Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
164. Rencana Resepsi


__ADS_3

"Ayo kita umumkan pernikahan kita bulan ini, tidak usah menunggu 5 bulan 2 Minggu lagi !"


Ucapan Raka masih menggagu pikiranku. Aku rasa tidak salah jika orang lain salah paham mengenai hubungan kami.


"Mau bikin apa Yang."Ucap Raka yang tiba-tiba memelukku dari belakang.


"Lagi bikin mie instan, jangan begini mas. Malu kalau tiba-tiba papa atau mama muncul."


"Papa dan mama ke Surabaya menghadiri acara khitanan, siapa ya aku lupa nanti tanya Arvin saja. Tapi sepertinya Arvin tidak pulang dia lagi galau !"


"Lagi galau kenapa ?"


"Cintanya di tolak lagi !"


"Awas mas mie ku sudah matang panas ini!"


"Sudah kamu duduk aku yang terusin!" Ucap Raka sambil menarikku untuk duduk, sedangkan Raka meneruskan menyiapkan mie instan.


"Silahkan di makan !"


"Mas mau?"


"Mau kalau di suapin !" Aku hanya bisa menghembuskan nafas melihat tingkahnya. Padahal aku masih marah gara-gara tadi pagi, tapi lihat dia seolah tidak terjadi apa-apa.


"Aku baru mengenal Stevi 3 hari lalu. Lebih tepatnya saat kamu berangkat ke Australia. Beberapa kali kami ketemu tanpa sengaja, dari sana kami menjadi lebih akrab. Aku yang kesepian merindukan mu, mendapatkan teman baru, teman ngobrol tidak lebih." Jelas Raka setelah makanan kami habis.


"Tetapi kenapa harus mabuk-mabukan minum alkohol segala !" Ucapku tak suka, terdengar helaan nafas Raka.


"Hari pertama aku hanya minum koktail, begitu juga hari ke dua. Hari ketiga pas kamu pulang aku minum cuma 1 gelas kecil. Tapi saat masih di dalam diskotik ada orang mabuk yang menabrak aku, hingga botol minum yang di bawahnya tumpah ke bajuku."


"Alasan!" Ucapku sambil berdiri membawa mangkok kosong, untuk ku cuci. Raka mengekori langkahku dan menunggu aku sampai selesai mencuci piring.


"Kalau kamu mau kita sama-sama aman ,ayo kita umumkan pernikahan kita secepatnya."


"Ngapain buru-buru."


"Biar aku sama kamu sama-sama tenang, tidak akan ada lelaki yang mendekati mu begitu juga aku. Tidak akan ada perempuan yang mendekatiku. Paling tidak cincin kawin kita,membuat orang jadi tahu kalau kita sudah punya pasangan ."


"Kalau cuma mau orang tahu lewat cincin kawin, mengagap harus pakai resepsi pernikahan segala!"


"Ya ,paling tidak dengan pesta pernikahan banyak orang yang tahu tentang pernikahan kita."


" Apa kamu kira gampang mempersiapkan pernikahan, meski ada wo yang mengurus tetap saja kita capek mengurus pernikahan. Semua wanita ingin pernikahan yang berkesan untuk sekali seumur hidupnya."


"Kamu ingin pernikahan yang bagaimana ?"

__ADS_1


"Tidak perlu banyak undangan, sedikit tapi terlihat kekeluargaan dan terkesan intim. Dengan nuansa outdoor di pinggir pantai."


"Suasana intim seperti ini ya," ucap Raka yang tiba-tiba memeluk erat tubuhku.


"Bukan intim begini,ini mah mesum. Intim yang aku maksud ada kehangatan dan keakraban begi pengantin dan undangan."


"Berarti hanya mengundang keluarga dan teman dekat dong. Kalau tidak dekat tidak mungkin kita bisa akrab kan?"


"Ya iyalah, gak mungkin aku bisa akrab dengan tamu undangan papa. Kan aku tidak mengenal mereka."


"Berati kita mengadakan 2 kali pesta resepsi."


"Kok 2 kali resepsi ?"


"1 resepsi buat relasi orang tua Kita, teman kita dan khalayak ramai, yang kedua buat keluarga dekat dan sahabat dekat."


"bikin capek kalau itu!"


"Ya itu sudah resiko kita, ingat kamu anak perempuan satu-satunya. Tidak mungkin papa dan mama tidak ingin mengadakan pesta."


"Kenapa sekarang jadi membahas tentang pesta pernikahan sih!"


"Tidak apa-apa, kan sebentar lagi juga mengadakan pesta pernikahan."


"Stevi adalah orang asing yang tidak sengaja lewat memberi warna buat pernikahan kita. Stevi hanya iklan yang kita lihat tanpa boleh kita nikmati. Karena semua iklan itu hanya menggiurkan di awal."


"Sok puitis !" Ucapku sambil berjalan ke arah kamar meninggalkan Raka.


"Bagaimana mau di percepat resepsi pernikahan kita ?"


"Tidak usah aneh-aneh ikuti saja waktu yang sudah di tetapkan orang tua."


"Ko pakai jaket mau kemana?"


"Nganter oleh-oleh buat Clara !"


"Clara lagi di rumah nenek di Bogor."


"Kok tahu?"


"Perginya bareng Cantika dan Satria, katanya ulang tahun neneknya."


"Astaga bagaimana aku bisa lupa, malam mingguan di rumah dong."


"Ya udah kita nonton sekalian jalan-jalan, tapi setelah sholat isya bagaimana ?"

__ADS_1


"Boleh, tapi pakai motor saja biar tidak macet !"


"Siap ,apa sih yang tidak buat ratuku."


"Eh kok mendengus !"


"15 menit lagi, bisa rebahan dulu." Ucapku yang melempar jaket dan merebahkan badan. Tapi baru menutup mata, aku merasakan hembusan nafas kasar di mukaku.


"Hah hmmpt."


Raka gila main serang saja , tanpa memberikan kesempatan Raka sudah berada di atasku. ******* bibirku dengan sesekali mengisap dan berusaha menerobos masuk ke dalam mulutku.


"Ahh mas!" Saat Raka dengan sengaja meremas sumber asi membuatku mendesah. Dengan liciknya dia menggunakan kesempatan itu untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulutku. Hingga dengan leluasa Raka mengobrak abrik di dalamnya.


"Ahhh, beberapa hari gak bertemu rasa rinduku sudah tidak bisa di bendung. Tapi begitu bertemu malah di tinggal kabur." Ucap Raka setelah menghentikan ciuman panasnya.


"Kamu hampir saja membunuhku, dengan tidak memberikan aku kesempatan untuk bernafas." Kesalku sambil mendorong tubuh Raka menjauh.


"Habis bibir mu terus menggodaku." Ucap Raka sambil mengusap bibirku yang mungkin saja sudah bengkak.


"Dasar mesum!"


"Ga papa mesum sama istri sendiri."


"Yakin, aku tinggal baru 3 hari sudah ada perempuan yang dengan santainya masuk ke dalam apartemen."


"Aku sudah jatuh cinta saat kamu menjadi cleaning service di rumah sakit. Masak bertahun-tahun mencari cara dan momen biar bisa bersatu, aku hancurkan sendiri."


Hah yang beneran saat jadi cleaning service saat umurku baru 19 tahun, berati sekitar 4 tahun lalu.


"Tidak usah bohong saat itu kamu sudah di dekati sama Leora!"


"Leora saja yang terus menempel padaku!"


"Bukannya kamu juga meladeninya ?"


"Aku lelaki normal, saat ada perempuan datang di hadapanku, dan menyerahkan tubuhnya masak aku tolak !"


"Apa jangan bilang kalian pernah.."


"Tidak usah aneh-aneh, hubunganku dengan wanita tidak pernah main celup ya. Meskipun aku bukan orang baik , tapi aku punya prinsip untuk tidak merusak anak orang,dan tida asal buang ****** di tempat yang bukan tempatnya."


"Syukur deh. Awas sampai ada wanita yang yang datang dan mengaku membawa anak mu. Aku akan langsung pergi meninggalkan mu!"


"Ih serem ancamannya. Sudah adzan isya, aku ke masjid dulu, habis itu baru kita nonton!" Ucap Raka sambil mengacak-acak rambutku, sebelum berjalan ke luar dengan membawa sarung dan peci.

__ADS_1


__ADS_2