Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Malam Bersama


__ADS_3

Keara terbangun tengah malam. ia merasa haus. Keara melangkah keluar kamarnya untuk mengambil minum di dapur. Keara menuang air dalam gelas dan meminumnya banyak-banyak. ia hampir menyemburkan air minumnya ketika melihat seseorang tertidur di sofa. dari aroma parfum yang tercium Keara jelas hafal itu parfum siapa. Keara berjalan mendekat pada sosok yang terbaring di sofa. ia benar-benar Hyuk. Keara mencubit hidungnya dan terasa sakit berarti ia tidak sedang bermimpi. Keara memandangi wajah Hyuk yang terlelap, terlihat sekali ia kelelahan. pekerjaannya sungguh membuat gila. ia bahkan mengorbankan hubungan keduanya demi kesetiaannya pada pekerjaan. Keara memegang wajah Hyuk dan mengusapnya. ia masih tidak ingat kenapa Hyuk berada di apartemennya. atau ia yang menyelamatkan ku?, batin Keara. beberapa kali Hyuk menyelamatkannya ketika ia dalam bahaya. Hyuk menggeliat ia terbangun melihat Keara tertangkap basah sedang melamun memandangnya.


"Kau terbangun?". Hyuk bertanya pada Keara. Hyuk membuka beberapa kancing kemejanya agar sedikit longgar karena terlalu pas dengan badannya.


"Kau yang menolong ku?".


"Kau tidak ingat?, kau bahkan meracau aneh sekali". Hyuk hampir tertawa mengingat omelan Keara tadi di rumah sakit.


Keara mencoba mengingat tapi malah pusing.


"Tolong ambilkan aku minum". Hyuk duduk di sofa dan menyalakan lampu meja. suasana terlihat remang. seandainya mereka sedang pacaran pasti sangat romantis sekali.

__ADS_1


Keara berjalan mengambilkan minum. Hyuk baru sadar kalau gadis itu mengenakan celana pendek sepaha. Keara datang membawa segelas air putih. Hyuk meneguknya dan mengomeli Keara, menyuruh gadis itu mengganti bajunya.


"Kau sedang di rumah dengan seorang lelaki normal jadi ganti celana pendek mu itu". Kata Hyuk sembari berkacak pinggang memandangi Keara. Keara yang merasa malu segera melesat pergi ke kamar untuk berganti pakaian. ia bercermin dan mencoba mengingat apa yang terjadi di rumah sakit tadi. bayangan demi banyang melintas ketika Keara mengomeli Hyuk dengan brutalnya. ia malu sekali, karena pengaruh obat bius ia jadi sedikit linglung dan melampiaskan semua isi hatinya pada Hyuk. Keara menepuk keningnya, ia meringis kesakitan.


"Kenapa?, apa kau sudah ingat?". Tanya Hyuk sambil tertawa. ia senang sekali bisa menjahili Keara. gadis itu menunduk tidak berani memandangnya.


"Hahahaha!, kau ingat dengan kebodohan mu rupanya"


"Tidur di sofa badan ku pegal sofanya terlalu pendek. aku mau tidur disini malam ini. jika kau keberatan tidur saja di sofa". Hyuk menyisakan sedikit tempat untuk Keara. Keara yang sudah mengenakan celana panjang dan kaos kedodoran terlihat percaya diri tidur di sebelah Hyuk ia yakin Hyuk tidak akan menyentuhnya.


Keduanya tertidur lelap saling membelakangi, Keara terlihat nyenyak memeluk gulingnya.

__ADS_1


Paginya ketika membuka mata Keara setengah berteriak. lengan kekear Hyuk melingkar di pinggangnya. Hyuk terbangun mengerjapkan matanya. dengan santai ia memindahkan tangannya dari pinggang Keara. Hyuk meraih ponselnya di atas meja. ada panggilan telepon dari Bram. Hyuk melihat jam, hampir jam delapan pagi.


"Ah sial!, aku kesiangan". Hyuk berjalan keluar dari kamar Keara dengan kancing kemeja yang terbuka semua. di ruang tengah Hyuk berpapasan dengan Petra yang baru saja tiba. Petra terkejut memandang Hyuk di apartemen Keara pagi-pagi dan dengan penampilan acak-acakan. Keara yang mengikuti langkah Hyuk langsung terkejut begitu melihat Petra di apartemennya.


"Bagaimana kau bisa masuk kemari?".


"Kemarin aku tidak sengaja melihat mu menekan kode pintunya".


"Apa yang kalian lakukan?, tuan Hyuk kenapa kau bisa disini pagi-pagi begini?, apa kalian bermalam bersama?".


Hyuk tidak memperdulikan pertanyaan Petra yang bertubi-tubi. ia merapikan kemejanya dan mengenakan sepatunya. Hyuk menyambar jasnya dan bergegas pergi.

__ADS_1


__ADS_2