Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Bertemu Secara Tak Di Sengaja


__ADS_3

Alesha memilih novel yang ia suka. Sedangkan Axel hanya berjalan di belakangnya. Alesha sangat serius membaca blurb, karena ia gak mau menyesal memilih novel yang ia beli.


Alesha membeli 3 novel sekaligus, saat Alesha membayarnya. Axel dengan sigap langsung mengeluarkan dompetnya dan memberikan uangnya kepada penjaga kasir.


"Berapa semuanya mbak?" tanya Alesha ke mbak mbak yang jaga kasir.


"270 mbak," jawab kasir itu.


"Ini mbak uangnya," ujar Axel sambil memberikan uang 3 lembar berwarna merah.


"Mas biar aku aja yang bayar," ujar Alesha yang gak enak hati sama Axel.


"Gak usah biar aku aja. Aku ini kan calon suami kamu, lagian dengan aku bayar novel yang kamu beli, tidak akan membuat aku jatuh bangkrut," jawab Axel.


"Iya sudah terserah mas aja," jawab Alesha yang gak mau berdebat hanya karena masalah sepele.


Setelah selesai membayar bukunya, mereka langsung pergi dari toko buku. Tapi mereka gak langsung pulang karena Axel mengajak Alesha ke taman. Sebenarnya Alesha gak mau tapi karena gak enak untuk menolak permintaan Axel akhirnya Alesha pun mengiyakan setelah sebelumnya, Alesha mengirim pesan kepada ayahnya dan ayahnya pun mengizinkan. Karena ayahnya percaya Axel akan menjaga putri kesayangannya.


Ayahnya hanya meminta agar Alesha pulangnya jangan terlalu sore. Paling tidak jam 5 sudah harus ada di rumah dan Alesha pun mengiyakan. Toh masih ada waktu beberapa jam buat Alesha untuk jalan bareng Axel sambil Alesha ingin tau sifat calon suaminya tersebut. Bukan gak percaya, hanya saja Alesha ingin tau bagaimana sifat Axel sesungguhnya. Karena bagaimanapun ini menyangkut masa depan mereka berdua. Kemarin Alesha hanya mendengar kebaikan Axel dan juga keluarganya dari mulut ayahnya dan sekarang, Alesha ingin tau secara langsung apakah benar Axel adalah orang baik seperti yang di bicarakan oleh ayahnya.

__ADS_1


Setelah sampai di taman, mereka duduk di taman, hanya saja ada jarak di antara mereka. Alesha menaruh tas kecil dan juga buku yang ia beli di kursi, di tengah-tengah antara Axel dan Alesha.


Axel tak mempermasalahkan, karena bagaimanapun ia tau kalau wanita yang ada di sampingnya ini berusaha untuk menjaga dirinya sebaik mungkin.


Mereka ngobrol apa aja, sehingga suasananya menjali lebih santai dan gak garing. Axel dan Alexa mulai terlihat sangat akrab dan terbuka.


Hingga setengah jam kemudian, Axel melihat ada penjual es krim dan juga ibu-ibu yang jual makanan di pinggir taman.


"Al, kamu tunggu di sini ya. Jangan kemana-mana, aku mau pergi sebentar," ujar Axel tanpa memberitahu bahwa dirinya ingin beli es krim dan beberapa cemilan untuk Alesha.


"Iya mas." Jawab Alesha.


Sedangkan Alesha, ia membuka novel yang ia beli. Ia membaca salah satu novel tersebut. Namun baru ia membuka halaman pertama, ia melihat Mbak mbak yang lagi hamil terjatuh. Alesha pun segera menolongnya. Walaupun perutnya masih kecil dan belum terlalu besar tapi Alesha tau bahwa mbak itu sedang hamil. Firasatnya lah yang mengatakan hal seperti itu.


"Mbak, mbak gak papa?" tanya Alesha setelah ia menghampiri mbak itu dan membantunya untuk berdiri.


"Gak papa, terimakasih sudah membantu saya," jawab wanita tersebut.


"Iya sama-sama. Tapi lebih baik mbak istirahat dulu," ujar Alesha sambil membantu wanita tersebut untuk duduk di kursi yang tak jauh dari tempatnya.

__ADS_1


"Wajah mbak terlihat sangat pucat, mbak sakit?" tanya Alesha.


"Gak mbak, saya gak sakit," jawab wanita itu tersenyum.


"Mbak lagi hamil, jangan mikir yang berat-berat, kasihan Dede bayinya yang ada dalam kandungan. Mbak juga harus banyak istirahat, jangan jalan terlalu jauh karena itu juga tidak baik buat kesehatan mbak dan Dede bayi, takutnya nanti mbak jatuh lagi dan membahayakan bayi yang masih ada dalam kandungan,"


"Iya terimakasih nasihatnya," ucap wanita itu tersenyum.


"Saya harus pergi lagi, sekali lagi terimakasih atas pertolongannya," ucapnya lalu pergi dengan memegang perutnya yang sedikit sakit. Sedangkan Alesha, ia melihat Mbak itu dengan rasa kasihan. Alesha merasa iba dan ingin menolongnya tapi ia juga belum terlalu kenal dengan wanita itu.


Tak lama kemudian, Axel pun datang dengan membawa dua Es krim dan juga beberapa cemilan


"Kenapa kamu pindah tempat duduk sedangkan novel dan tasnya ada di sana?" tanya Axel.


"Maaf mas, tadi aku bantu mbak-mbak yang lagi jatuh. Iya udah kita kembali ke kursi tadi," ujar Alesha


"Ini es krim buat kamu," ujar Axel sambil memberikan es Kris rasa vanila sedangkan Axel yang rasa coklat.


"Terimakasih mas." ucap Alesha tersenyum sambil menikmati es krim yang ia pegang.

__ADS_1


Mereka pun makan es krim bersama sambil ngobrol dan sesekali tertawa. Axel merasa bahagia karena kini ia merasa nyaman berada di samping Alesha, begitupun dengan Alesha. Ia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh Axel.


__ADS_2