
Ariani mendatangi pusat perbelanjaan bersama Bram. pengawalan ketat di berikan karena Arka juga di bawa ikut bersama mereka. Hyuk dengan jas hitamnya terlihat siaga di belakang Bram dan Ariani. ia membawa dua orang pengawal untuk berjaga-jaga. Ariani mencoba beberapa baju yang ia sukai. Bram hanya menunggu sambil memangku Arka. pengasuh Arka berdiri menemani Bram. sementara Hyuk mengawasi Ariani yang sedari tadi berada di ruang ganti.
"Sudah ku duga ada presdir Admaja Group disini pantas saja pusat perbelanjaan ini tak seperti biasanya". Joan datang memyapa Bram melewati Hyuk yang berdiri dengan tatapan mata menghujam ke arah Joan.
Bram tak meladeni Joan. ia memberikan Arka pada pengasuhnya. seorang pengawal mendekat memberi penjagaan pada si kecil Arka dan pengasuhnya.
"Hyuk, apa kabar mu?, apa kau sudah bertemu ayah mu?". Joan memancing amarah Hyuk. Bram terlihat memandang Hyuk. Hyuk mengerti artinya jangan tergoda dengan iblis ini. begitu kira-kira arti tatapan Bram.
"Kau sudah kembali, kudengar perusahaan mu sudah membaik". Kata Bram sembari mengancingkan jasnya dengan gerakan yang elegan.
"Tentu saja, ini berkat bantuan tuan Ma". Kata Joan sembari menatap Hyuk.
Ariani muncul dari ruang ganti. ia terperanjat melihat keberadaan Joan di antara Bram dan Hyuk. ia segera menguasai diri dan bersikap tenang. Joan mengamati Ariani yang berjalan mendekati Arka yang sedang tertidur pulas di gendongan sang pengasuh.
"Sayang aku sudah selesai mari kita pergi dari sini". Ariani menggamit lengan Bram tanpa memandang Joan. Bram pergi dengan senyum kemenangan di iringi langkah Hyuk dan dua orang pengawalnya.
Dia bertambah cantik dan sekarang sudah menjadi seorang ibu rupanya. Joan.
***
"Hyuk berhati-hati lah dengan Joan, jangan terprovokasi dengan perkataannya".
"Baik tuan".
__ADS_1
"Kau boleh pergi".
"Baik tuan". Hyuk memutar tubuhnya dan melangkah pergi.
"Hyuk!".
Hyuk menghentikan langkahnya.
"Temuilah ayah mu, ku harap tidak ada penyesalan di antara kalian". Hyuk terdiam. ia mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan ruang kerja Bram.
***
Keara membuat makan malam untuk dua orang. ia yakin Hyuk akan datang untuk makan bersama. tak lama terdengar kode pintu apartemen ditekan. pintu terbuka, Hyuk mengganti sepatunya dan berjalan duduk di sofa. aroma harum masakan meyeruak.
"Ayo kita makan". Keara memegang lengan Hyuk. lelaki itu bangkit mengikuti langkah Keara menuju meja makan. Keara melepas jas Hyuk. sekarang ia mengenakan kemeja putihnya. wajah tampannya terlihat sayu.
"Makan lah aku sengaja membuat banyak masakan untuk mu". Keara menyendokan lauk ke mangkuk Hyuk.
"Apa ada masalah?". Keara tidak tahan akhirnya ia bertanya.
"Tidak, hanya aku tadi bertemu Joan".
"Kemarin aku bertemu dengannya".
__ADS_1
Hyuk meletakan sendoknya. ia memandang Keara menunggu penjelasan gadis itu.
"Aku ada tugas interview dengannya sayang, hanya itu". Keara tidak mengatakan pembicaraannya dengan Joan kemarin, kalau Hyuk tahu ia akan murka. Hyuk melanjutkan makan dan ingin segera pulang beristirahat.
Hyuk mengenakan kembali jasnya. selesai makan ia memang akan langsung pulang. Keara menahan lengan Hyuk. ia masih ingin menatap wajah tampan itu.
"Jangan memancing ku". Kata Hyuk menyeringai. Keara malah mengecup pipi Hyuk. Hyuk tersenyum dan duduk kembali di sofa.
"Sudah ku bilang jangan memancing ku". Keara menggihit bahu Hyuk hingga lelaki itu tertawa karena geli.
"Hentikan".
"Tidak mau".
Keduanya berbaring di sofa. Hyuk menatap langit-langit. Keara menatap wajah Hyuk sambil bantalan lengan Hyuk yang kekar.
Ponsel Hyuk bergetar, nomor yang tak di kenal tertera di layar ponselnya. Hyuk menyambar ponselnya di meja dan mengangkat panggilan itu.
"Tuan muda, tuan besar sakit". Suara di ujung sana terdengar asing tapi Hyuk tahu siapa yang menelponya. pasti salah satu pelayan ayahnya.
Hyuk terdiam tidak menjawab. ia mematikan teleponnya. Keara tak sengaja mendengar percakapan di telpon. ia mengerti.
"Sayang pergilah temui tuan Ma. pasti ada yang ingin kalian bicarakan". Hyuk menatap keara. ia menyambar jasnya dan bersiap pergi. Hyuk menggenggam tangan Keara tanpa bicara. Keara sudah mulai mengerti dengan isyarat Hyuk yang sering berkomunikasi dengan tatapan mata. Keara mengantar sampai depan pintu. ia memeluk Hyuk sebelum lelaki itu pergi.
__ADS_1