Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
jika hanya melihat kebencian, pelangi di depan mata pun tak akan pernah terlihat


__ADS_3

Raii melajukan mobil dengan begitu serius , Sedari dengar qayla tak ada di cafetaria wajah raii saja sudah sangat serius di tambah kini Ponselnya berdering , nomer tak di kenal tertera di ponselnya . Di angkat nya ,



" gak perlu repot mencarinya di sana ! Istri anda ada di tangan saya ! ."


" siapa ini ! , Dan di mana istri saya ?! "


" Kalau lu mau istri lu selamat temuin dia sendirian dalam 5 menit . datang ke tempat xxx ! dengan cepat ! "


" Gua akan kesana kecepatannya , jangan berani-berani lu sentuh istri gua .. "


" Tergantung !! "


Tutututut ...


" Halo , halooo . Aish Sial brengsekk !! " Memukul stir mobil dan memutar laju mobilnya dengan kecepatan tinggi .


Perlahan aku tersadar membuka mataku sudah berada di suatu bangunan yang aku sendiri tak tahu di mana itu setelah terakhir kali di ingatanku , aku pergi mengikuti pria itu lalu berakhir tiba-tiba saja gelap . dengan mulut terbungkam lakban dan dengan tangan dan kaki di ikat . Aku panik lalu meronta sambil memperhatikan tempat di mana aku sekarang ,


" Hiyaha. Lama tak jumpa ! " Seru suara dengan tawa yang terdengar mengerikan berhasil mengejutkan ku


" Kenapa terkejut begitu ! " Ucapnya lagi membuka lakban yang membungkam mulutku


" Lepaskan aku .. " ujar ku melihat nya , tak bisa ku bohongin jika aku takut dengan situasi ini .


" Sebenarnya gua gak ada urusannya dengan lu , tapi mau bagaimana lu adalah kunci kehancuran nya raii "


Berarti raii tak kecelakaan kan .. syukurlah jika ia tak kecelakaan aku lega mengetahuinya ,


" Tidak percuma saja , tolong lepaskan aku .. , raii tidak akan datang kesini karena kami sudah tak bersama lagi . Aku mohon lepaskan aku " seru ku berusaha meyakinkan nya , ku harap raii tak akan pernah kesini karena ini adalah jebakan .


Ia kembali menyeringai , bahkan kali ini benar-benar sangat menakutkan . " 5 menit tak akan lama ! " Ujarnya melihat jam tangannya


" Lepaskan aku , tolong lepaskan . Aku mohon , raii tak akan datang menemui ku .. ia tak akan kesi..ni .. " mulutku kembali di bungkam lagi sementara ia bersantai di ranjang . aku meronta berusaha membuka ikatan yang begitu kencang nya mengikat ku dengan mulut yang terus berteriak tapi tak akan bisa terdengar ,



Ahyar baru saja tiba-tiba di cafetaria dan menghampiri Melda , " apa masih belum bisa di hubungi ? "


Melda mengeleng , " bagaimana ini , yaallah .. kalau sesuatu terjadi lagi dengan qayla bagaimana . ini salah ku .. " ujar Melda menitikkan air mata , masalahnya Melda sudah berpuluh-puluh kali menghubungi nomor telepon qayla tapi nomor telepon itu tak aktif .


" tenanglah , tidak akan terjadi apa-apa pada qayla selama raii ada " Seru ahyar menghapus air mata istrinya itu dan menenangkan nya . Ahyar melihat kiri kanan , " raii tak kesini ? " Yang hanya di jawab gelengan oleh Melda


Ahyar menghubungi sahabatnya itu , " lu di mana ? "


" Seseorang menelpon gua , dia bilang qayla ada dengan nya . Gua sekarang lagi menuju xxx , Yar. cari tahu siapa yang membawa qayla ! Urusan itu " ucap raii berpacu dengan waktu mengakhiri panggilan .


Ahyar langsung berbicara dengan sang manajer cafetaria tersebut dan meminta rekaman cafetaria itu , mereka mendapati seorang pria yang memang tengah berbincang dengan qayla tapi yang jadi masalahnya wajah pria tersebut tak tertangkap kamera .


" Bisa tolong tunjukkan bagian kamera tempat parkir ? " Dan di unjukilah kamera cctv tersebut di mana Saat seseorang dari belakang menyumpal mulut qayla dengan sapu tangan dan membawa qayla pergi lalu wajah pria itu sedikit terlihat jelas . " Dapat " ujar ahyar yang langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu siapa pria itu .

__ADS_1


Brakk ... Raii datang mendobrak pintu ,


" Qayla .. " ujar nya berhamburan membuka lakban yang menutup mulut qayla dan membuka ikatan yang mengikat qayla di kursi , setelah berhasil membuka nya " kau baik-baik saja ? " Ucapnya menatap wajah qayla


Tepukan tangan tersaji " ouh , senangnya dapat melihat kembali adegan ini setelah begitu lama ! " Raii menarik qayla di belakang tubuhnya . dan menatap dingin pria yang kini berada di depannya


Pria itu adim , orang yang sangat membenci raii dan memiliki dendam terpendam berpuluh-puluh tahun , orang yang berhasil raii jebloskan juga kedalam penjara dengan hukuman yang berat .


Saat itu juga ahyar berhasil sampai di depan bangunan tersebut , " kau tunggulah di sini " serunya dengan Melda


" Aku akan ikut bersama mu .. "


" Di dalam mungkin bahaya , jadi tunggulah di dalam mobil , ya . " yang akhirnya di anggukkan Melda ,


Ahyar berlari keatas ..


" Cih ! " Ujar raii tertawa sinis , " apa lu selalu menggunakan cara kotor seperti ini ! . " Ucap raii hendak membawa qayla pergi , tapi ..


Jelas membuat adim naik pitam , ia tersenyum . " Kau pikir kau bisa apa ! " Sahut adim akan melayang pukulan di kepala qayla tapi raii melindungi qayla dan , brugg . Berhasil mendaratkan besi menghantam kepala raii dengan kencang hingga membuat nya tersungkur memegangi kepala memandang wajah istrinya yang berada di bawah lindungan nya ,


Qayla tak bisa berkata apa-apa selain menatap raii dengan pupil yang membulat khawatir .


" Raii .. " ucap ahyar , raii segera bangkit tiba-tiba pula keningnya mengeluarkan darah segar


" Kau baik-baik saja ? , Ada yang terluka ? . " ucap raii


" Eung aku baik-baik saja . Raii , kau ber- berdarah " seru qayla melihat raii


" Aish , Siall . " gumam raii memegang keningnya dan melihat ahyar


Raii mendorong qayla pada ahyar . " yar , turun kelantai satu . Bawa qayla pergi ! " ahyar melihat raii lalu membawa qayla pergi bersamanya sesuai apa yang di inginkan raii



" Nggak , gak .. aku tidak mau .. raiii .. " seru qayla yang di bawa paksa pergi oleh ahyar


Raii melayangkan pukulan beberapa kali pada adim , mereka berdua terjatuh sampai pada adim yang kembali menghantam nya dengan tongkat besi baseball pada bagian kepala lagi jelas kembali membuat raii tersungkur penuh darah pada bagian kepalanya . Hampir tak berdaya


" Bangunlah , sialan ! . " Ucap adim terlihat senang , " Ku pikir , akan sangat menyenangkan membunuh mu dan melihat mu hancur . Ternyata tidak lagi , " serunya setelah melihat raii tersungkur . " Tapi aku akan tetap membunuh mu meskipun itu tak menyenangkan lagi ! "


" Tak usah berlagak kuat . Kau pikir ini membuat mu terlihat keren ? , " Ucap raii masih bisa menatap nya dingin . " Tak ada yang berpikir begitu ."


Kini adim yang menatap penuh benci pada raii ,


" Cih , kau begini karena takut menyadari kenyataan jika kaulah penyebab kehancuran keluarga mu , kau lah yang membuat kekacauan itu , kau hanya mencoba mencari seseorang yang perlu di salahkan saat dirimu . Dan kau dendam karena aku menangkap basah diri mu 10 tahun yang lalu , kau masih tetap tak mengakui nya . Kau adalah pengecut dan pecundang ! " Raii berdiri dengan tenaganya ,


Adim benar-benar seperti kesetanan , kembali menghantam raii .


Dengan darah yang mengalir di kepalanya raii masih bisa memberi perlawanan , " Balas dendam akhirnya hanya akan menimbulkan balas dendam lainnya dan hanya membuat kepuasan yang sebentar . Jika kau terus memupuk kebencian dan hanya melihat kebencian maka kebahagiaan yang berada di depan mata pun juga tidak akan pernah terlihat . Ah satu lagi aku tak takut apapun , dan aku tak takut dengan mu juga . " Ucap raii terlibat pukulan dengan adim


Kali ini juga adim kembali akan menghantam kepala raii yang langsung di tepis ahyar , Ahyar kembali setelah membawa qayla ke mobil bersama Melda ke tempat lebih aman .

__ADS_1


Ahyar berbalik melawan adim , awalnya adim memberikan perlawanan yang cukup kuat tapi karena ia juga sudah babak-belur sebelumnya dengan raii . saat ini keberapa kalinya pukulan ahyar berhasil membuat nya tersungkur . Melihat kesempatan itu ahyar segera mengandeng raii kemudian membawa nya pergi , meninggalkan adim yang tersungkur .


Dengan tetatih sekuat tenaga ahyar berhasil membawa raii ke dalam mobil , yang sedari tadi qayla menangis meronta khawatir setelah mati , masih terus di tenangi Melda . Ahyar dengan kencang menancap gas laju mobilnya


" Raii .. " gumam ku masih menangis melihat raii di pangkuanku tak berdaya


" Jangan menangis , ya " serunya dengan suara parau yang melemah menghapus air mata ku


" Maafkan aku .. raii .. aku .. "


" Sttt , Jangan katakan apapun , kita bicara besok ya ? " Gumam raii yang memejamkan matanya


" Raii .. bangunlah .. raii , aku mohon .. kamu bilang kamu mencintai ku kan , jadi bangunlah .. " ujar ku menangis


Ahyar memberhentikan mobilnya di apartment dan membawa raii masuk ke dalam apartment di sana sudah terdapat dokter yang langsung dengan sigap melayani raii ,


Dari dulu raii memang selalu tak pernah mau di bawa ke RS bahkan saat kondisinya sakit sekalipun ia selalu memiliki dokter pribadi untuk menanganinya kapanpun dengan sigap , alasannya karena dulu ia mendapatkan perilaku tak mengenakan saat di rawat di sebuah RS . RS yang harusnya mereka menjaga kerahasian pasiennya tapi malah dengan terang-terangan membocorkan informasi tentang pasien nya itu .


Dokter selesai memeriksa raii , dengan aku yang begitu cemas segera menatapnya layaknya segera meminta jawaban ,


" Saya sudah melalui pindai CT , beliau mengalami gegar otak. Untungnya , tidak ada pendarahan dalam . Tinggal menunggu beliau sadarkan diri dan semoga tidak ada gelaja lain " jelas sang dokter tetap saja membuat ku khawatir


" Tenanglah , ia pasti akan segera sadar " gumam Melda memeluk qayla


lalu dokter pun pamit di antar ahyar


Akupun menghampiri raii , hebatnya air mataku terus saja menetes tiap kali melihat raii , kesedihan begitu amat ku rasakan .


Kini aku tahu bagaimana rasanya ketika melihat seseorang yang begitu sedih , rapuh saat melihat orang terkasih mereka terluka bahkan jika sampai pergi . Mereka yang mengalami itu . kesedihan , kisakitan , kehilangan akan menyelimuti kehidupan nya karena separuh hidup / jiwa nya serasa ikut merasakan nya . Bahkan mungkin ada yang sampai gila ,


Aku menyeka membersihkan wajah raii ..


Sementara ahyar dan Melda membiarkan qayla , meninggalkan mereka .


" seperti nya aku sudah harus kembali ke kantor mengurus lanjutan meeting kami , " membuat Melda menghela nafas membayangkan betapa bosannya ia di dalam apartment sendiri nanti


" Kau mau ikut ? " Ucap Ahyar yang akan menghandle sementara urusan perusahaan kala kondisi raii saat ini .


Bukan ide yang burukk , dari pada aku diem kaya kambing Conge saking bosannya kan mending aku ikut dengan pak suami tak masalah juga menunggu di luar ruangan meeting . Lebih terdengar manusiawi dari pada membayangkan kaya kambing Conge di dalam apartment


" He'um , " angguk Melda mengekori ahyar .


Benar saja , bukan ide yang buruk menemani pak suami . karena aku bisa melihat betapa keren dan tampannya suamiku yang sedang memimpin meeting tersebut , aku selalu merasa jika suami ku lah satu-satunya orang paling tampan di dunia ku , G-Dragon saja lewat . Beuh kadang kala itu memenuhi pikiran ku , kaya seakan cuma aku saja yang mempunyai suami tampan ya . hehe



Menyeringai memandangi nya tanpa jeda ..


***


-

__ADS_1


-


Jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2