Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Afifah Meninggal


__ADS_3

Afifah melihat acara di televisi betapa megahnya pernikahan Axel. Bahkan Axel terlihat begitu sangat bahagia sekali bahkan Afifah melihat Axel yang terus tersenyum di samping istrinya.


Entah kenapa Afifah merasa hatinya begitu sakit melihat Axel bahagia bersama wanita lain. Andai saja ia tidak hamil, mungkin saat ini Afifah lah yang ada di sana bukan wanita yang bernama Alesha.


Afifah menitikkan air mata. Hatinya begitu sakit dan perih, padahal ia berusaha untuk menerima kenyataan bahwa Axel bukanlah jodohnya namun ia gak menyangka bahwa melihat langsung Axel bersanding dengan wanita lain membuat hatinya terasa seperti teriris.


Afifah segera lari ke kamarnya, ia menutup dan mengunci pintu dari dalam kamarnya agar Bik Nur tidak mengganggunya karena ia ingin menenangkan dirinya sendiri tanpa di ganggu oleh siapapun.


Afifah menangis seorang diri di dalam kamarnya, ia mencoba memukul dadanya beberapa kali berharap rasa sakit yang ia rasakan bisa sedikit mereda. Namun nyatanya rasa sakit itu semakin menjadi-jadi hingga Afifah tak mampu untuk menggambarkan bagaimana rasa sakitnya saat ini.


Setelah beberapa jam menangis, ia merasa kepalanya begitu sakit. Ia juga merasakan sakit di perutnya. Afifah mencoba berjalan dan membuka pintu kamarnya, ia memanggil manggil Bin Surti. Ia melihat darah mulai menetes membasahi kakinya. Ia terus memanggil Bik Surti.


Bik Surti yang kebetulan ada di dapur segera lari ketika ia mendengar majikannya memanggil manggil dirinya.


Bik Surti sangat kaget melihat Afifah yang ada di lantai memegang perutnya, Bik Surti juga melihat darah yang terus mengalir di kakinya.

__ADS_1


Bik Surti segera menelfon ambulans tapi tentu ia harus menunggu lama karena rumah yang ia tempati agak jauh dari kota. Sedangkan ia ingin memanggil warga tapi ia juga gak bisa meninggalkan Afifah seorang diri, Bik Surti takut jika Afifah kenapa-napa.


Bik Surti gak tau harus berbuat apa. Ia hanya berharap ambulans segera datang sehingga Afifah bisa selamat.


Namun setengah jam kemudian, ambulans yang di tunggu akhirnya datang namun kondisi Afifah sudah mulai melemah. Bik Surti hanya bisa menangis, melihat Afifah yang terus bergumam menyebut nama Allah.


Dokter berusaha memasukkan Afifah ke ambulans namun di tengah perjalanan, Afifah sudah gak ada. Ia meninggal dunia.


Bik Surti pun menangis di samping Afifah. Ia benar-benar bingung gak tau harus berbuat apa.


Sesampai di rumah sakit, Afifah langsung di masukkan ke kamar jenazah.


\======


Aku cuma mau bilang, bahwa semua novel itu berdasarkan halu, imajinasi, khayalan.

__ADS_1


Jika kita gak halu, maka gak akan ada sebuah cerita.


Kecuali jika kamu baca cerita kisah nyata atau kisah inspiratif. Dan aku yakin itu pun gak 100% cerita asli, pasti juga akan di bumbuhi sedikit cerita halu agar lebih menarik.


Jika pun ada yang benar-benar 100% cerita asli, mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang menulisnya tapi yang jelas itu bukan aku. Dari awal kalian juga sudah tau, bahwa ini cerita halu. Hanya cerita hayalanku doang.


Sama seperti novel novel yang lain. Tapi kenapa ceritanya terlalu berlebihan?


Menurut ku sih enggak. Mungkin kalian aja yang gak suka baca berita di Mbah Google.


Aku sudah pernah bilang, sebelum aku buat cerita. Aku akan cari tau dulu kehidupan orang di dunia nyata, lalu aku mencoba untuk berhayal lalu aku tuangkan dalam bentuk cerita.


Bagi kita yang hanya hidup sederhana, kadang di kasih barang mewah, rasanya terlalu wow dan ada sebagian yang mengatakan itu lebay. Menghambur-hamburkan uang atau apalah.


Tapi tidak bagi mereka yang mempunyai banyak uang apalagi dengan banyak bisnis yang mereka kelola. Di luar sana ada seseorang yang membelikan rumah mewah buat orang lain. Sama seperti Adzriel dan Zahra, mereka mau memberikan hidup yang layak buat Afifah mengingat selama ini Afifah hidup sebatang kara dan hidup dalam kekurangan.

__ADS_1


Adzriel dan Zahra punya banyak harta, lalu apa salahnya jika mereka membelikan rumah buat Afifah walaupun pernah menyakiti hatinya? Adzriel dan Zahra juga membuatkan pesta yang megah buat putra putrinya. Di dunia nyata, aku yakin banyak juga yang pestanya bahkan lebih megah daripada khayalanku.


Sebenarnya jika kita suka baca berita atau kisah orang dalam atau luar negeri. Maka kita gak akan kaget saat membaca novel yang kadang menurut kalian halunya terlalu tinggi. Sama seperti dulu, sata Axel dan Alexa masih kecil sudah loncat kelas. Padahal di luar negeri malah ada umur 9 tahun sudah lulus sarjana.


__ADS_2