Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Inez Berubah


__ADS_3


 


Sejak semua yang di miliki oleh Aksa di sita Ezra, kehidupan Aksa langsung berubah 180 derajat. Inez pun juga berubah, ia seringkali marah marah kepada Aksa, ia tak lagi seperti dulu yang selalu tersenyum dan memperlakukan Aksa dengan lembut. Dulu Inez begitu manja padanya tapi sekarang Inez seringkali marah marah gak jelas terhadap Aksa.


Setelah Ezra dan Ayu pergi dari rumah sakit. Inez langsung meminta pulang.


"Mas aku mau pulang hari ini." Ujar Inez cemberut.


"Tapi kan kamu masih sakit sayang." Ucap Aksa lembut.


"Tapi aku mau pulang SEKARANG. Ngerti gak sih." Bentak Inez hingga membuat Aksa terkejut karena ini pertama kalinya selama hampir 7 tahun menjalin hubungan Inez membentak dirinya karena sebelumnya Inez tak pernah mengatakan sesuatu dengan nada tinggi walau ia sedang marah sekalipun.


"Oke oke, gak usah marah marah. Kita akan pulang sekarang tapi gimana bayar rumah sakitnya, aku gak punya uang sama sekali. Semuanya di sita, kamu ada uang gak?" tanya Aksa pelan takut membuat kekasihnya itu marah marah lagi.


"Dari mana aku punya uang, selama ini aku gak kerja. Bukankah mas yang bilang, aku gak usah kerja biar mas aja yang kerja. Lalu aku uang dapat dari mana?" tanya Inez emosi.


"Tapi kan selama ini aku selalu mengirikan kamu uang lebih tiap bulannya, masak kamu gak ada tabungan sedikitpun?" tanya Aksa.


"Uang yang kamu berikan aja itu kurang mas, mana mungkin aku bisa nabung." Ujar Inez.

__ADS_1


"Ya tuhan.........emang kamu beli apa aja sampai uang sebanyak itu masih kurang?" tanya Aksa kesal.


"Ya buat beli baju baru, tas baru, sepatu baru, jam tangan baru, hp baru, perhiasan dan yang lainnya." Jawab Inez.


"Kenapa kamu beli baju baru lagi, bukankah kalau kita keluar bareng, aku selalu beliin kamu baju dan semua yang kamu mau. Kenapa masih beli lagi?" tanya Aksa.


"Ya karena aku mau, aku lihat ada barang bagus. Jadi sayang kan kalau gak di beli. Ya aku beli aja." Ucap Ines enteng tanpa merasa bersalah.


"Ya tuhan...........aku ngirim uang ke kamu dalam jumlah besar itu, aku fikir buat kamu tabung untuk masa depan kita jadi selama ini uang itu hanya untuk foya foya?" tanya Aksa tak percaya padahal hampir semua uang gajinya ia berikan pada Inez, belum lagi uang yang ia dapatkan dari papanya tiap bulan. Uang itu juga ia kirim kepada kekasihnya itu. Dan semua uang itu lenyap tak tersisa. Aksa hanya bisa menghela nafas.


"Ya habis mau gimana lagi, kamu kan tau sendiri sejak awal kamu kenalan denganku hingga kita jadian. Kamu sudah tau aku ini suka shopping dan kamu mau terima aku apa adanya. Dan sekarang kenapa kamu malah protes?" tanya balik Inez.


"Gak mau, itu kan perhiasanku. Aku gak mau kalau harus jual perhiasan." Ucap Ines dengan nada tingginya.


"Terus aku harus gimana kalau kamu gak mau jual perhiasanmu itu. Kamu kan tau sendiri aku gak punya uang, terus dari mana aku dapat uang buat bayar rumah sakit ini? Emang kamu mau selamanya berada di rumah sakit ini? Emang kamu gak bosen?" tanya Aksa.


"Ya mas usaha dong cari uang, pinjeng kek ke temen temennya. Mas kan punya banyak temen, masak mereka gak mau bantu mas di saat mas kesusahan kayak gini." Jawab Inez.


"Baiklah, kamu gak usah marah marah gitu. Jelek tau. Aku akan pinjem uang ke temen temenku tapi aku pinjem hp mu ya soalnya aku gak punya hp." Ucap Aksa.


Inez pun memberikan hp nya itu kepada Aksa.

__ADS_1


"Nih, jangan lama lama nelvonya, pulsaku tinggal dikit. Nanti kalau udah habis nelvon. Ganti itu pulsa." Ujar Inez.


"Iya sayang,  nanti aku ganti pulsanya. Kamu tenang aja, oke." Ucap Aksa tersenyum.


Inez pun tak menanggapinya. Aksa segera menelvon salah satu sahabatnya dan meminta bantuan. Untunglah sahabatnya itu mau bantu dan akan segera datang ke rumah sakit untuk memberikan uangnya karena Aksa sendiri sudah gak memegang kartu ATM. Aksa pun menunggu sahabatnya  di kursi yang ada di depan  rumah sakit


 


 


 


 




 


 

__ADS_1


__ADS_2