Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Semuanya Berakhir Bahagia


__ADS_3


 


 


Pagi harinya, Axel dan Alexa bangun jam 3 pagi. Mereka sholat malam dan setelah itu mengaji sambil nunggu adzan shubuh tiba. Setelah adzan shubuh merekaun berkumpul di musholla untuk sholat berjamaah bersama by, umy dan juga omma bahkan beberapa asisten yang tidak halanganpun ikut sholat berjamaah. Selesai sholat, untuk pertama kalinya, Aulia, Zahra, Adzriel mau ikut olah raga pagi bersama Axel dan Alexa mereka jalan berkeliling kompleks. Mereka gak bisa lari pagi karena Zahra sedang hamil sehingga mereka hanya jalan biasa dengan menggerak gerakkan tubuh mereka.


Setelah selesai olah raga, mereka segera pulang dan membersihkan diri. Setelah itu mereka berkumpul lagi di ruang makan, mereka makan bersama dengan penuh nikmat. Lauk pauk yang di masak oleh asisten rumah tanggannyapun sangat enak dan menggiurkan bahkan bikin lidah jadi ketagihan.


Selesai makan, Adzriel meminta Axel dan Alexa untuk ganti baju karena Adzriel sudah meminta izin kepada wali kelas mereka melalui aplikasi Whatsapp kalau mereka hari ini gak masuk karena ada kepentingan keluarga. Axel dan Alexa pun menurut tanpa banyak pertanyaan. Mereka segera pergi ke kamar dan  mengganti bajunya dengan baju biasa. Hari ini Adzriel dan Aulia sengaja cuti kerja agar bisa liburan bersama keluarga besarnya. Balqis dan Aksa juga akan ikut dan bentar lagi mereka datang.


Setelah kedatangan Balqis dan Aksa, mereka semua masuk ke dalam mobil. Mereka menggunakan dua mobil. Aksa bersama Balqis dan juga Aulia. Sedangkan Adzriel bersama Zahra, Axel dan juga Alexa. Mereka semua beriringan menuju sebuah panti asuhan. Mereka berbagi kepada atas kebahagiaan yang mereka miliki sekarang. Adzriel menyumbang uang lima ratus juta untuk 3 panti asuhan dan 500 juta untuk 4 panti jompo. Dan 300 juta untuk rumah yang ia bangun, yang kini di tempati oleh anak anak jalanan. Sedangkan Adzriel juga memberikan uang kepada fakir miskin di setiap jalan yang ia lewati, Adzriel memberikan uang sebesar satu juga kepada mereka yang hidupnya serba kekurangan.


Uang itu patungan dari uang dirinya sendiri, Zahra, Aulia, Balqis dan juga Aksa. Adzriel sendiri menyumban 500 juta sebagai tanda syukurnya dia akan kebahagiaan yang ia miliki sekarang, Zahra menyumbang 200 juta dari tabungan yang ia miliki sebagai tanda syukur karena di berikan anak anak yang sholeh dan sholeha, Aksa sendiri menyumbang uang 500 juta sebagai tanda syukur karena kini wanita yang biasanya mengganggu kehidupannya telah pergi jauh dan semoga tak kembali lagi. Balqis menyumbang uang tabungannya sebesar 300 juta sebagai tanda syukur karena di kasih amanah yang kini masih ada dalam kandunannya. Aulia memberikan sumbangan yang begitu besar yaitu 600 juta sebagai tanda syukur karena dirinya masih di beri umur panjang dan juga di beri kebahagiaan yang begitu tiada tara.


Jika di total semuanya berjumlah 2,1 M. Sedangkan yang di pakai sudah sebesar 1,5 M dan sisanya di gunakan untuk memperbaiki masjid dan membangun musholla di desa desa terpencil. Dan juga untuk di bagikan kepada mereka yang kelurganya sakit namun tak ada biaya untuk membawanya ke rumah sakit.


Adzriel sangat bahagia bisa membantu mereka yang hidupnya serba kekurangan, bukan karena mereka gak berusaha atau kurang berusaha tapi karena memang takdir lah yang membuat mereka seperti itu. Mereka sudah mencoba melamar kerja sana sini namun kadang tak membuahkan hasil hingga mereka bekerja banting tulang menjadi kuli bangunan, kuli pasar (angkut angkut barang), jadi tukang ojek pangkalan dan ojek online. Ada juga yang membuka usaha kecil kecilan.


Andai di perusahaan Adzriel masih ada lowongan pekerjaan pasti salah satu di antara mereka akan ia pilih untuk bekerja di perusahaannya hanya saja kini masih belum ada lowongan satupun. Setelah selesai membagi bagikan uang mereka, mereka pun kembali ke rumah. Namun sebelum itu, mereka mampir ke Mall untuk belanja bulanan serta belanja untuk membeli baju bayi yang kini masih ada dalam kandungan. Zahra tak terlalu membeli banyak karena di rumah masih ada sisa dulu yang di pakai oleh Axel dan Alexa dan semua barang barang itu masih bagus karena tersimpan dengan sangat rapi.


Sedangkan Balqis, ia cukup membeli banyak karena di rumah  masih belum ada untuk menyambut kedatangan si bayi yang akan lahir di dunia ini. Memang kelahiran mereka masih lama tapi apa salahnya jika menyiapkannya dari sekarang. Setelah puas berbelanja, mereka pun makan di resto yang cukup mewah di daerah sana.


Adzriel memesan bakso karena memang di menu yang ia baca ada baksonya.

__ADS_1



Zahra memesan mie ayam


 



Aulia sendiri memesan nasi + sate ayam



Aksa memilih sate nasi




Axel, dia memesan pizza karena memang ingin makan pizza



Alexa sendiri memesan nasi dengan ayam pedas


 

__ADS_1


 



Sedangkan untuk minumannya sama yaitu es teh semua. Selesai makan, mereka pun langsung pulang ke rumah Adzriel. Karena perut sudah kenyang dan tubuhpun sudah lelah karena aktivitas sepanjang hari.


Walau begitu kini keluarga mereka menjadi keluarga yang sangat bahagia, tak ada rasa saling benci satu sama lain, tak ada rasa saling iri satu sama lain. Mereka hidup bersama layaknya sebuah keluarga. Balqis dan Zahra kini semakin sangat akrab bahkan sesekali Balqis sering main ke rumah Zahra begitupun dengan Zahra yang seringkali bermain ke rumah Balqis. Aksa dan Adzriel juga bekerja sama untuk membuat perusahaan mereka semakin maju dan berkembang bahkan mereka akan melebarkan sayap bisnisnya ke beberapa negara.


Aulia sendiri kini tak merasa kesepian lagi karena Balqis dan Aksa seringkali menginap di rumah mereka sehingga tak ada lagi yang namanya sepi. Yang ada hanyalah cerita dan canda tawa.


Axel dan Alexa juga lebih fokus untuk belajar agar terus bisa loncat kelas dan bisa menjadi sarjana di usia muda. Axel dan Alexa ingin membuat rekor dunia, yaitu menjadi lulusan sarjana terbaik dan paling termuda di dunia.


 


 


Awal yang sakit akan berakhir dengan kebahagiaan selama kita mau bersabar dan berserah diri kepada ALLAH..


TAMAT


 


 


__ADS_1


 



__ADS_2