Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
andai , berandai , seandainya ..


__ADS_3

Hari ini Sabtu malam Minggu , seperti biasa smiling flower sibuk melayani pembeli yang pastinya membeli bunga untuk para pacar mereka di malam Minggu ini , sementara sore ini raii dan ahyar datang . Ia membawa beberapa Snack kesukaan lifah yang sengaja mereka membawa itu untuk memberikan nya pada lifah , agar membiarkan para istri mereka pulang lebih awal karena mereka juga ingin malam Mingguan dengan para istri-istri mereka .


Raii dan ahyar menyeringai tersenyum pada lifah ,


" Ouh , aku benar-benar bosan melihat kalian tersenyum begitu pada ku seperti ini . Pergilah .. " seru lifah


" Thank you lifff .. " ujar mereka


" hei Dua bumil ! , suami kalian sudah menunggu tuh . Silahkan pergilah .. " ucap lifah


Qayla dan Melda pun melihat lifah , seakan tak ingin meninggalkan nya .


" apa ? . kenapa masih di sini , pergilah .. aku benar-benar tak nyaman melihat suami kalian yang terus menyeringai pada ku . Lagi pula selama mereka membawakan ku Snack sebagai ganti membawa pergi kalian aku tak masalah " ucap lifah


" Hei ! Kau menyamakan kita dengan Snack ! " Ucap Melda tak terima


" Tidak buruk bukan , paling tidak aku di temani minuman segar dan snack-snack kesukaan ku . Ketimbang melihat 4 pasang pasutri bucin yang membuat ku eneg , Pergilah aku akan merapikan ini " ledek lifah agar mereka pergi,


" Cih . Ayo kita pergi qay .. " gumam Melda menggandeng tangan qayla


" Kalau begitu aku pergi ya lif , pulang lah tepat waktu .. " seru qayla


Sekepergian empat pasutri bucin itu , lifah kembali dengan pekerjaannya dan di sela-sela kesibukannya ia membuat story' di medsos nya . Sebuah foto es kelapa muda dengan gula merah dan beberapa Snack dengan hashtag , " Aku dengan si menyegarkan . bukan aku dengan kamu . Menikmati kesendirian dengan yang segar-segar di kala pekerjaan yang menyeruak , mari selesaikan ini dan pulang tepat waktu .. "


Tak lama story' tersebut mendapat balasan ,


" go go semangat !! ."



Lifah membukanya , " cih . Apa ini ! .. tapi kenapa dia tampan sekali . " Gumam lifah sebal


" Siapa tuhh ? .. " seru pelanggan ABG setia smiling flower , yang meletakkan bunga mawar satu tangkai itu


" bukan siapa-siapa ! , Hei . Apa pacar mu gak bosen tiap malam Minggu di kasihin bunga Mulu ! " ucap lifah memberikan harga bunga itu .


" Ya gak lah malah keliatan seneng tuh , lah ya emang nya Kaka malam Minggu ajah gak . apa lagi yang kasih bunga ... " Ujar anak itu tertawa lari setelah meletakkan uang nya


" Terimakasih ka ! .. " ucap anak itu tersenyum keluar smiling flower


" Aishh !! Anak itu ! " Teriak lifah mengepalkan tangannya hendak meninju , " Wah Menyebalkan sekali . Aku juga pernah di berikan bunga malah lebih dari setangkai . Benar-benar anak ABG ! " Gerutu lifah


" Ada apa ? Kau bekerja sambil gerutu .. " ujar Ian masuk smiling flower membuat lifah menoleh nya terkejut . orang yang saat ini ingin ia hindari malah ternyata ada di hadapannya ,


" Di mana yang lain ? " Sambung nya


" Kau tidak tahu sekarang malam apa ! . Qayla tidak ada di sini ia sedang berkencan dengan raii . begitu juga Melda dan ahyar . Yang lain para sejoli pastinya tengah sibuk ngelancong ! " ucap lifah berkemas karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 6 sore


" Bagaimana dengan mu ? " Seru Ian membantu lifah


" Kau menyindir ! " lirik lifah


" Tidak . Apa terdengar seperti itu ? , Hiya apa suasana hati mu sedang tidak bagus ! "


" Tidak juga . Lupakan saja " ucap lifah , " a-ah ya ! kalau begitu kenapa masih di sini ? qayla tidak ada . " Ujar lifah


" Jika kau tidak ada rencana malam Minggu an , pergilah dengan ku .. " seru Ian tentu nya membuat lifah menatap nya


" Ah , moms ingin bertemu dengan mu lagi . Ia menyuruh ku membawa mu ke rumah " ujar Ian yang menyadarkan lifah , lifah berpikir jika ajakan Ian tadi real dari hati nya . Ternyata ia lupa jika yang menaruh hati dalam drama hubungan antara mereka hanya ia seorang saja ,


Wah kau ini kenapa lifah ! , kenapa jadi benar-benar naif dan bodoh ! Batin lifah ngumpat dirinya sendiri .


" Tidak bisa . Aku sibuk , lagi pula aku juga belum membereskan ini " ucap lifah mencari alasan


" Aku akan membantu mu " seru Ian


" Aih tidak perlu , kau bisa pergi .. " tolak lifah mempersilahkan dengan tangan nya


Tiba-tiba saja ponsel ian berdering , dan Mengangkat nya


" Kalian sudah di mana ? " Tanya nyonya Kusuma yang merupakan ibunya Ian


" Ah , kita .. kita .. bentar moms ! Lifah yang akan bicara . " Ucap Ian langsung menyerahkan ponselnya pada lifah . Lagi-lagi membuat lifah membulatkan matanya kala membaca nama panggilan itu ,


" Hei moms .. " sapa lifah sambil memaksakan tertawa yang terdengar garing


" Hei lifah sayang . Kalian sudah sampai di mana ? Moms udah nungguin nih , malam ini kita BBQ an . oh ya moms dan dad juga udah memanggang dagingnya sebagian jadi cepatlah sampai !.. " seru moms Kusuma begitu senang dan terdengar dengan seru .


" Aaa .. ya Moms , sebentar lagi kita sampai kok moms .. kalau begitu sampai ketemu nanti ya Moms " sahut lifah mau tak mau mengatakan itu karena tidak mungkin ia bilang tak bisa datang saat mendengar moms Kusuma begitu senang , panggil telpon pun terputus ..

__ADS_1


" Okee .. kita pergi .. " ucap ian


Setelah lifah rapih mengkunci pintu smiling flower , ia pun pergi . Di dalam perjalanan tak ada obrolan apapun selain hanya suara musik di radio yang meramaikan perjalanan mereka , lagu yang di putar adalah " doubel take "


Boy, you got me hooked on to something


Who could say that they saw us coming?


Tell me, do you feel the love?


Spend the summer of a lifetime with me


Let me take you to the place of your dreams


Tell me, do you feel the love?


And I could say I never answered


Those believers inside my head


But that's far from the truth


Don't know what's come over me


It seems like yesterday when I said


"We'll be friends forever " ...


" Cih , ada apa dengan lagu nya ! " Gumam lifah


" Kenapa ? Ingin mengganti nya ? " Seru Ian


" Biarkan saja . Tell me , do you feel the love ? .. " ucap lifah


" Apa ? " Sahut Ian


" Ah , liriknya seperti itu . " ujar lifah


" Ehm .. " angguk Ian . " Ayook .. " seru Ian tersenyum , tak terasa ternyata perjalanan pun berakhir. Kita sudah sampai di kediaman keluarga Kusuma yang tak lain adalah keluarga ian.


Begitu di dalam . lagi-lagi lifah di sambut dengan hangat , apalagi dengan moms Kusuma . Hubungan lifah benar-benar sudah sedekah itu padahal lifah tak sering bertemu dengan mereka tapi saat bertemu yang ngalir natural aja layak nya seperti keluarga sendiri .


" Waduh lifah juga sama moms .. " sahut lifah tersenyum


" Makanya sering-sering kesini dong , apa gak . cepet-cepet nikah aja gimana sayang .. " seru moms Kusuma mengejutkan lifah yang langsung merespon dengan tertawa


" Ian , gimana ? .. " ujar moms


" Wah Tidakkah moms yang kelihatan tak sabar . " Sahut Ian tersenyum sambil memegang daging bersama dad Kusuma


" Tentu saja ! Lifah sangat Baik . dan yang terpenting kalian serasih dan saling mencintai " Ucap moms Kusuma


Seketika lifah terdiam , ia hanya berandai jika andai saja ini semua kenyataan . Andai saja jika hubungan nya dengan Ian real bukan hanya kepura-puraan semata , karena ia memerankan ini dengan tulus tanpa adanya kepura-puraan . Apa lagi kenyamanan dan kedekatan ia dengan moms Kusuma itu real dan tentunya perasaan nya pada Ian itu pun real .


Setelah mereka pamitan , Ian pun mengantar lifah . Lagi-lagi dari masuk mobil sampai berjalan mengantar nya pulang lifah hanya diam tanpa kata dengan arah pandangan menghadap jendela yang ia buka sedikit ,


" Angin malam gak bagus .. " seru Ian yang sudah sedari tadi melirik nya heran dengan kebungkaman lifah


" Apa kau marah ? . Kau marah ya ? " Tanya Ian


Membuat lifah menghela nafas , " iyaa ! . Aku tidak mau melakukan ini lagi , tidak mau . dan ini adalah kali terakhir aku melakukan nya ! " Ucap lifah


" Hei ! Jangan seperti ini . Aku minta maaf jika aku salah dengan mu , kau marah karena aku memaksa meminta mu datang ke rumah menemui ortu ku ? .. "


" Tidak . Aku sama sekali tak pernah merasa terpaksa untuk menemui moms dan dad ! .. "


" Tapi kenapa ? " Sahut Ian menatap lifah dan menepikan mobilnya


Kenapa ? . kau Tanya itu ! , Karena terus terang aku takut . Aku takut aku semakin begitu nyaman dengan peran ku hingga lupa kenyataan nya . Aku takut jika aku makin dalam menyukai mu . Aku takut jika aku tak bisa mengendalikan diri ku yang sudah tak bisa ku kendalikan ini . Aku takut akan realita di balik peran ini , di mana aku tahu jika hati mu memang sudah mempunyai pemilik nya dan itu tak akan berubah . Batin lifah


" Kenapa ? Kau tanya kenapa ? . Ini sudah tidak Benar ! Sesuatu kebohongan akan menyebabkan kebohongan lain . Dari awal saja sudah tak baik ! Lagi pula bagaimana jika moms dan dad tahu tentang ini ! Mereka akan terluka . " Ucap lifah


" Kau tidak perlu khawatir tentang orang tua ku selagi kita bisa melakukan ini . "


" Apa aku tidak pernah kau pikirkan ? . Ah apa yang paling penting intinya kau senang karena tak di tuntut untuk menemui wanita mana pun dan ortu mu senang , ya ?. "


" Apa maksudmu ? "


" Kau sangat menyebalkan !! . Aku tidak ingin bertemu dengan orang seperti mu ! " Ucap lifah kesal keluar dari mobil dan memberhentikan taxi lalu pergi .

__ADS_1


Sementara Ian terdiam di tempat , " bukan begitu maksud ku . " Ujar Ian


Sedang lifah pun hanya terdiam mematung di dalam taxi dengan pikiran yang tentunya masih seputar Ian ..


Apakah kamu bisa merasakan hati ku ? Apakah kita memiliki perasaan yang sama satu sama lain ? . Hati ku yang terus tumbuh dengan perlahan-lahan ini , itu tertarik menuju kearah mu seperti sebuah magnet . Hati ku yang telah terpikat pada mu . Aku tak bisa mengendalikan nya meskipun hanya perlahan , itu hanya akan semakin berdebar . Aku bahkan berpura-pura dan menyembunyikan raut wajah ku ini , supaya aku bisa mengetahui bagaimana perasaan mu . Ouh kau tidak tahu sebanyak apa aku memikirkan mu ..




Hal tak mengenakkan pun terjadi dengan qayla , jika lifah bisa menikmati makan malam Minggu nya di keluarga Kusuma meskipun miris akan realita . Tetapi beda halnya qayla , ia justru malah tak sama sekali dapat menikmati kencan makan malam romantis nya . bahkan mereka juga pulang sebelum menyentuh makan malam di sebuah resto mewah . Saat qayla mendapati selembar kertas di meja dan membuka nya ia mendadak meminta untuk pulang dan pucat , raii yang melihat ketidaknyamanan pada istrinya pun . Melindungi nya dan akhirnya mereka pun pulang dengan raii yang mengantongi selembar kertas berupa ancaman itu ,



" Sayang , kau baik-baik saja ? " Seru raii menggenggam tangan qayla di mobil yang melihat qayla gelisah dan tak nyaman .



" Eung .. " angguk qayla melengkung kan senyum di sudut bibirnya . Pura-pura merasa tak terlalu terganggu



Sesampainya di rumah , " aku ingin langsung istirahat saja .. " seru qayla dengan tersenyum



" Baiklah , " sahut raii menyelimuti qayla dan menemaninya sampai qayla terlelap di sisinya . Setelah itu barulah ia menghubungi ahyar , meminta ahyar untuk mencari tahu siapa gerangan pengirim kertas berisi kata-kata tak menyenangkan pada istrinya itu dan ia juga menceritakan tentang apa yang terjadi di resto tadi .



Di sebrang ujung apartment sana ,



" Ya . Segera gua cari tahu , dan gua kabari nanti " sahut ahyar menutup panggilan nya



" Telpon dari raii ? " Seru Melda



" Iyah .. " sahut ahyar



" Emm , yaudah yuk tidur . " Ucap Melda



" Kau tidurlah lebih dulu nanti aku nyusul"



" Semua baik-baik saja kan ? " tanya Melda



" Ya , semoga . Ada sesuatu yang perlu ku urus sebentar " ujar ahyar mengelus perut istrinya



" Baiklah jika begitu .. "



\*\*\*



\-


\-


\-



***jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻***

__ADS_1


__ADS_2