Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Menangis Bersama


__ADS_3

Axel sampai di rumah, ia pura-pura tersenyum dan berusaha untuk tegar saat ia melihat keluarga Andi dan menyapanya. Karena bagaimanapun ia gak mungkin menampakkan kesedihannya di depan mereka. Ia gak mau terlihat lemah dan menyedihkan.


Setelah menyapa mereka, Axel langsung masuk kamarnya. Alexa yang gak sengaja melihat saudara kembarnya langsung mengikutinya karena ia merasa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan. Alexa bisa merasakan kesedihan yang saat ini sedang di rasakan oleh Axel.


"Kak, apa aku boleh masuk?" tanya Alexa yang kebetulan pintu kamarnya gak di kunci oleh Axel.


"Iya," jawab Axel. Alexa pun masuk ke kamar Axel dan tak lupa menutup pintunya agar tak ada yang mendengar suara mereka.


"Kakak kenapa?" tanya Alexa, ia duduk di samping Axel.


"Gak papa," jawab Axel dengan wajah sendunya.


"Jangan bohong. Aku tau kakak ada masalah. Apa ini karena Afifah? Apa yang sudah dia perbuat sampai kakak seperti ini?" tanya Alexa kesal karena ia gak suka melihat saudaranya mengenaskan seperti ini. Melihat Axel, hatinya Alexa seakan ikut terluka. Alexa seperti merasakan apa yang di rasakan oleh Axel.


"Afifah hamil," jawab Axel sambil menitikkan air mata.

__ADS_1


"Hah!? Kakak lagi bercanda ya? Afifah hamil?" ujar Afifah kaget.


"Iya dan dia hamil anak orang," jawab Axel


"Astagfirullah, jadi firasat kakak itu benar. Pantas jika kakak mimpi bayi terus, jadi itu bayinya Afifah. Aku juga sudah curiga saat Afifah mual-mual saat kita makan di resto. Aku sudah menyangka, terus gimana dong? Apakah kakak tetap akan menikah dengannya setelah kakak tau apa yang sebenarnya terjadi?"


"Entahlah tapi aku merasa seperti di peralat olehnya. Dulu aku selalu mengejarnya, melamarnya tapi dia menolak aku hingga aku harus pergi ke luar negeri.


Sekarang setelah dia hamil, ia datang ke rumah ini dan mengatakan siap menikah denganku. Andai dia belum hamil dan gak di perkosa, apakah dia mau nikah sama aku. Pasti dia gak akan mau dan pasti dia akan memberikan alasan ini itu.


"Kak, kakak ini tampan. Kakak pendidikan tinggi, kakak dari keluarga yang terhormat. Kakak juga sholeh dan punya pekerjaan tetap. Kakak bisa mencari wanita yang jauh lebih baik dari Afifah. Kakak gak perlu mengejar wanita yang sudah menolak kakak dan datang di saat ia butuh.


Aku gak rela saudara ku menikah dengan wanita yang gak bisa menjaga kehormatannya.


Dulu saat ia ada masalah, kakak yang membantu menyelesaikan masalah Afifah dan membantu Afifah untuk mendapatkan haknya kembali. Tapi dia gak tau terimakasih. Dia menolak kakak, emang dia siapa? dia hanya wanita biasa yang terlalu sok jadi orang.

__ADS_1


Aku yakin kakak bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Afifah, yang bisa menjaga kehormatannya, yang bisa nerima kakak apa adanya, dan bisa menyayangi kakak dengan tulus.


Tidak seperti Afifah, dia memang menutup auratnya, dia rajin ibadah. Tapi dia gak bisa jaga diri. Dia memasukkan laki-laki ke rumahnya hingga peristiwa itu terjadi.


Andai dulu dia mau Nerima lamaran kakak, mungkin sekarang hidupnya bahagia. Dia gak lagi hidup dalam kekurangan, dia bisa memperluas bisnis yang ia kelola karena kita semua siap bantu dia. Dan jikapun dia hamil, dia hamil anak kakak. Bukan hamil di luar nikah seperti ini.


Jujur, aku tadinya kasihan sama Afifah tapi sekarang aku sudah gak kasihan lagi sama dia," ujar Alexa kesal. Siapa yang gak akan kesal, melihat saudara kembarnya menangis di depannya. Bahkan Axel terlihat sangat frustasi sekali.


"Aku juga gak bisa melanjutkan pernikahan aku dengan Afifah. Aku gak bisa nerima wanita seperti dia," ujar Axel yang terus saja menitikkan air mata.


"Iya kakak benar. Aku dukung kakak. Tapi kita harus bicarakan masalah ini dengan Aby, Umy dan Oma. Kita pecahkan masalah ini bersama-sama," ucap Alexa karena ia takut Aby dan Umy nya akan marah jika mengambil keputusan tanpa sepengetahuan mereka.


"Baiklah, nanti malam. Kita akan ngobrol di ruang kerja Aby agar gak ketahuan sama keluarga Andi. Aku gak enak sama mereka," ucap Axel dengan suara seraknya


"Oke, nanti biar aku yang ngomong sama Aby, Umy dan Oma. Kakak jangan nangis lagi ya, jujur hatiku sakit liat kakak kayak gini," ujar Alexa yang juga ikutan menangis. Ia gak tega melihat saudara kembarnya yang terlihat sangat terpuruk.

__ADS_1


Alexa memeluk Axel dan mereka nangis bersama.


__ADS_2