
Jangan lupa Like, Komen n vote nya ya. Terima kasih...........
\===========================
Setelah menyadap hp Inez dan sudah tau apa isinya, Axel pun mulai meneror Inez lagi mengingat Inez belum tidur karena sibuk chatingan dengan pelanggan yang lagi lagi akan menyewa tubuhnya bahkan Inez akan keluar lagi jam satu malam sampai jam lima shubuh.
"Wow, gak nyangka masih laris juga ya di kota orang."
Chat Axel lagi lagi hanya di read doang. Untunglah Axel kini telah menggunakan kartu baru lagi sehingga sudah buat Inez melacaknya karena setelah selesai kartu itu akan di potong kecil kecil agar tak ada orang lain yang bisa melacak keberadaannya.
"Lagi sibuk chatingan dengan pria ya? Tarifnya lumayan mahal, 200 juta dari jam satu malam sampai jam 5 pagi. Padahal kalau yang lain hanya sekitar di bawah 1 juta tiap jamnya."
Lagi lagi cuma di read daong.
"Oke, kita lanjut." Ujar Axel tersenyum karena ingin tau reaksi selanjutnya.
"Kalau nomer +65811xxxx tau bagaimana tingkah laku seseorang, marah gak ya. Apalagi jika foto dan vidio yang aku simpan selama ini tersebar ke sosial media? Wow, pasti heboh."
__ADS_1
Dan benar sajaa, chat ini langsung ada balasan.
"Apa maumu pengecut? Aku sudah tidak ganggu keluarga Aksa lagi ya, jadi jangan ganggu hidupku."
Axel hanya tersenyum membacanya.
"Benarkah? Lalu ini apa?"
Axel mengirim scrinshot yang ada di hp nya, tentang percakapan Inez dengan seseorang.
"Masihkah mau mengelak? Saya sudah memberikan peringatan tapi gak di hiraukan bahkan Anda dengan lancangnya memberikan foto Anda di masa lalu bersama Aksa kepada Balqis, dan dengan liciknya ada beberapa foto yang di edit. Sungguh luar biasa. Bolehkah aku melakukannya juga mengirim fotomu dengan laki laki lain di atas ranjang, ah aku jadi penasaran bagaimana respon dari keluargamu itu. Terkejutkah atau mereka tak akan mengakuimu lagi sebagai keluarganya?"
"Maafkan aku, aku janji tak akan melakukannya lagi. Tapi aku mohon jangan sampai foto dan vidio itu tersebar."
"Maaf, aku mohon tolong jangan sebarkan foto dan vidio itu ke sosial media apalagi sampai mengirimkannya kepada keluargaku. Aku mohon kali ini saja, aku janji tak akan menganggu keluarga mereka lagi."
"Baiklah, tapi ini adalah peringatan terakhir. Jika sampai Anda melakukannya sekali lagi, Anda pasti akan terkejud dengan apa yang akan saya lakukan. Dan saya pastikan Anda tak akan bisa melupakannya sampai seumur hidup."
"Baiklah, aku janji. Tapi aku mohon jangan ganggu keluargaku, mereka tak tau apa apa."
"Semua itu tergantun Anda."
"Iya, aku janji aku tidak akan lagi ikut campur urusan mereka ataupun meneror Balqis kembali."
__ADS_1
"Oke, saya pegang kata kata Anda."
Setelah selesai mengirim pesan kepada Inez, Axel pun tertawa ringan dan setelah itu, ia membuka penutup hp nya dan mengambil kartu yang terpasang di hpnya. Ia gunting kartu itu menjadi kecil kecil dan membuangnya ke tempat sampah. Dan setelah itu, ia pun langsung masuk kamar mandi untuk ambil wudhu dan tidur.
__ADS_1