
Setiap hari Edwin gak pernah absen mengajak Alexa jalan-jalan.
Saat hari Sabtu, Edwin mengajak Alexa ke Tugu Pahlawan seharian penuh. Sedangkan hari Minggunya, pergi ke taman bungkul dan sorenya ke taman cahaya.
Hari Senin, Edwin mengajak Hutan Bambu dan Taman Harmoni Keputih. Dan hari berikutnya, pagi pagi Edwin mengajak ke Pantai Ria Kenjeran Park sedangkan sorenya mengajak ke Kebun Binatang Surabaya.
Edwin terus berusaha membuat Alexa tertawa bahagia. Namun untuk di malam hari Edwin gak bisa mengajak Alexa jalan-jalan, karena dirinya harus bekerja.
Alexa juga sangat bahagia, ia gak sia-sia pergi ke Surabaya, karena bisa bertemu dengan Edwin bahkan ia lupa dengan masalah yang kini ia hadapi. Masalah yang menghimpit hatinya namun bisa ia lalui dengan sangat bahagia dan itu semua berkat Edwin.
Alexa juga kadang main ke kontrakan Edwin dan membantunya memasak. Lebih tepatnya mereka masak bareng dan makan bareng.
"Mas, nanti kalau kamu kerja, aku ikut ya. Aku bosen di hotel sendirian," ujar Alexa saat ia selesai makan bareng Edwin.
"Ikut kerja? Tapi aku narik taxi online. Kamu yakin?" tanya Edwin tak percaya.
"Iya mas, aku duduk di kursi depan ya. Sedangkan penumpangnya seperti biasa duduk di kursi belakang. Gak papa kan?" tanya Alexa.
"Iya gak papa, iya sudah nanti malem kamu ikut aku," ujar Edwin tersenyum. Ia gak menyangka bahwa Alexa mau menemani dirinya untuk cari penumpang.
Setelah selesai sarapan, Edwin mengajak Alexa untuk pergi ke Mall sebentar karena Edwin ingin membelikan sesuatu buat Alexa.
"Ikut aku yuk," ajak Edwin
"Kemana?" tanya Alexa.
"Ke Mall,"
"Ngapain?"
"Aku mau beli sesuatu," jawab Edwin.
"Iya udah, ayo,"
Setelah itu mereka berdua pun pergi ke Mall dengan naik mobil yang di sewa oleh Edwin. Memang benar mobil yang di bawa Edwin selama ini bukanlah mobilnya melainkan mobil sewaan.
__ADS_1
Sesampai di Mall, Edwin mengajak Alexa ke lantai dua.
"Mau beli apa sih mas?" tanya Alexa karena Edwin terlihat sana-sini seperti mau mencari sesuatu.
"Kita duduk santai di kafe itu yuk," ajak Edwin.
"Ayo,"
Edwin dan Alexa pun pergi ke kafe. Mereka memesan minuman, karena jika pesan sama makanan sekaligus mereka masih kenyang. Jadi mereka cuma pesen minuman aja.
Setelah minuman datang, mereka sempat ngobrol sebentar. Lalu Edwin pun ijin.
"Alexa, kamu tunggu di sini sebentar ya,"
"Emang Mas Edwin mau kemana?"
"Aku ada urusan bentar. 10 menit,"
"Baiklah,"
Ceritanya sangat menarik sekali. Alexa membaca cerpen berjudul Deritaku Punya Ibu Tiri, Alexa sedih karena ternyata itu merupakan kisah nyata seorang anak kecil yang di tinggal mati oleh ibunya. Lalu ayahnya menikah lagi dengan janda satu anak hanya saja mereka sangat kejam. Apalagi sejak ayahnya menikah, ia berubah. Ia selalu menyiksa anak kandungnya, padahal dulu saat istrinya masih hidup, dia sangat memanjakan putrinya namun setelah istrinya meninggal dan menikah lagi. Ia seringkali memperlakukan anaknya layaknya binatang. Di tampar bahkan di pukul dengan sabuknya. Tak terasa Alexa pun meneteskan air mata. Alexa gak menyangka di zaman sekarang masih ada orang tua seperti itu.
Alexa juga membaca Penyesalanku Menghianati Suamiku, sungguh Alexa tak menyangka, masih ada wanita yang tertipu dengan laki-laki yang baru di kenalnya di sosmed. Bahkan ia rela membohongi suaminya dengan mengatakan pergi ke kampung menemui ibunya padahal ia pergi keluar kota untuk menemui laki-laki yang ia kenal dari sosmed itu hingga laki-laki yang mengenalnya tega memperkosa dirinya.
Dan wanita itu pun kembali dan meminta maaf kepada suaminya, namun suaminya gak bisa menerimanya dan memilih mengantarkan istrinya ke orang tuanya lagi karena sang suami gak bisa mempertahankan istri yang tega mengkhianati suaminya.
Dan masih banyak cerita yang ia baca seperti Pernikahan Yang Tak Ku Inginkan, Di Kala Rindu Menanti, Aku Berhenti Berkhianat Karena Corona, Persahabatan Yang Berakhir Luka, Istriku Gadis SMA dan banyak lagi lainnya.
Alexa sangat senang karena ia gak sia-sia menginstal Aplikasi Evta di Playstore. Walaupun aplikasinya sangat baru, namun ceritanya cukup menarik untuk ia baca.
Saat ia menikmati cerita di Aplikasi Evta, tiba-tiba Edwin datang.
"Maaf, kamu nunggu lama ya?" tanya Edwin.
"Enggak kog," jawab Alexa tersenyum sambil menaruh hp nya ke dalam tas.
"Kamu beli apa?" tanya Alexa.
__ADS_1
"Ini," ucap Edwin sambil memberikan kardus yang berbentuk love.
"Ini apa?" tanya Alexa.
"Buka aja,"
Alexa pun membuka kardusnya dan betapa kagetnya dia melihat isinya yang penuh dengan bunga.
"Ya Allah mas, ngapain beli ini. Kamu kan harus nabung," ujar Alexa walaupun gak di pungkiri ia bahagia dengan pemberian Edwin.
"Gak papa, aku ingin membelikan buat kamu aja. Oh ya ini juga buat kamu," ucap Edwin memberikan kardus yang berbentuk kotak.
"Apalagi ini mas?" tanya Alexa.
"Buka aja," jawab Edwin tersenyum.
Lagi-lagi Alexa pun membukanya, dan ia terkejut dengan pemberian Edwin, walaupun bagi Alexa harganya gak seberapa dan sangat sederhana namun Alexa sangat menghargai pemberian Edwin karena bagi Edwin, ini pasti sangat mahal karena harus menguras uang tabungannya.
"Makasih ya mas," ujar Alexa tersenyum
"Iya sama-sama. Dan ini juga buat kamu," kata Edwin memberikan kado terakhirnya.
Alexa membukanya dan ternyata itu adalah kota music. Walaupun dirinya sudah gak terlalu menyukai music sejak tau musik itu haram namun Alexa juga segan untuk menolaknya. Hingga akhir nya ia pun menerimanya.
"Makasih ya mas," ujar Alexa tulus.
"Iya, ya udah ayo pulang. Kamu harus tidur siang jika nanti malam mau ikut aku kerja," ucap Edwin, ia gak mau Alexa sakit karena kurang istirahat.
"Iya udah ayo mas,"
Setelah itu, mereka pun pulang. Alexa memegang hadiah pemberian Edwin.
__ADS_1