
Saat aku hendak turun aku melihat papa sedang berbincang-bincang dengan Arvin ,mas Ari,Zain dan Lando. Setelah menunggu menunggu mereka pergi aku baru menghampiri papa.
"Ada apa mereka ke sini?"
"Meminta maaf,"jawab Arvin .
"Udah selayaknya orang salah minta maaf, dan seperti katamu bukan 100 % salahnya jadi papa memaafkan nya."
"Ya udah beres kan."
"Papa harap saat jam istirahat kamu bisa ke kantor untuk meluruskan semuanya. Serta memberikan sangsi apa buat mantan sekertaris Zain."
"Kan sudah ada papa mengapa aku juga aku harus datang ?"
"Biar Masalahnya cepat selesai, kalian semua akan papa kumpulkan."
"Hmm."
"Ya udah papa berangkat ke kantor dulu, kamu bener gak mau ke kantor ?"
"Ga ah."
"Lo kaya anak kecil ya lagi ngambek," ucap Arvin .
"Sialan sorry ya gw gak ngambek !"
"Kalau gak ngambek selesaikan tugas mu sampai sekertaris penggantinya ada. Gak usah main berhenti gak jelas begitu."
"Iya gw berangkat ni, karena gw bukan anak kecil. Aku adalah orang dewasa yang punya tanggung jawab !" Ucapku yang langsung bergegas masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian semi formal.
"Haha mudahkan pa memancing emosi Kia,"ucap Arvin .
"Kia memang harus banyak belajar menghadapi tantangan dunia kerja."
"Aku setuju dengan ucapan papa,kita harus sering melibatkan Kia urusan kantor."
"Tapi jangan di paksakan,"ucap Alfi yang baru muncul.
"Tidak di paksakan cuma sedikit di beri bensin,"canda Arvin sambil mencium punggung tangan Alfi. "Berangkat dulu ma,pa!"
"Hati-hati jangan ngebut bawa kendaraannya !"
"Iya ma."
"Kia belum bisa mengendalikan emosi mudah di provokasi,"ucap Fian .
"Karena itu tugas kita membimbingnya supaya dia tidak mudah terprovokasi."
"Iya bener kata papa. Dulu seumuran Kia, jiwa muda mama juga lagi semangatnya membuka usaha sampai di tipu."
"Papa malah di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab ma."
"Semoga tidak dengan anak-anak kita,"ucap Alfi.
__ADS_1
"Ayo Kia sudah siap. Kia mau menjadi wanita yang tangguh jawab dengan ucapan Kia. Kia sudah berjanji akan bekerja sampai dapat pengganti baru."
"Good girl."Ucap Fian sambil mengusap kepala Kia.
"Mama Kia pergi dulu, maaf belum bisa bantu mam mengurus kafe."
"Mama bisa menunggu kapanpun Kia mau membantu mama mengurus kafe."
Setelah siap aku dan papa berangkat ke kantor. Sesampainya di kantor tidak ada komentar apapun, para karyawan yang lain juga lebih diam. Mungkin semua sudah tahu aku anak papa, makanya berubah jadi murah senyum padaku. Atau karena aku berjalan bersama papa, bodoh ah.
"Pagi cantik. Aku kira kamu gak akan masuk kerja hari ini,?" tanya Raka menyambut kedatanganku.
"Ngapain gak masuk, aku harus menyelesaikan tugasku sampai mas Zain dapat sekertaris baru."
Aku pingin rasanya tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulutku sendiri. Padahal aku tadi pagi sudah niat tidak masuk kerja, sudah malas berurusan dengan urusan kantor.
"Eh Kia sudah datang ya?" Tanya mas Zain yang baru keluar dari ruangannya.
"Maaf mas kesiangan."
"Iya tidak apa-apa. Tolong periksa laporan ini, habis itu berikan ke bagian legal."
"Siap mas,"ucapku sambil menerima berkas yang di bawa mas Zain.
"Nanti kalau sudah selesai kamu cek laporan keuangan yang dikirim Septi lewat email ya!"
"Ok mas."
"Lo kenapa disini Raka tidak kerja sana!"
Semua berjalan wajar aku tidak mendengarkan obrolan aneh-aneh, sampai jam makan siang tiba. Aku pergi ke toilet sebelum istirahat.
"Apa bener sekertaris magang itu anak bos?" Aku tidak tahu suara siapa itu, tapi karena aku mau denger gosip apa yang beredar jadi aku putuskan untuk menguping.
"Aku tidak tahu pastinya tapi dengar-dengar dari anak Finance begitu."
"Anak magang itu namanya kalau gak salah Kia, sedangkan Anak pak Fian namanya Azkia mirip kan."
"Ah sudahlah lebih baik kita jangan cari masalah dan ikut campur urusan mereka."
"Aku setuju kita di sini buat cari makan, ayo istirahat !"
Dasar kalian, dulu saja ikut gosippin aku. Sekarang giliran tahu siapa aku langsung , pura-pura gak mau ikut campur.
Aku keluar dari toilet setelah mereka semua ku pastikan telah pergi. Tapi saat aku mau keluar, aku malah bertemu dengan mama Noval yang baru masuk ke dalam toilet.
"Sepertinya identitas mu sudah terbongkar ya?" Aku hanya mendengar tanpa berkomentar apapun.
"Pasti semua orang akan bersikap baik padamu. Sombong banget sih ada orang tua ngomong tidak menjawab."
"Maaf Tante ,pertanyaan Tante bukan suatu hal yang penting yang harus saya jawab. Permisi saya keluar duluan !" Ucapku langsung keluar dari toilet, tanpa menunggu respon mama Noval lagi.
"Sudah makan Kia?" Tanya mas Zain menghampiriku.
__ADS_1
"Belum habis ini mas, sudah di tunggu papa di ruangannya. Ayo mas!"
Setelah makan siang berdua dengan papa, papa melarangku untuk keluar ruangan papa. Hingga saat jam istirahat selesai mas Zain, Lando dan Diana masuk ke ruangan papa.
Tidak ada Diana yang angkuh dan sombong, sejak masuk Diana hanya menundukkan kepalanya.
"Diana apa tujuan mu memalsukan laporan Lando,?" tanya papa .
"Saya hanya tidak terima posisi saya digantikan dengan Kia, apalagi Zain membela Dia juga."
"Memang kapan aku membela Kia, aku tidak pernah membelanya ?"Tanya Zain kelihatan bingung.
"Kamu bilang saat rapat internal 'Kia menjadi sekertaris mu hanya sementara sampai ada sekertaris baru.' Dan kamu juga membicarakan penyebab aku turun jabatan secara tidak langsung."
"Aku tidak ada niat selain meluruskan gosip yang beredar, yang memojokkan Kia! Sekaligus membuat yang lain supaya tidak berani coba-coba , melakukan perbuatan seperti yang kamu lakukan !"
Diana hanya diam tanpa bersuara.
"Jadi ini berawal dari rasa tidak sukamu pada Kia, bener ?"
"Iya pak, maaf saya gelap mata. Kia anak baru masih magang bisa dekat dengan anda, Raka,Zain dan mas Ari." Ucap Diana menjawab papa sambil menundukkan kepalanya.
"Perasaan aku tidak dekat dengan yang lain biasa saja,"gerutuku.
"Kia itu putri saya wajar kalau dekat sama saya. Dia sudah kenal Ari dan Franda karena mereka sering ke rumah saya. Kalau Raka itu teman putra saya, makanya bisa akrab dengan Kia. Saya harap masalah ini bisa membuat mu bisa merubah sikapmu menjadi lebih baik!"
"Iya pak saya menyesal. Saya berjanji tidak akan mudah iri dengan karyawan lainnya. Tapi saya mohonlah jangan pecat saya, saya masih membutuhkan pekerjaan ini demi keluarga saya!"
"Saya akan memberi kesempatan buatmu untuk yang terakhir kalinya!"
"Terima kasih pak!"
"Sekarang kamu kembali ke ruangan mu!"
"Baik pak, Kia saya juga minta maaf atas segala kesalahanku."
"Semoga kamu beneran menyesal dan tidak mengulangi lagi!"
Setelah Diana pergi, "Lando kamu kalau menjadi sekertaris Zain bagaimana ?"
"Saya pak!"
"Iya ,anak baru biar ngisi posisi staf saja. Dan kalian berdua cari staf keuangan yang kira-kira bisa mengisi posisi Lando !"
"Baik pak."
"Sekarang kalian bisa kembali kerja !"
"Baik pak !"
"Aku kerja apa sekarang ?"
"Menjadi wakil papa dan mulai besok Franda menjadi asisten mu!"
__ADS_1
"Apa !"