
1 Minggu telah berlalu, hari ini adalah hari keberangkatan Balqis dan Aksa ke Indonesia. Dedi pun juga sudah menelvon Adzriel dan memberitahu bahwa putrinya akan segera berangkat menuju ke sana.
"Assalamu'alaikum." (Dedi)
"Waalaikumsalam." (Adzriel)
"Nak, papa cuma mau bilang kalau Hari ini Balqis dan suaminya akan berangkat ke Indonesia." (Dedi)
"Oh oke pa, aku akan memberikan kejutan buat Balqis di sini. Semoga dia suka." (Adzriel)
"Nak, papa benar benar menitip Balqis ya dan jika dia ada masalah, tolong di bantu." (Dedi)
"Oke pa, aku janji akan membantu semampu dan sebisaku. Aku juga sudah menganggap Balqis seperti adikku sendiri." (Adzriel)
"Syukurlah papa senang mendengarnya. Ya sudah papa matikan dulu ya......" (Dedi)
"Iya pa." (Adzriel)
"Assalamu'alaikum." (Dedi)
"Waalaikumsalam." (Adzriel)
Setelah Adzriel mematikan hp nya, ia pun segera memberitahu bunda dan istrinya.
"Bun, Zahra." Panggil Adzriel.
"Iya nak, ada apa?" tanya Aulia.
"Bun, Balqis dan suaminya akan ke Indonesia hari ini." Jawab Adzriel.
"Wah kalau gitu ayo kita beli bahan bahan dulu untuk menyambut kedatagannnya. Kita harus membuat sambutan yang sangat meriah." Ujar Zahra penuh semangat.
"Tapi nak, kamu lagi hamil muda dan kamu gak boleh terlalu lelah." Ucap Aulia was was karena ia tak ingin jika menantunya itu kelelahan dan akhirnya malah kehilangan bayinya.
"Aku janji bun, aku gak akan sampai lelah. Jikapun aku lelah, aku pasti akan langsung istirahat. Aku janji." Ucap Zahra.
"Baiklah,sekarang kita pergi ke Mall dulu untuk membeli semua perlengkapannya." Ujar Adzriel yang gak tega melihat wajah istrinya yang memelas.
"Iya sudah ayo berangkat sekarang, mumpung Axel dan Alexa masih di sekolah." Ucap Aulia.
"Oke, aku siap siap dulu ya bun." Ujar Zahra. Ia pun segera berlari menuju kamarnya.
"Sayang jangan lari, nanti jatuh." Teriak Adzriel melihat istrinya yang begitu sangat antusias sekali. Namun Zahra tak memperdulikannya, ia tetep berlari dengan bergitu lincah seakan akan ia tidak hamil.
"Istrimu begitu semangat mendengar kalau Balqis akan segera kembali." Ujar Aulia sambil menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah menantunya yang lucu dan penuh antusias.
"Iya bun, aku juga heran. Padahal Balqis sudah membuat kedua orang tuanya meninggal, ia juga sudah menghancurkan rumah tangganya hancur hingga ia dan aku harus berpisah bertahun tahun tapi tetep saja, ia gak menaruh dendam ataupun marah kepada Balqis. Kadang aku heran, terbuat dari apa hati dia itu." Ucap Adzriel.
"Iya, bunda juga heran. Dia bak malaikat, bunda sangat bangga nak, kamu bisa mempunyai istri seperti dia. Gak suka neka neko dan sangat penurut, sabar, dan tulus menyayangi kita semua." Ujar Aulia.
"Iya bun, aku juga sangat bersyukur sekali. Aku fikir dulu aku tak akan pernah lagi bisa merasakan kebahagiaan ini karena anak dan istriku telah meninggal namun tuhan masih sayang padaku, tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk bisa menjaga dan melindungi anak dan istriku." Ucap Adzriel.
"Untuk itu jangan pernah kau sia siakan kesempatan ini nak." Ujar Aulia.
__ADS_1
"Iya bun, aku janji." Ucap Adzriel.
"Mas, aku sudah selesai. Bagaimana penampilanku? Bagus gak? Aku pakai baju yang kamu belikan kemaren." Ujar Zahra sambil memperlihatkan penampilannya itu.
"Bagus sayang, bagus banget. Aku suka. Jika kamu dan Balqis bersama pasti kalian akan terlihat seperti orang kembar." Ujar Adzriel.
"Iya mas, aku jadi gak sabar ingin bertemu dengannya." Ucap Zahra tersenyum.
"Iya sudah ayo berangkat mumpung masih belum terlalu panas." Ujar Aulia yang juga mengagumi penampilan menantunya itu.
"Ayo bunda." Ucap Zahra sambil menggandeng tangan bunda dan juga suaminya. Mereka berjalan menuju tempat mobil yang sudah di siapkan. Mereka kali ini keluar memakai jasa sopir. Aulia duduk di depan samping sopir sedangkan Adzriel dan Zahra duduk di kursi belakang.
Perjalanan menuju ke Mall pun tak memakan waktu lama hanya sekitar satu jam. Setelah sampai, mereka segera memasuki Mall untuk membeli semua perlengkapan untuk menghias ruangan, untuk membeli bahan bahan kue juga.
"Bahan apa yang akan kita beli pertama kali?" tanya Adzriel.
"Gimana kalau beli balon." Jawab Zahra.
"Buat apa?" tanya Adzriel tak mengerti.
"Buat menghias dinding dong." Jawab Zarha
Zahra menggandeng tangan bunda dan suaminya pergi ke toko yang menjual balon dan beberapa penghias lainya. Setelah selesai mereka pun membeli beberapa bahan lainnya bahkan mereka juga membeli bunga segar yang sangat banyak.
Setelah selesai semua, mereka pergi ke bahan kue untuk membeli kue karena Zahra dan Aulia akan membuat kue sendiri sebagai makanan untuk menyambut kedatangan mereka.
"Mas, aku kog lapar ya." Ujar Zahra setelah selesai memilah milih bahan bahan yang akan di gunakan untuk membuat kue nanti.
"Iya sudah kita makan di resto aja yuk." Ajak Aulia.
"Resto mana bun?" tanya Zahra.
"Di sini ada, di lantai 3. Enak banget kayaknya. Kamaren bunda liat di Instagram, kalau memang benar enak. Nanti kita bisa mencobanya di rumah." Jawab Aulia.
"Iya udah ayo." Mereka pun pergi ke lantai tiga untuk mencicipi makanan sekaligus mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan.
Saat mereka sudah selesai makan, tiba tiba hp nya Adzriel berbunyi.
"Assamualaikum aby." Ujar Axel.
"Waalaikumsalam nak, ada apa?" tanya Adzriel.
"Aby, aku udah pulang. Kog sopir yang jemput aku dan Alexa belum datang ya?" tanya Axel.
"Maaf sayang, tadi pagi Pak sopir yang mengantarkan kamu lagi izin pulang karena istrinya sakit. Dan sopir Omma di pakek aby untuk pergi ke Mall." Jawab Adzriel.
"Aby curang, pergi ke Mall gak ngajak aku dan Alexa." Ujar Axel dengan nada di buat buat seolah ia lagi marah padahal enggak hehe.
__ADS_1
"Maaf sayang, ya sudah kamu tunggu di sana ya. Papa akan segera jemput kamu bareng omma dan juga umy." Ucap Adzriel.
"Iya udah cepetan ya aby, di sini panas. Gak betah."
"Cari tempat yang teduh nak dan ingat jika ada yang jemput kamu selain aby jangan mau. Oke." Ujar Adzriel.
"Oke, cepetan tapi ya."
"Iya sayang, ya sudah aby tutup dulu ya telvonnya, biar aby cepet berangkat." Ujar Adzriel.
"Iya aby, Asslamu'alaikum."
"Waalaikumsalam." Adzriel pun langsung mematikan hp nya dan menaruhnya di saku celananya.
"Siapa sayang?" tanya Zahra.
"Axel, dia sekarang menunggu kedatangan kita. Ayo cepet, kasihan Axel dan Alexa menunggu di sana." Jawab Adzriel.
"Lho ini masih jam setengah 12 siang. Tumben mereka pulang jam segini, biasanya juga pulang jam satu kadang jam setengah 2." Ujar Zahra.
"Entahlah mungkin gurunya lagi rapat." Ucap Adzriel. Ia pun membayar semua makanannya dan setelah selesai, mereka pun segera pergi dari resto itu dan keluar dari Mall. Sedangkan sang sopir sudah menunggu mereka dari tadi. Tanpa fikir panjang, Adzriel, Zahra dan juga Aulia pun langsung masuk ke dalam mobil. Sedangkan semua belanjaannya mereka taruh di bagasi.
"Pak, jemput Axel dan Alexa dulu ya ke sekolahnya." Ujar Adzriel.
"Iya tuan." Jawab Sopir itu. Lalu ia pun menghidupkan mobilnya dan langsung meluncur ke sekolah Axel dan Alexa.
Sesampai di depan sekolah, Adzriel melihat kedua buah hatinya sedang duduk di depan sekolanya. Adzriel pun melambaikan tangan. Axel yang melihatnya, ia pung langsung menggandeng tangan saudara kembarnya dan pergi menuju mobil.
"Mau duduk di belakang apa di depan?" tanya Adzriel.
"Alexa di depan." Jawab Alexa. Adzriel pun tersenyum. Ia membuka pintu mobilnya dan memangku putri kecilnya itu lalu menutupnya kembali. Sedangkan Axel duduk di kursi belakang di tengah tengah antara Zahra dan juga Aulia.
"Langsung pulang ya pak." Ujar Adzriel
"Iya tuan." Jawab sopir itu, ia pun langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah majikannya.
__ADS_1