
Sesampai di rumah sakit, Alexa segera memarkirkan mobilnya dan setelah itu berjalan menuju ruangannya.
Alexa melepas jaz putihnya dan duduk sebentar. Entah kenapa wajah Edwin gak mau lepas dari fikirannya.
"Pagi Dok." ucap Dokter Vita sambil membuka ruangan Alexa.
"Pagi juga." jawab Alexa seperti gak ada semangat.
"Tumben Dokter Alexa sekarang banyak ngelamun, ada apa?" tanya Dokter Vita sambil duduk di kursi di depan meja Alexa.
"Aku tadi ketemu pria tampan." jawab Alexa jujur. Yah dia emang jujur dengan perasaannya. Karena Vita adalah sahabatnya.
"Dimana?" tanya Dokter Vita antusias.
"Di sekolah adek ku." jawab Alexa.
"Jangan bilang kalau pria tampan itu seorang guru?" ujar Dokter Vita.
"Iya, tebakan mu benar. Dia memang seorang guru." jawab Alexa.
"Aish, kamu mencintai guru adek kamu sendiri?" tanya Dokter Vita.
"Iya mau bagaimana lagi, emang hati bisa menentukan kita jatuh sama siapa." ucap Alexa.
"Iya gak juga sih tapi gak nyangka aja sih seorang dokter jatuh cinta sama seorang guru." ujar Dokter Vita.
"Banyak kog di luaran sana, seorang dokter menikah dengan seorang guru dan mereka hidup bahagia." ucap Alexa.
"Iya ya ya. Terserah kamu, padahal di sini ad Dokter Andi yang selalu menaruh perhatian sama kamu tapi gak pernah kamu balas." ujar Dokter Vita.
"Bagaimana aku mau balas perhatiannya, jika aku sendiri gak punya rasa sama dia. Aku gak mau ngasih harapan apapun sama orang lain." ucap Alexa.
"Iya kamu benar, mending seperti itu agar nantinya ia gak terlalu sakit hati saat ia tau kamu mencintai pria lain." ucap Dokter Vita.
"Iya kamu benar dan aku harap Dokter Andi bisa menemukan wanita lain yang tulus menyayangi dan mencintai nya. Aku ingin melihat Dokter Andi bersanding dengan wanita lain, yang jelas itu bukan aku " ujar Alexa.
"Jangan bilang seperti itu kamu gak pernah tau siapa jodohmu yang sebenarnya. Bisa jadi Dokter Andi lah jodohmu. Jangan mendahului takdir, itu gak baik." ucapk Dokter Vita mengingatkan
"Iya kamu benar. Ayo kita mulai bekerja. Kita sudah telat 10 menit." ucap Alexa.
"Ayo, gara-gara ngobrol sama kamu, aku sampai lupa kalau kita harus bekerja." ujar Dokter Vita yang hanya di tertawakan oleh Alexa.
Setelah itu merekapun bekerja seperti biasa hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 12 siang.
Jam 12 sampai jam 1 siang, waktunya istirahat. Dokter Vita mengajak Alexa untuk makan siang di kantin.
"Dokter Alexa, makan di kantin yuk." ajak Dokter Vita.
"Jangan panggil Dokter, panggil Alexa aja. Risih aku dengernya." ujar Alexa. Dokter Vita lebih tua 5 tahun dari Alexa namun Dokter Vita belum menikah, dia masih singel karena belum menemukan jodohnya.
Dokter Andi juga lebih tua dari mereka. Umur Dokter Andi selisih 7 tahun dari pada Alexa dan selisih 2 tahun dengan Dokter Vita.
"Tapi ini kan di rumah sakit, gak enak jika manggil nama kecuali di luar jam kerja." jawab Dokter Vita.
"Terserah kamu deh." ujar Alexa.
Saat mereka mau menuju kantin, mereka bertemu Dokter Andi.
"Dokter Andi? Ada apa?" tanya Vita sedangkan Alexa hanya diam saja.
"Ini ada coklat dan bunga buat Alexa." ucap Dokter Andi tersenyum ramah kepada Alexa.
__ADS_1
"Terimakasih tapi maaf aku gak suka coklat dan bunga." jawab Alexa datar yang membuat Dokter Andi terlihat kecewa dan sedih.
"Tapi aku suka coklat dan bungannya kog, gimana kalau coklat dan bungannya buat aku aja." ujar Donter Vita antusias.
"Boleh, ini. Iya sudah aku pergi dulu ya." ujar Dokter Andi pergi setelah memberikan coklat dan bunga kepada Dokter Vita.
"Kamu gak boleh gitu, kasihan dia." ucap Dokter Vita setelah Dokter Andi pergi. Dokter Vita menerima coklat dan bunga itu karena ia kasihan melihat wajah Dokter Andi tadi.
"Aku cuma gak mau dia terus menerus ngasih sesuatu buat aku, mending uangnya di tabung atau kasihkan kepada mereka yang membutuhkan tapi yang jelas bukan aku." ucap Alexa yang langsung pergi menuju kantin. Sedangkan Dokter Vita juga berjalan di belakangnya.
Alexa bener bener gak mau ngasih PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada Dokter Andi. Dan sebenarnya Alexa juga sudah beberapa kali meminta Dokter Andi untuk berhenti mencintai nya, berhenti menyukainya, berhenti memperhatikannya, berhenti ngasih ini dan itu dan berhenti untuk terus memikirkannya.
Namun Dokter Andi terus saja memberikan Alexa perhatian lebih, memberikan ini dan itu dan terus saja menanyakan kabar lewat chat.
Sedangkan Alexa sendiri merasa risih dan juga kasihan. Risih karena Alexa merasa nyaman berada di situasi seperti ini dan merasa kasihan yang melihat Perjuangan Dokter Andi yang berharap cintanya akan di balas namun nyatanya kini Alexa mulai jatuh hati pada pria lain.
Alexa dan Dokter Vita sudah ada di kantin. Mereka memesan makanan dan juga minuman seperti biasa. Dokter Vita menaruh coklat dan bungannya di atas meja.
Sambil nunggu makanan dan minuman datang, mereka mulai ngobrol lagi.
"Hari Minggu kamu ada acara gak?" tanya Dokter Vita.
"Enggak. Kenapa?" tanya balek Alexa.
"Kita ke Mall yuk, jalan jalan." jawab Dokter Vita.
"Boleh, aku juga sudah lama gak ke Mall." jawab Alexa.
"Iya udah, Hari Minggu jam 8 pagi, aku jemput kamu ya di depan rumah kamu." ujar Dokter Vita.
"Oke, aku tunggu kedatangan kamu." jawab Alexa tersenyum.
Dan setelah itu makanan dan minuman pun datang. Mereka segera makan dengan nikmat. Selesai makan, mereka beristirahat di ruangan mereka masing-masing. Biasanya selesai makan, Alexa akan pergi ke Musholla rumah sakit untuk sholat dhuhur tapi karena dirinya halangan. Alexa pun memilih untuk tidur siang.
"Kak, aku di jemput siapa hari ini? Aku sudah nunggu lebih dari 10 menit. Tapi gak ada yang jemput aku." ucap Ayunda lewat chat yang di kirim lewat WhatsApp.
"Iya, kamu tunggu sebentar ya. Kakak akan segera jemput kamu." balas Alexa. Ia gak jadi tidur karena ia gak tega membiarkan adiknya menunggu jemputan yang gak datang datang. Biasanya yang menjemput umy nya tapi mungkin umy nya lagi sibuk sehingga gak bisa jemput. Mau gak mau, Alexa pun segera meluncur ke tempat adiknya.
Tak butuh waktu lama, Alexa pun kini sudah ada di depan sekolah Ayunda.
Di sana Ayunda di temani oleh Edwin, gurunya.
"Assalamualaikum." ucap Alexa setelah turun dari mobil dan menghampiri adeknya.
"Waalaikumsalam." jawab mereka berdua, Ayunda dan Edwin.
"Kak, kenapa lama banget?" tanya Ayunda cemberut.
"Maaf tadi waktu kamu chat, kakak ada di ruangan. Dan dari rumah sakit ke sini kan juga gak dekat, kakak aja harus ngebut tadi biar kamunya gak nunggu lama. Maafin kakak ya." ujar Alexa merasa bersalah.
"Gak papa, untung aja ada Pak Edwin yang mau nemenin aku. Jadi aku gak kesepian karena ada teman ngobrol." ujar Ayunda sambil melirik ke arah Edwin.
"Makasih ya pak sudah menemani adik saya." ujar Alexa.
"Sama-sama. Jangan panggil saya pak, kesannya saya kayak tua banget." ucap Edwin ramah.
"Iya mas, maaf." ujar Alexa tersenyum.
"Kalau gitu, saya pamit dulu ya. Assalamualaikum." Lanjut Alexa.
"Pak, saya pulang dulu ya. Assalamualaikum." ujar Ayunda.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, kalian hati-hati pulangnya." ucap Edwin yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Alexa.
Setelah itu Ayunda dan Alexa langsung masuk mobil.
"Tadi pagi uangnya sudah di kasih oleh Pak Edwin?" tanya Alexa.
"Sudah. 15 rb kan?" tanya Ayunda.
"Iya bener." jawab Alexa. Ternyata dia amanah. gumam Alexa tersenyum
"Kenapa kakak senyam senyum sendiri? Kakak memikirkan Pak Edwin ya? Benerkan kataku? Kakak pasti langsung jatuh cinta kalau sudah bertemu Pak Edwin." ucap Ayunda.
"Sudah, jangan bahas cinta-cintaan. Nanti di marahin aby sama umy." Ujar Alexa.
"Tapi kan sekarang gak ada aby sama umy, cuma ada kakak. Dan gak mungkin kan kakak ngadu sama mereka?" ujar Ayunda.
"Memang sekarang gak ada umy dan aby. Kakak juga gak mungkin ngadu sama mereka tapi ada Allah yang lihat kita." ujar Alexa.
"Emang kita dosa bahas seperti ini? Kita kan gaj melakukan apa-apa?" tanya Ayunda.
"Sudahlah diam, kakak pusing. Nanti sampai rumah, kamu langsung masuk ya. Kakak harus kembali ke rumah sakit." ujar Alexa.
"Emang umy ada di rumab? Soalnya tadi aku nelvon gak di angkat? Chat juga gak di bales." ujar Ayunda.
"Kamu cek dulu." ucap Alexa
"Iya deh."
Setelah itu tak lama kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah.
"Kamu cek dulu sana, kakak tunggu kamu di sini. Kalau di rumah gak ada orang, kamu bisa ikut kakak ke rumah sakit biar kamu gak kesepian di rumah." ujar Alexa.
"Iya bentar ya kak, aku cek dulu." ucap Ayunda.
Sambil nunggu Ayunda, Alexa pun main hp. Ia membuka Facebook nya. Ia sesekali membaca postingan teman-temannya. Entahlah Alexa bingung, kenapa temannya itu lebih suka menceritakan kehidupannya itu di medsos.
Bukankah itu aib? Kenapa aib yang seharusnya di sembunyikan malah di umbar umbar di sosial media. Apakah agar orang lain tau dan setelah itu menaruh rasa kasihan..
Sungguh Alexa tak mengerti dengan jalan fikiran mereka.
Saat Alexa asyik-asyiknya membuka sosial media, tiba-tiba ia di kagetkan dengan suara adeknya.
"Kak, umy ada di dalam. Umy ketiduran. " ucap Ayunda.
"Iya sudah kalau gitu, kakak berangkat dulu ya ke rumah sakit." ujar Alexa.
"Kakak gak mau masuk dulu ke rumah?" tanya Ayunda.
"Enggak usah, ini aja kakak sudah telat." jawab Alexa.
"Iya sudah, kakak hati-hati ya di jalan dan terima kasih sudah jemput aku." ujar Ayunda tersenyum.
"Iya, kakak berangkat ya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah itu Ayunda pun segera masuk ke dalam rumah sedangkan Alexa segera pergi menuju rumah sakit.
Di sepanjang jalan, Alexa mendengarkan lagu "Aku Jatuh Cinta"
Lagu itu terus ia putar berulang-ulang hingga tak terasa sudah sampai depan rumah sakit.
__ADS_1
Alexa segera turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus dokter.