Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Tak Ada Bukti


__ADS_3


 


Keesokan harinya, semua orang sudah pada bangun. Karena hari ini adalah hari Minggu. Jadi, Axel, Alexa, Balqis dan juga Aksa duduk santai di ruang tengah sambil bercanda. Namun tiba tiba, Inez datang dengan wajah pucatnya.


"Hei, bocah. Kalian kan yang tadi malam masukkan ular ke kamarku. Dan kamu gadis tengil, kamu sengaja kan memberikan obat pencahar di bubur itu hingga aku bolak balek ke toilet. Ngaku kalian." Ujar Inez dengan nada marah, sanga marah.


"Ih, jangan suka menuduh tante. Dosa lho." Ucap  Alexa santai.


"Emang tante ada buktinya tah, kalau Alexa ngasih bubur itu obat pencahar. Buktinya aku makan, gak papa kog." Ujar Axel membela adiknya.


"Tapi......."


"Sudah, sudah. Ngapain sih ribut pagi pagi. Lebih baik kita liat CCTV  aja, biar pada puas. Jadi kita tau mana yang salah  dan mana yang tidak." Ujar Aksa mengambil jalan tengahnya.


"Setuju." Ucap Axel dan Alexa tersenyum. Senyuman yang penuh makna.


"Baiklah, aku juga setuju dan jika mereka terbukti bersalah. Mereka harus keluar dari rumah ini." Ucap Inez tersenyum. Dengan keluarnya dua bocah itu akan membuat Inez bebas merencakan sesuatu tanpa ada yang menghalangi.


"Emang siapa dirimu, berani mengatur ngatur. Ini rumahku dan hanya aku yang berhak memperbolehkan siapa saja yang boleh menginap di rumah ini. Seharusnya kamu malu, sudah menginap di rumah orang tapi malah banyak tingkah." Ucap Balqis sinis.


"Sudahlah tante, gak papa. Jika memang kami bersalah, kami akan angkat kaki dari rumah ini. Tapi jika tuduhan dia salah, aku harap dia gak pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi." Ucap Axel yang juga ikut ikutan sinis.


"Oke, aku setuju." ujar Inez.

__ADS_1


"Hemm walaupun tante sudah bilang setuju tapi tante akan selalu mengingkarinya. Karena wanita licik seperti tante akan selalu mengingkari janji dan akan melakukan segala cara untuk bisa mencapai apa yang tante inginkan. Tapi gak papa, aku akan meladeninya dengan senang hati. Sampai titik darah penghabisan." Ucap Alexa.


"Sudah jangan debat. Kita liat aja CCTV nya sekarang." Ujar Aksa sambil mengambil tablet yang ia punya.


"Perhatikan baik baik dari saat Alexa bikin bubur sampai pagi ini. Apa aja yang mereka lakukan." Ujar Aksa sambil memutar CCTV yang ada di hpnya.


Semuanya pun pada diam. CCTV itu juga hanya menampilkan Alexa yang sedang bikin bubur dan setelah itu memberikannya kepada Inez. Dan setelah itu ia juga memberikannya kepada Axel dan Axel pun menghabiskan bubur itu hingga habis. Dan setelah itu mereka pun tidur. Sedangkan Inez setelah makan bubur itu memang terlihat bolak balek  ke toilet dan setelah itu juga tidur hingga pagi hari.


"Sekarang lihat kan? Alexa tak memberikan obat pencahar seperti apa yang kamu tuduhkan. Lagian Axel juga mengambil dan memakan bubur itu tapi gak kenapa napa. Dan apa katamu tadi? Ular. Mana ada ular? Bahkan dari tadi kita liat sendiri, tak ada ular yang masuk di kamar kamu. Sekarang jelas siapa yang salah dan siapa yang tidak." Ucap Aksa dengan nada datar.


"Tapi mas, tadi malam beneran ada ular yang sangat besar masuk ke dalam kamarku." Ujar Inez meyakinkan.


"Kamu mungkin hanya mimpi. Mana ada ular di kamarmu. Gak ada satupun di sini yang memelihara ular dan rumah ini selalu di bersihkan sepanjang hari." Ujar Aksa.


"Mungkin mereka berdua yang sudah membawanya." Ucap Inez sambil menunjuk ke arah Axel dan Alexa.


"Baiklah, aku akan pulang. Tapi asal mas tau, walau mas sudah ngusir aku. Aku gak akan berhenti untuk mencintai mas. Dan aku akan merebut apa yang seharusnya jadi milik aku." Ucap Inez lalu ia pun pergi. Lagi lagi ia di kalahkan oleh dua bocah itu. Bahkan rencana yang ia siapkan juga gatot (Gagal Total).


Setelah kepergian Inez. Aksa pun mengajak keluarganya untuk bersenang senang namun Axel dan Alexa gak mau karena gak mau mengganggu liburan Aksa dan juga Balqis.


"Yakin gak mau?" tanya Aksa.


"Iya om." Jawab Axel.


"Kalian nanti mau di belikan apa?" tanya Balqis.

__ADS_1


"Gak usah tan. Aku gak pengen apa apa kog." Ujar Alexa.


"Iya aku juga gak pengen apa apa. Tante sama om nikmati aja liburannya. Jarang jarang kan kalian liburan berdua. Akhir akhir ini om sibuk dengan pekerjaan. Jadi sekarang waktunya om dan tante bersenang senang." Ujar Axel.


"Baiklah, kalau kalian tiba tiba pengen sesuatu, segera hubungi tante. Atau jika kalian butuh sesuatu di sini, tinggal bilang aja ke bibi. Jika wanita itu ke sini dan bikin ulah segera hubungi tante ya. Biar nanti tante sama om langsung pulang." Ucap Balqis lembut.


"Iya tante. Lebih baik tante dan om segera berangkat sebelum hari semakin siang."


"Iya sudah, tante dan om berangkat dulu. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah kepergian Aksa dan juga Balqis. Axel segera menghubungi Umy Zahra, Aby Adzriel dan juga Omma Aulia untuk datang ke rumah Balqis. Axel ingin memberikan kejutan kepada Balqis atas kehamilannya dan pasti ia membutuhkan keluarganya itu untuk melancarkan aksinya itu. Ia ingin memberikan pesta kecil kecilan untuk Balqis.


Dan Zahra pun setuju dengan ide Axel, putra kesayangannya itu.


 


 


 


 


__ADS_1



__ADS_2