
Keara memutuskan pindah ke apartemen. ia ingin mandiri dari ayah dan ibunya. Hyuk membantu Keara membereskan barang-barangnya. merangkaikan lemari dan rak buku untuk Keara. ia juga memasang tempat tidur yang nyaman. membeli sofa yang empuk.
"Apa kau akan sering berkunjung kemari?". Keara melihat semua isi apartemennya. Hyuk yang membeli semua sesuai seleranya.
"Ini tempat tinggal ku atau tempat tinggal mu sayang?". Keara gemas melihat Hyuk menggelar karpet bulu impor yang harganya bisa satu bulan gaji Keara.
Hyuk hanya tertawa dan mengacak rambut Keara. Hyuk duduk di sofa dan menarik lengan Keara agar ikut duduk juga.
"Mana upah untuk ku?".
"Upah?, memang aku berani menggaji mu?".
"Kalau begitu bayar dengan yang lain". Keara refleks menutup dadanya. melindungi diri seolah Hyuk meminta tubuhnya. Hyuk tergelak, ia mencium kening Keara. gadis itu bernafas lega karena Hyuk hanya bergurau dengan upahnya.
Hyuk meletakan minumannya yang sudah habis di atas meja. sebelum pergi ia benar-benar meminta upahnya. Hyuk menarik dagu Keara dan mengecup bibir gadis itu.
***
__ADS_1
"Nona Keara Bestari". Seorang lelaki berbadan tegap berdiri di depan pintu apartemen Keara. Keara berjalan mengikuti lelaki itu dan sampai di sebuah tempat. diaan berdiri lelaki paruh baya dengan tingkatnya. lelaki itu memandang keramaian di jalan bawah gedung.
"Tuan Ma, nona Keara sudah kemari". Kata lelaki berbadan tegap itu dengan penuh hormat dan terlihat santun. lelaki paruh baya yang di sebut tuan Ma itu berjalan mendekati Keara.
"Tidak salah anak ku menyukai mu, kau gadis yang cantik mirip dengan ibunya".
Keara tertegun. ia tahu lelaki ini adalah ayah Hyuk kekasih yang ia cintai. maka dari itu Keara tidak merasa takut seperti sebelumnya.
"Nona aku ingin meminta bantuan mu". Kata tuan Ma menatap Keara.
"Bujuk lah dia untuk menerima ku dan kembali bersama ku, aku ingin menebus kesalahan ku di sisa usia ku".
"Aku tidak tahu tuan, tuan Hyuk orang yang cukup sulit dan rumit. tapi aku akan berusaha membujuknya agar mau menerima mu".
Tuan Ma mengangguk. ia berterimakasih pada Keara. ia terpaksa melibatkan Keara karen Hyuk teramat sulit untuk di bujuk. disisa usianya tuan Ma ingin sekali bisa menikmati keberhasilannya dengan putranya Hyuk.
***
__ADS_1
Keara pergi ke taman. ia menelpon Hyuk agar datang ke taman. Hyuk sedang tidak bersama Bram jadi ia ada waktu luang menemui Keara. Keara menggamit lengan Hyuk dan mengajaknya berjalan di seputaran taman.
"Ada masalah?". Hyuk menunduk memandang wajah Keara.
"Tidak sayang".
"kau ingin mengatakan sesuatu pada ku?, bicaralah".
Keara menghentikan langkahnya. ia mendongak memandang Hyuk. merapikan rambut Hyuk dengan jari lentiknya. lalu menggenggam tangan lelaki itu.
"Aku bertemu dengan tuan Ma". Hening, Hyuk hanya terdiam tak membalas Keara. ia sedang mencerna ucapan gadis di depannya. untuk apa ayahnya melibatkan Keara dalam urusan mereka.
"Tuan Ma bilang ia ingin menebus kesalahannya pada mu". Kata Keara lembut. ia mencoba mengambil hati Hyuk agar tidak marah dulu ketika mendengar nama tuan Ma.
"Sayang, aku tidak tahu dan tidak ingin ikut mencampuri urusan kalian berdua. tapi karena ada seorang ayah yang meminta bantuan ku jadi aku mengupayakannya".
Hyuk masih terdiam. ia tidak menyukai bila Keara terlibat urusan antara dirinya dengan ayahnya.
__ADS_1
"Lain kali jangan temui dia!". Sorot mata Hyuk sudah berubah. yang tadinya terlihat teduh kini jadi terlihat penuh kemarahan. Keara beringsut takut. ia memundurkan langkahnya.
"Ba-baik sayang, aku minta maaf".