Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
part 178


__ADS_3

Pagi hari sudah tiba , bahkan matahari sudah terbit lebih tinggi dari biasanya menandakan cuaca hari ini cerah . Semua orang bahkan sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing . Raii dan Ahyar yang sibuk mengurus pertemuan-pertemuan penting dengan klien . lalu qayla , Melda dan lifah juga tengah bersibuk dengan toko bunga mereka yang semakin ramai .


Bisa di bilang hari ini adalah hari yang sibuk untuk semua orang , tapi kecuali untuk Devan si bocah yang begitu gigih dan percaya diri mendekati Melda . Seperti biasa ia memberikan buket bunga untuk Melda meskipun selalu di tolak . Saat ini ia bahkan sedang duduk santai di bangku tunggu pelanggan ya apa lagi kalau bukan untuk memandangi Melda ,


" Hei ! , apa Kau tidak punya pekerjaan ? , " Seru Melda yang kini berdiri di depannya dengan pelanggan yang terus berdatangan di ruangan tunggu yang tak terlalu besar


" Mau jalan dengan ku sore ini ka , " ujar nya tersenyum


" Tidak , kau bisa pergi . toko kita sedang sangat sibuk ! "


" Aku akan pergi kalau Kaka mau jalan sore ini dengan ku , bagaimana ? "


" Tidak ! " ucap Melda berjalan pergi


" Ayolahhh kaaa .. " ujar nya mengekori Melda


" Gak , sekali aku bilang engga ya engga ! ." Jelas Melda


" Baiklah mungkin tidak untuk hari ini tapi tidak untuk hari berikutnya . Aku akan pergi tapi tolong terima terima bunga nya ya ka , " serunya tersenyum lalu melambaikan tangan pergi


" Uhff .." gumam Melda kasar melihat beberapa buket bunga yang sudah menumpuk di meja kasir nya di tambah satu buket lagi .


" Mel , Eum anak itu ( Devan ) di mana ? " seru qayla


" Aku menyuruhnya pergi " Sahut Melda


" Apa sikap mu ini tidak terlalu keras pada nya Mel "


" Qay , lihat lah semua ini . Mau sampai berapa banyak , Ia sangat menggangu dan aku rasa aku tidak keterlaluan "


" benarkan , apa yang aku bilang kalau bocah sepertinya itu tidak bisa di anggap remeh karena tekat mereka tuh kuat ibaratnya kaya anak kecil yang nangis minta permen tapi gak di kasih . Meskipun sudah di bilang tidak tapi ia terus merengek sampe bisa dapetin permennya , " sahut lifah geleng-geleng kepala sambil membawa beberapa bunga yang belum di rangkai


Melda melirik lifah bete ..


" Jangan menatap ku seperti itu , ahh aku tidak menyukai tatapan yang seperti ini . Kau mau tidak di ganggu lagi dengan si bocah berondong manis itu ? , Hmm Ada satu cara agar bocah itu setidaknya bisa sedikit realita dan tak terlalu mengganggu " ujar lifah


Kini gantian qayla yang menatap lifah ,


" apa ? , "


" Pacar , oh tidak sepertinya langsung ke suami saja , cukup itu selesai masalahnya "


" apa ! , Kau itu gila ya pacar saja aku tidak punya apa lagi suami " gumam Melda


" Mel , bagaimana kalau minta bantuan Ahyar untuk jadi pacar atau suami kamu . Ya paling tidak agar anak itu tak terlalu bersikap berlebihan , bagaimana ? " ucap qayla


" Setuju , " sahut lifah mengacungkan jempol nya


Melda membelalakkan matanya kala mendengar usulan qayla , " tidakk ! . Aku tidak mau dan itu tidak akan pernah terjadi , Jangan memberi ku ide-ide gila seperti itu . Lebih baik aku menghadapi bocah itu , lagi pula kalau aku pikirkan ia tidak terlalu buruk , " ucap Melda memblokade dua sahabatnya itu


" Tapi tidak ada salahnya kan kita minta tolong Ahyar , " seru qayla melihat Melda .


" Tidakk , pokoknya tidak aku tidak ingin berhubungan dengan nya qay . "


Lifah menatap melda dingin , " ihh kau itu keras kepala banget . Mau sampai kapan melarikan diri seperti ini " batin lifah mengeleng kepala

__ADS_1


Ceklek , " permisi " ucap seorang pelanggan pria


Qayla , Melda dan lifah pun menoleh bersamaan kearah nya


" Wah benar cantiknya , " seru pria itu menatap kearah Qayla , Melda dan lifah


" Maaf ada yang bisa di bantu , " ucap qayla


" Ah Iyah , kedatangan saya kesini karena rekomendasi dari Hana . " Ujarnya


" Mba Hana ? . " Sahut Melda


" iya . pemilik toko bunga sekaligus guru kelas merangkai yang dekat ujung jalan sana . Jadi gini Kaka perempuan saya akan menikah dan mengadakan resepsi pernikahan lusa , kami selalu berlangganan di toko bunga milik Hana tapi ia bilang jika Lusa toko bunga milik nya tidak bisa untuk menjadi pendekorasi resepsi Kaka saya dan ia merekomendasikan jika toko bunga kalian dan pekerjaan kalian juga sangat bagus itu sebabnya saya kesini , karena rekomendasi Hana . kalian bisa kan menjadi suplayer bunga sekaligus pendekorasi resepsi pernikahan Kaka saya " jelasnya


Qayla sedikit membulatkan matanya , " toko kami , " gumam qayla melihat Melda dan lifah


" Bingung banget si tinggal bilang iya ajah juga , " ucap seorang perempuan muda yang cantik ya siapa lagi kalo bukan hana masuk bergabung


" Oh , ka Hana " ucap qayla


" Kalian terima ya , lagian ini juga bagus , kalian bisa mulai nambah pengalaman dan aku juga percaya dengan kemampuan kalian . Pengalaman ini juga akan membawa toko kalian agar lebih bisa terhubung ke mana-mana dan terkenal , " kata Hana menghampiri qayla Melda dan lifah berbincang dengan mereka


" Tapi ka , kenapa Kaka merekomendasikan toko kita yang bahkan belum sama sekali berpengalaman dalam bidang ini . Kami takut jika nanti akan mengecewakan ka lebih baik biar ka Hana saja yang mendekorasi nya " seru qayla


" Itu karena aku percaya dengan kemampuan kalian . kalian terima ya aku minta tolong ini pernikahan sahabat aku jadi aku merekomendasikan kalian , lusa aku tidak bisa karena sudah lebih dulu menerima permintaan costumer yang lain , jadi kalian harus terima ya . Kesempatan hanya datang pada orang yang siap " Ucap Hana


Tak ada jawaban dari qayla ,


" Tidak kah kalian ingin melihat mereka yang hadir senang di bawah dekorasi yang kalian buat , kalian harus melakukan nya dan merasakan bagaimana perasaan itu , " sambung Hana


" Haruskah kita mencobanya , " gumam qayla


" Ayu kita lakukan , " ujar lifah tersenyum yakin


" Okee , terimakasih ciwi-ciwi aku yang cantik " seru Hana tersenyum


Mereka pun menyetujui permintaan costumer dan pria itu sudah memberikan alamat gedung resepsi dan konsep yang kakaknya inginkan ,


" Kalau begitu sampai ketemu besok , dan semangat okee , " ucap Hana pergi


Saat setibanya di luar ,


" Hei Hana tidak bisakah kau mengenalkan ku dengan mereka , setidaknya salah satu dari mereka " seru pria itu


Hana tersenyum ..


" Berikan aku nomer mereka , " ujar pria itu


" uhhh kau tampak terlihat bersemangat sekali ," seru Hana


" Mereka bertiga memiliki karakter berbeda tapi sekali satu pandang aku bertemu langsung bisa menilai mereka , yang hijab peace di tengah ia terlihat lugu dan imut , sedangkan yang berada di pinggir kanan meja kasir ia orang yang logis , sedikit terlihat dingin , dia sangat manis dan cantik . Ucap nya tersenyum dan yang satu lagi yang membawa bunga ia adalah orang yang sangat percaya diri , dan yang paling ramai ia juga cantik . Rasanya tampak tenang memandang mereka "


" Ck , ck , kau mendeskripsikan mereka dengan hebat . ta .. tapi sayangnya kau ti .. tidak bisa dengan mereka , " seru Hana tersenyum ramah dengan orang yang baru saja berpapasan dengan mereka di parkiran yaitu raii dan ahyar yang sedang berjalan menuju toko


" kenapa tidak bisa hah ! , kenapa ? " Tanya pria itu melihat raii dan ahyar tampak familiar

__ADS_1


Hal itu berhasil membuat raii dan Ahyar menatap pria itu dengan dingin sambil berlalu ,


" Kenapa tidak bisa ? , Kau lihat pria yang berjalan berlalu barusan . Raii Nugraha dan m . ahyar "


" oh mereka orang hebat yang masuk di majalah , dan berita-berita pengusaha itu kan orang dengan kekayaan yang terkenal berdarah dingin itu dan dengan sekretaris nya yang tampak luar biasa hebatnya . "


" Ohh kau benar ,"


" lalu apa hubungannya cepatlah beri nomor telepon nya "


" Wanita yang berhijab peace , lugu dan imut itu adalah istri dari raii Nugraha orang yang baru saja lewat . tidak ada harapan untuk mu "


" Benarkah ? , Ahh harapanku hilang . Lalu Bagaimana dengan yang lain ? "


" Sudah ku bilang kau tidak ada harapan tanda nya mereka semua sudah ada yang punya " ucap Hana


" Aihh , " gumam pria itu kecewa Berlalu pergi .


Sementara di dalam toko , " eh eh ! , Kalian lihat kan pria yang tadi sepertinya ia tertarik dengan kita " seru lifah


Melda menatap malas lifah ..


" Aku serius , dari tatapan dan cara pandang dia menunjukkan semuanya , bukankah pria itu tampan setidaknya ia lebih terlihat oke dari pada si bocah berondong yang tergila-gila dengan mu . Tunggu bocah itu juga oke si masalah fisik good , tiba-tiba boom ngajak pacaran dan bilang kalau dia punya uang yang banyak walaupun kita tahu pasti itu uang orang tuanya "


" Mulai lagii , apa kau itu tidak bisa sehari saja tidak membicarakan cowok . Kau kan sudah punya Ahmad . Dan Jangan pernah berasumsi apapun " sahut Melda


" Asumsi ku selalu tepat 99% , percaya pria tadi itu tertarik dengan kita ah tidak aku akan lebih senang kalau seandainya ia tertarik dengan mu Mel . Tapi bocah itu juga memberikan mu buket bunga yang sama setiap harinya bukankah itu juga luar biasa " timpal lifah


Qayla hanya bingung menatap kedua sahabatnya itu


" Qay , bicaralah " seru lifah


" Eum maaf ya sebenarnya aku tidak terlalu yakin karena aku tidak terlalu memperhatikan , tapi soal asumsi mu tentang cinta aku bisa mempercayai nya " jawab qayla


" Ah aku mohon , Cukup bocah itu yang membuat ku pusing jangan di tambah kau pakar percintaan " seru Melda


" Apa wanita selalu membicarakan hal seperti ini " Seru raii yang sedari tadi mendengar perbincangan mereka


" Entahlah , " sahut ahyar melihat ke arah Melda dan beberapa buket bunga yang ada di meja kasir


" Jika pria itu sampai berani mendekat selangkah dengan qayla , aku tidak akan membiarkan itu " ucap raii


Tak ada jawaban dari ahyar ..


Tin .. tin .. tinnnn .. bunyi klakson yang mengagetkan mereka


" Aishh " umpat raii


Sementara lifah , Melda dan qayla Mereka menoleh lalu qayla melihat sosok raii tengah berdiri di depan pintu masuk


" Oh .." gumam qayla menghampiri raii


-


-

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻


__ADS_2