Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
sadar posisi


__ADS_3

Keesokan harinya , tepatnya pukul 4 lewat sedikit dengan raii dan ahyar yang baru saja kelar meeting ..


" Kita ke smiling flowers lalu ke Mension yang berada di pantai " ucap raii di perjalanan


" Kita jadi pergi kesana? " Seru ahyar


" Ehm .. " jawab raii


Cukup memakan banyak waktu untuk sampai ke smiling flowers karena macet yang gak terlalu ngeotak , " siall .. " ucap raii


hingga akhirnya sampai , bagaikan obat


Qayla berhasil membuat raii mendadak dalam suasana hari yang baik setelah apa yang ia lalui , sementara ahyar bertukar pandangan dengan Melda sebelum akhirnya Melda mengalihkan pandangannya . kemudian mereka menuju Mension di pantai ...


Di tengah-tengah perjalanannya ,


" Ciee , yang makin dekat ajah sampai-sampai di kirimkan pesan seperti itu " seru lifah sedikit kencang menyenggol lengan Melda tetapi matanya melirik ke arah ahyar


" apa yang kau lakukan si " sahut Melda


" Apa? , Ah sangat di sayangkan Ahmad tak bisa ikut karena harus mengurus pekerjaan nya , bahkan ia juga belum mengirimkan ku pesan hangat seperti isi pesan mu , 'hati-hati di jalannya dan enjoy holiday nya ohuhh sweet ' . oh ya btw apa kalian berdua kenal Khalid Rumi ? , ujar lifah dengan Melda yang mengamati ahyar


" Ada apa memang nya " seru raii menaikkan alisnya dan ahyar yang tak antusias dengar nya


" Saat ini dia sedang berkencan dengan Melda , hubungan mereka bahkan sudah saling di dukung oleh kedua keluarga " sindir lifah


" Raii , apa kau cukup dekat dengan nya ? . " Tanya qayla


" Tidak terlalu sayang , tapi kami pernah melakukan kerjasama bareng . " ucap raii melirik ahyar


" Ehm , Kalau kau bagaimana ahyar ? " seru qayla melihat nya


" Tidak .. " Sahut Ahyar singkat , jelas padat dan datar .


Setibanya mereka di sana , mereka di sambut oleh pelayan Mension yang di pekerjaan ibu Dina untuk mengurus di sana .


" Uwah , " gumam lifah tersenyum takjub melihat pemandangan yang indah meskipun di malam hari lalu menatap dua sahabatnya yang merasakan hal yang sama , sayang nya mereka tak bisa melihat senja di tepi pantai .


Setelah itu pelayan membawa mereka untuk menikmati hidangan makan malam berkonsep barbeque an dengan view menghadap ke pantai , Saat mereka tengah berjalan mengikuti pelayan mereka bertemu dengan dua sosok pria yang satu jelas tak asing ..


" oh qayla .." seru nya tersenyum manis memandang qayla dengan pandangan paling mendamba , sekejap ia menatap genggam tangan yang saling terpaut juga di tengah pemandangan indah di hadapannya . ya qayla masih menjadi wanita yang sangat di cintai nya , masih menjadi sosok utama pengisi di hatinya .


" Ian , " ujar qayla tersenyum


" Kalian sedang berlibur di sini ? "


" Eung , bisa di katakan begitu . Kami belum lama sampai juga kalau kau sendiri ? "


Raii memasang wajah datar nan dinginnya tampak tak terlalu menyukai suasana qayla berbincang dengan Ian saat ini ,


Ian melirik raii dengan tersenyum


" Ah , aku sedang ada pekerjaan di sini .."

__ADS_1


" Kau merasakan nya Mel .." Gumam lifah berbisik


" Apa ? , " Sahut Melda menyeringit


" Suasana nya sangat canggung di antara keduanya raii dan Ian , rasanya seperti sedang menonton drama yang sudah bagian ******* " sambung lifah


" Kau ini ! " Ucap Melda penuh penekanan


Qayla menoleh melihat kepala pelayan yang sedang menunggu nya dan yang lain , " oh ya , kita semua akan barbeque an makan malam kau mau bergabung ? "


" Ya tentu , Boleh kah ? " Seru Ian melirik raii


jika bisa ingin raii katakan tidak , yang tak di respon .


" Raii , tak apa kan ? " ujar qayla menoleh menatap nya


" Yaa .." jawab raii tersenyum membalas tatapan qayla , dengan berat hati mengiyakan


Mereka pun melangkah berjalan kembali mengikuti kepala pelayan Mension dengan sesekali Ian berbincang tentang banyak hal dengan qayla di tengah-tengah jalan mereka .


meskipun raii mengiyakan tampak fine-fine saja tapi jelas raii tak menyukainya mendengar qayla berbincang akrab dengan Ian di samping nya , mendadak membuat ia merasa takut kehilangan qayla , mendadak pula ia kepikiran perasaan qayla dengan nya sebenarnya bagaimana ? , Apakah qayla mencintai nya dan sudah menerima nya ? . Keraguan menyelimuti nya . Ia melihat genggaman nya dan perlahan mengendurkan genggamannya ,


" Silahkan , tuan - tuan dan nona-nona jika memerlukan bantuan anda bisa menghubungi saya . " Seru kepala pelayan pamit undur diri


" Terimakasih pak .. " sahut qayla yang di anggukkan oleh lifah dan juga Melda


" Aku dengan ahyar akan memanggang daging nya , " ucap raii


" Gua juga akan membantu kalian .." seru Ian


Mereka pun bersibuk ..



Raii , ahyar dan Ian mengurus daging di panggang sementara qayla , Melda dan lifah membuat makanan pelengkap nya



" Uhf seharusnya Ahmad juga bergabung di sana bukan , sangat menyebalkan sekali ia bahkan belum mengabari ku dan seberapa banyak pekerjaan nya itu " oceh lifah menoleh dua sahabatnya yang sedang memasak mie dingin ala Korea di samping nya


" lain kali kita kan bisa pergi dengan nya lagi , Mungkin ia memang sedang sibuk lif " ujar qayla memberi pengertian


" Yang qayla bilang bener , lagian kita kesini kan mau liburan bukannya mau dengerin ocehan mu tauu " seru Melda


" Susah ya ngomong sama orang yang gak punya pacar mah jadi gak ngerti gimana rasanya Uwee !" Ledek lifah mengeluarkan lidahnya ..


" Kau bilang apa ! , hei ! kau .." Ujar Melda tak terima membalas ledekan lifah


Mereka tampak bahagia dalam Sendau gurau , Membuat qayla tertawa lucu melihat tingkah sahabatnya itu


Sedangkan tanpa sadar di sebrang yang tak terlalu jauh dari keberadaan meja qayla , Melda dan lifah. ian tersenyum senang melihat qayla tengah tersenyum bahagia ,


Raii menatap nya dingin memincingkan matanya , ingin rasanya ia berteriak , dia punya gua jangan berani lu melihat nya !! . Itu lah isi batin nya

__ADS_1


Ian melirik raii , " apa ? "


" Kalian gak akan ribut di sini kan ! " Ucap ahyar dingin


" Cih .. " gumam raii



Ian tertawa , " untuk kali ini seperti nya tidak . ah sial kau beruntung sekali dapat setiap saat melihat senyuman nya , bahagiakanlah dia jika tidak . aku akan benar-benar merebut nya dari mu karena aku sangat mencintai nya kau tahu itu ! " Ujar Ian tersenyum pergi membawa separuh daging yang sudah selesai di bakar menaruh ke meja yang di mana terdapat qayla , Melda dan lifah


" Aishhh ! " Umpat raii


" apa yang lu khawatirkan ? Mohon jangan terpancing , Qayla adalah milik lu , ia adalah istri lu ! , " Ucap ahyar berlogika pergi menyusul Ian membawa daging bakarannya itu


" Uhf , seandainya semudah itu gua mungkin akan menjadi orang paling bahagia . Sampai sekarang gua sendiri masih belum tahu seperti apa perasaan qayla dengan gua sebenarnya .. " batin raii melamun menatap qayla


" Raii , raii .." panggil qayla yang sudah di samping nya membuyarkan lamunan nya


" Ah , ya sayang "


" Kau kenapa ? , "


" Memangnya aku kenapa sayang ? " Lirih raii


" Eum boleh aku ramal tuan , Aku ini peramal yang hebat " ujar qayla tersenyum


" Haha , baik silahkan nona " seru raii tersenyum


" Tampak nya hari ini tuan sedang tidak terlalu baik , iya benar begitu kan tuan " ucap qayla perubahan menjadi seorang peramal


Hal itu membuat raii tertawa mendengar logat peramal yang qayla buat ..


" jadi bisa tolong beritahukan aku alasannya tuan ? , Agar aku bisa lanjut konsultasi nya " seru qayla sedikit tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya


" Aku sedang cemburu . "


" Apa ? "


" Aku cemburu melihat istriku berbincang hangat dengan teman prianya yang memiliki perasaan pada nya , itu sangat menggangu ku . " ucap raii


" Eayy tuan , pria itu hanyalah teman istri mu tidak lebih hanya seorang teman saja . Lagi pula tuan kan suaminya , jadi untuk apa tuan cemburu . Karena aku peramal yang hebat jadi perkataan ku ini tidak perlu tuan ragukan " seru qayla membaca mantra sambil menggerakkan tangannya kedekat wajah raii seakan menerawang


Raii hanya tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu , qayla pun saling melempar tawa dengan raii yang menggodanya itu ..


Dan tanpa sadar ada sepasang manik mata yang memperhatikan kedekatan dan kebahagiaan mereka , ia terdiam dengan batin yang berdialog mengambil peran . " aku mundur , karena tempat ku untuk maju tampaknya sudah terisi . Aku kalah , sebab mana mungkin bersaing dengan dia yang kamu pilih tentu dialah pemenang nya . Aku sengaja mundur beberapa langkah sebab sadar posisi tempat ku tak seharusnya di sana lagi , hati ku berantakan tapi melihat mu bahagia bersama nya itu membuat ku ikut bahagia , Aneh tapi itulah definisi cinta . melepaskan dan merelakan nya bahagia bersama pilihannya itu sudah membuat mu juga bahagia . "


Kira-kira begitulah isi kepala nya , karena merelakan adalah salah satu bentuk mencintai paling dalam


***


-


-

__ADS_1


...Jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...


__ADS_2