
Jam 7 malam, Andi dan kedua orangtuanya datang. Bukan hanya mereka tapi ternyata ada juga paman dan bibinya Andi yang ikut serta serta bahkan dua orang lagi yaitu seorang kyai dari pondok pesantren yang nantinya akan menjadi pak penghulu serta seorang ustadz yang selalu ada di samping pak kyai.
Adzriel yang memang sudah menunggu kedatangan mereka langsung menyambut hangat kedatangannya.
Adzriel bersalaman sama mereka kecuali kepada ibu dan bibinya Andi.
Adzriel juga memanggil istri, ibunya dan juga kedua putrinya untuk bergabung sama mereka. Hanya saja ada pembatas.
Aulia, Zahra, Ayunda, Ibu dan bibinya Andi ada di ruangan sebelahnya sedangkan untuk kaum laki-laki ada di sebelah kanan.
Mereka gak duduk di campur jadi satu tapi tetap satu ruangan hanya di bagi dua tempat. Satu untuk kaum laki-laki dan satunya lagi untuk kaum perempuan sehingga mereka gak bisa bertatapan secara langsung kecuali sesama jenisnya.
__ADS_1
"Maaf jika kedatangan kami secara mendadak karena kemarin Andi, putra kami satu-satunya nelfon untuk segera datang ke sini untuk melamar orang yang sangat ia cintai.
Jadi gak bawa apa apa karena kami belum menyiapkan apapun untuk kami bawa ke sini," ujar ayahnya Andi
"Kalian gak perlu repot-repot. Dengan kedatangan kalian semua ke rumah ini adalah hal yang kami tunggu-tunggu. Kami juga gak butuh oleh-oleh atau apapun, melihat kalian ke sini sudah membuat kami bahagia," ucap Adzriel tersenyum.
"Kedatangan kami ke sini untuk melamar putri bapak, Alexa untuk menjadi teman hidup putra saya, Andi. Kami ingin melamar putri bapak untuk menjadi pendamping Andi." ucap ayahnya Andi hati-hati karena takut jika salah kata.
"Iya aby, aku terima lamaran Mas Andi," jawab Alexa tegas dari ruangan sebelah.
"Syukur Alhamdulillah," ucap mereka semua.
__ADS_1
"Oh ya om..." belum selesai Andi bicara, Adzriel langsung memotongnya.
"Jangan panggil saya om, panggil aja Aby seperti putri saya, Alexa yang memanggil saya aby. Kamu akan segera menjadi suami Alexa jadi itu tandanya, kamu juga bentar lagi akan jadi putra saya juga," ucap Adzriel tersenyum.
"Iya maaf aby. Gini aby, sebenarnya maksud saya ingin kami tunangan dulu beberapa bulan namun tadi malam, Alexa bilang ingin nikah Sirri. Jadi aku membawa pak kyai sebagai penghulu serta ustadz dan paman sebagai saksi pernikahan ini." ucap Andi gugup namun berusaha untuk terlihat santai.
"Iya memang saya yang menyuruh Alexa untuk tunangan sambil nikah sirri,..." lagi-lagi kali ini saat Adzriel ngomong, Alexa langsung memotongnya
"Maaf aby, setelah aku fikir fikir. Lebih baik tunangan aja, gak usah nikah Sirri. Aku janji gak akan melakukan hal-hal yang membuat aby kecewa lagi. Aku janji aby." ucap Alexa yang tiba-tiba berubah fikiran.
"Baiklah jika itu keputusan kamu, aby gak akan melarangnya tapi jika aby melihat kamu bergandengan tangan dengan Andi. Maka saat itu juga, aby akan langsung menikahkan kalian," ucap Adzriel tegas.
__ADS_1
"Iya aby, aku janji." ujar Alexa. Entah kenapa tadi saat Alexa tidur sore setelah mengantarkan Axel ke bandara. Alexa bermimpi seseorang yang menangis dan menyuruhku membatalkan acara ini. Untuk itulah, Alexa tetap meneruskan acara ini hanya saja tak ada pernikahan Sirri seperti yang sudah di bicarakan tadi malam bersama Andi lewat chat.