raii masih dengan kalut nya menuju mobilnya ,
" Yaa ! , Ada apa ? "
" Qayla masuk rumah sakit .. "
Tanpa basa basi Ahyar langsung merebut kunci mobil raii dan melaju kencang tanpa banyak tanya .
" Lebih cepat lagi , lu bisa lebih cepat lagi atau gak si . biar gua yang bawa ! "
" yaa .." sahut ahyar yang bahkan sudah melaju dengan kecepatan yang sangat maksimal
Setibanya di RS , raii lari berhamburan mencari ruangan qayla . Tap , tap , tap , suara langkah kakinya terhenti
" Bagaimana qayla ? " tanyanya melihat Melda dan lifah yang masih berdiri
Hanya gelengan kepala lah yang mereka berikan ,
~ Ceklek , keluarlah atta .
" Bagaimana ? , Bagaimana keadaan qayla ? " Ucap raii
Atta melirik , " ia baru saja sadar , tapi sekarang ada yang perlu gua bicarakan dengan lu "
Raii sepintas melihat pintu ruangan , kemudian menyetujui permintaan atta .
" dan kalian masuklah temani qayla , " seru atta dengan Melda dan lifah
Melda dan lifah pun masuk menemui qayla ,
Sementara itu raii mengikuti atta ke ruangannya di temani Ahyar yang kebetulan baru tiba setelah raii meninggalkan nya di depan RS .
Tanpa basa basi atta mulai to the point ,
" Untuk sekarang gua masih belum bisa pastikan apa-apa tapi so far gua udah memberikan nya obat rasa sakit pada perut nya , "
" Lu bilang apa ?! , Lu masih belum bisa memastikan keadaan istri gua ! Gua bayar lu mahal tapi untuk memastikan kondisi istri gua ajah lu gak bisa !! "
" Tenanglah raii .. " ucap Ahyar menenangkan raii
Atta yang sudah sangat hafal dengan temannya itu tak terlalu menghiraukan perkataan dingin nan emosional nya raii .
" apa belakang ini qayla mengkonsumsi secara rutin sesuatu ? "
" Kenapa memangnya ? , ada apa ?! "
" Apa ada yang qayla konsumsi atau minum sesuatu secara rutin ?! "
" hmm Secara rutin .. yang gua tahu ia hanya meminum obat herbal pemberian ibu gua karena katanya itu bagus untuk kesehatan tubuhnya , "
__ADS_1
" Secara garis besar obat itulah mungkin pemicunya , ia hampir saja mengalami pendarahan . Mengkonsumsi obat / minuman herbal yang tidak sesuai jenis penyakit dan keadaan tubuh itu sangatlah membahayakan , apa lagi kita tahu jika di kasus sebelumnya bagaimana diagnosa kondisi rahim qayla . Hal ini sangat berdampak dengan rahimnya " jelas atta memberikan hasil ronsen kondisi rahim qayla
Raii tampak begitu sedih , " jadi waktu gua minta obat keram perut itu sebenarnya adalah efek jadi obat herbal itu ? "
" Ehm , Saat ini seharusnya ia sudah tidak kenapa-kenapa dan tak perlu rawat inap "
" Apa tidak ada cara untuk menyembuhkan nya ! Dokter terbaik sekalipun ? "
" Untuk itupun gua bahkan sudah meminta rekan maupun kolega sesama dokter di dalam negara maupun di luar tapi mereka juga tidak bisa untuk membantu penyembuhan dalam kasus ini . karena untuk kasus qayla vonis an nya adalah seperti kemandulan yang permanen , dalam artian lu tidak akan bisa memiliki keturunan "
Raii mengambil nafas dalam-dalam kabar ini sangatlah membuat nya terpukul untuk kedua kalinya , " gua sama sekali gak keberatan tentang keturunan . tapi satu yang gua minta tolong rahasiakan semua ini dari qayla karena gua gak ingin melihat dia terluka " pinta raii sambil menggenggam keras kertas hasil rekammedis hingga membuat nya lecek sempurna ,
Ahyar terdiam menatap sahabatnya itu , ia tahu bagaimana perasaannya raii saat ini ..
" Untuk lu gua akan menyembunyikan hasil rekammedis pasien padahal itu adalah yang tidak boleh dilakukan oleh seorang dokter "
" Thanks .. " ucap nya
Sementara di ruangan qayla , Melda dan lifah masih mengkhawatirkan qayla ..
" Aku sudah baik-baik saja , perut ku juga sudah tidak sakit . "
" Apa kau yakin sudah baik-baik saja " tanya Melda dan lifah
" He'um , Perut ku sudah sama sekali tidak sakit . Maaf ya jadi merepotkan kalian dan seharusnya kalian juga tidak perlu mengabari raii ... "
" Kenapa tidak perlu mengabari ku sayang ? " Ucap raii bergabung setelah berbincang dengan atta
" Bukan kenapa-kenapa tapi aku kan cuma keram biasa dan sekarang juga sudah tidak apa-apa . benarkan dokter atta ? , " yang mendadak bersikap sedikit canggung
" Ah i-iya .. " jawab dokter atta
" Eung , sudah tidak sakit " angguk qayla tersenyum pasti , karena perut ku sudah tidak kenapa-kenapa jadi kita boleh pergi kan dok ? "
" Ya .. i- iyah tapi kau juga harus beristirahat agar keram di perut mu tidak tegang lagi "
" baik , terimakasih dokter atta " seru qayla
Mereka pun keluar RS ," tolong antara kami ke smiling flower yah " pinta qayla dengan raii
" Tidak , kau harus istirahat "
" Tapi aku kan sudah tidak apa-apa , "
" Aku bilang tidak ya tidak pokoknya "
Qayla menatap raii ..
" Benar kata raii kau harus istirahat dan tentang smiling flower biar lifah dengan aku yang akan menghandle nya hari ini " seru Melda
" Iyah , pokoknya kamu tidak perlu khawatir karena aku dan Melda akan mengurus pesanan-pesanan para costumer "
" Yar minta sopir untuk mengantarkan mereka , " ucap raii
Sementara lifah tengah menggandeng mengantarkan qayla masuk ke mobil raii . Melda menghampiri raii , " sebenarnya apa yang terjadi dengan qayla ? Karena aku rasa itu bukan sekedar keram kan " Ucap Melda
Raii pun memberitahukah sebenar apa yang terjadi dengan qayla sejelas-jelasnya ,
" Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk qayla ? , maksud ku kau itu kan orang yang berkuasa apa tidak ada yang bisa kau lakukan untuk kesembuhan nya ? "
Raii hanya menggeleng kasar mengingat jika ia juga tak bisa melakukan apapun , seandainya kekuasaan dan kekayaan yang gua punya bisa menukar semuanya gua akan melakukan itu untuk qayla . Batinnya , " tolong rahasiakan ini dari qayla karena gua gak mau melihatnya sedih dan terluka " minta raii
__ADS_1
" Uhff , kenapa dia harus terus menderita . Lalu bagaimana dengan mu ? Apa kau akan meninggalkan nya ?! "
" Bagi gua qayla adalah hidup gua dan gak pernah terlintas sedikitpun gua untuk meninggalkan nya karena gua sangat mencintainya . Gua gak peduli kita akan memiliki anak atau tidak itu gak terlalu penting untuk gua "
Melda dapat melihat ketulusan dan kejujuran di mata raii , " syukurlah " seru Melda pergi menyusul lifah yang tengah bersama qayla
Dan mereka pun pergi ..
***
Sesampainya raii dan qayla di kediaman mereka , " Kembalilah ke kantor karena aku sungguh sudah baik-baik saja , perut ku sudah tidak sakit "
" lupakan saja , aku akan menemanimu di rumah . kenapa tidak pernah bicara pada ku jika kamu mengalami kondisi seperti tadi sayang ? " lirih raii
" Maaf untuk itu . tapi aku tidak ingin merepotkan mu apa lagi kan cuma keram saja , tolong jangan terlalu khawatir karena aku sudah baik-baik saja , "
" mulai sekarang janji dengan ku apapun yang kamu rasakan , apapun itu . beritahukan dengan ku aku kan suami mu "
Qayla tersenyum , " baiklah pak suami .. "
" Sekarang istirahatlah aku akan menemui ahyar di bawah " ujar raii merapikan selimut qayla kemudian menemui Ahyar
Sesampainya ia di bawah ..
" Yar , tolong handle kantor hari ini " seru raii
" Ehm .. " sahut Ahyar undur diri meninggalkan kediaman mereka ,
~ di smiling flower , setibanya Melda dan lifah di sana mereka bersibuk membuat permintaan pesanan buket bunga yang masuk . Sambil sesekali lifah menanyakan tentang qayla ,
" Jadi beritahu aku apa yang kau dan raii bicarakan tadi ? " seru lifah dengan nada sangat serius tak seperti biasanya yang humoris
" Sakit di bagian perutnya itu bukan keram tapi karena efek dari minuman herbal yang Tante Dina berikan , sejauh ini sebenarnya minum herbal itu tidak membahayakan untuk kesehatan orang pada umumnya tapi di karena akibat kecelakaan waktu itu yang menyebabkan rahim qayla rusak itu lah yang membuat nya seperti tadi , ia hampir mengalami pendarahan . bahkan dokter atta dan koleganya juga bilang jika qayla mengalami kemandulan permanen dan mereka tidak bisa menangani kasus ini " lirih Melda
Hal itu membuat lifah berhasil menutup mulutnya dengan kedua tangan shock ,
" astagfirullah , aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan qayla jika mengetahui ini Mel , rasanya jika aku berada di posisinya aku pun tidak akan sanggup mel " gumamnya
" Itu makanya raii meminta kita untuk merahasiakan ini lif .. "
" Kita tahu kan sebaik-baiknya menyembunyikan sesuatu , kelak suatu saat itu akan terungkap . Oke katakan lah jika kita menyembunyikan ini tapi bagaimana jika seandainya qayla mengetahui hal ini Mel ? " Seru lifah masih dengan keseriusan di raut wajahnya
" Kuharap hal ini tidak akan pernah terungkap hingga usang di makan waktu , aku pun memikirkan hal yang sama dengan mu tapi berpura-pura lah mahir dalam menyimpan hal ini . Aku rasa hanya itu yang bisa kita lakukan saat ini "
" Ahhh kenapa rasanya tidak usai-usai yah , masalah mu saja belum selesai kini kita harus menerima kabar yang begitu pahit untuk kedua kalinya tentang qayla ." Helaan lifah
" Masalah ku ? Kenapa ? "
" Ya tentang kau dan perasaan mu itu , apa kabarnya ? "
Seperkian detik Melda tersenyum getir ,
" Kabarnya baik , aku sudah berhenti pada kata selesai , ah ya aku akan membawa buket-buket ini kedepan untuk dikirim "
" Cih dia bahkan bersandiwara dengan diri nya sendiri " gumam lifah setelah kepergian Melda .
-
-
-
...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...
__ADS_1